---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 08/III/13-19 Maret 2000 - ------------------------------ APRESIASI SANG MASTER (POLITIK) Manuver Gus Dur yang tak terduga disetarakan dengan langkah seorang master. Iklan gratis Indonesia di harian International Herald Tribune. Langkah politik Gus Dur di dalam dan di luar negeri, mulai berbuah. Kendati masih ada isu kudeta muncul berkaitan dengan mutasi besar-besaran di tubuh militer, kepercayaan internasional perlahan-lahan didapatkan. Mulai dari kedatangan PM Singapura Goh Cok Tong dan janjinya berinvestasi di Indonesia dengan segala resiko, diikuti dengan ekspansi George Soros yang memborong berbagai saham perusahaan unggulan Indonesia. Salah satu apresiasi dari luar negeri terhadap kepemimpinan Gus Dur diberikan pula oleh Stanley A. Weiss, pendiri sekaligus Ketua Business Executives for National Security, sebuah organisasi para pemimpin bisnis AS. Hal ini disampaikannya, lewat artikelnya di harian terkemuka International Herald Tribune edisi 6 Maret 2000 yang berjudul "Be Quiet While Indonesia's Chess Master Makes His Moves" atau "Diamlah, Kalau Sang Master (Catur) sedang Mengatur Langkah." Inilah sadurannya: Abdurrahman Wahid, cendekiawan muslim yang sakit-sakitan dan nyaris buta, adalah pribadi yang mengagumkan dan dicintai di Indonesia. Bagi sebagian orang, Gus Dur -panggilan akrabnya- ibarat "orang suci". Sebagian lagi menganggapnya sebagai Ratu Adil, tokoh misterius kisah pewayangan Jawa, yang kehadirannya dianggap pertanda berakhirnya masa chaos dan dimulainya era damai. Ada pula yang menyamakannya dengan tokoh Semar yang mampu membunuh musuh lewat ketajaman intelejensinya. Bagaikan satria dalam permainan catur, Semar tahu -dan Gus Dur tahu-, cara terbaik untuk bergerak dari A ke B, tidak dengan gerakan langsung ke sasaran. Dalam catur, Raja adalah buah paling berkuasa. Megawati Soekarnoputri, masih seorang putri, yang menunggu kedatangan takhtanya. Putri presiden pertama Indonesia ini dibesarkan di istana dan menyaksikan kejatuhan, penghinaan sampai kematian Soekarno. Ia memasuki politik tahun 1987 dan menjadi pemimpin oposisi terhadap musuh politik ayahnya, Presiden Suharto. Ketika Soeharto jatuh, Megawati sebetulnya punya peluang memanfaakan dukungan massanya untuk kembali ke istana. Partainya memenangkan pemilu, tiga kali lebih banyak dari pada dukungan partainya Gus Dur. Si orang suci dan ibu rumah tangga ini kemudian menjadi mitra. Hanya saja, Megawati melewati proses kampanye presiden bagaikan patung sphinx, tanpa bersuara. Ia tak berusaha mendekati tokoh-tokoh Islam dan seperti menganggap remeh Sang Master. Akhirnya, Gus Dur yang memenangkan kursi presiden. Dan sebagai langkah mencegah kerusuhan, ia mendukung Megawati sebagai wakilnya. Lalu, mengklaim kepemimpinan mereka sebagai perfect team, "Saya tak bisa melihat dan ia tak bisa bicara." Benteng adalah buah kedua yang posisinya penting. Jenderal Wiranto, mantan pimpinan tertinggi TNI, mencoba untuk menjadi figur penentu. Bermain-main dengan Gus Dur, Wiranto tersingkir dari papan permainan. Wiranto adalah mantan ajudan presiden yang karirnya memuncak hingga jadi pimpinan tertinggi TNI. Tadinya, ia mendukung Megawati sebagai calon presiden. Namun, ketika Gus Dur terpilih, ia menarik dukungannya dan berharap bisa jadi wapres. Kesalahan terbesarnya adalah keluar dari gelanggang pertarungan dan menyerahkan pada Gus Dur untuk mengambil keputusan. Jelas bahwa Wiranto menganggap remeh kemampuan Sang Master. Keduanya sempat beda pendapat dalam hal menangani kerusuhan di daerah dan penolakan Wiranto untuk mundur. Saat permainan usai, sang jenderal tak lagi menjabat sebagai Menko Polkam. Karir militer dan politiknya, sudah selesai. Sang Master tak pernah bergerak langsung ke sasaran. Amien Rais ketika itu adalah tokoh muslim yang juga populer. Bergaya karismatik dan sangat menonjolkan diri, ia sering dianggap anti-Kristen dan anti-Cina, karena berbagai pernyataannya. Bersama-sama Gus Dur, ia merupakan salah satu pemimpin muslim pro-demokrasi. Amien juga yang membangun koalisi partai-partai Islam yang secara cerdik akhirnya "dikerjai" Gus Dur untuk meraih kursi presiden. Saat ini, Ketua MPR ini mencoba mewakili kelompok intelektual dan profesional muslim, yang dinilai kurang begitu toleran. Sebaliknya, para pengikut Gus Dur cenderung mempraktekkan Islam inklusif, akomodatif, seperti halnya Islam Sufi. Barangkali, hanya dialah pemimpin yang mampu membawa dua kelompok Islam tadi berjalan bersama. Ia akhirnya, sukses menetralisir para musuh-musuh politiknya. Ia telah mengambil langkah-langkah penting untuk mengembalikan militer dalam kontrol sipil. Namun, masih banyak lagi yang harus dilakukan untuk menyelamatkan masa depan 212 juta jiwa manusia Indonesia. Indonesia adalah negara kepulauan yang besar, masih ada gerakan-gerakan separatis di sejumlah propinsi. Perekonomiannya sedang mengalami guncangan hebat. Konflik etnis, telah membuat sejumlah warga keturuan Cina, terbang meninggalkan Indonesia. Lebih penting dari itu, masih ada kelompok yang tak menghendaki "wajah manis Islam" a la Gus Dur yang amat toleran pada semua agama. Kelompok-kelompok fundamen-talis, masih mencoba untuk menggoyang Gus Dur. Amerika Serikat, semestinya bersikap bagaikan penonton permainan catur, diam saja. Namun, Washington harus melakukan ekspansi bantuan dana, mendukung proyek-proyek Bank Dunia dan IMF serta mengadakan kembali program-program pendidikan lanjutan bagi staf-staf Indonesia di AS. Sudah seharusnya, AS mendorong organisasi publik dan privat, bergabung dengan organisasi di Indonesia, untuk menciptakan program-program bagi masyarakat, beasiswa dan layanan lainnya. Akhir permainan ini semestinya membawa kemakmuran, sikap toleran, serta Indonesia yang demokratis. Presiden Wahid telah menunjukkan bahwa ia tahu langkah-langkah yang tepat. (*) - --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] - ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 11 Mar 2000 jam 17:49:09 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
