---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Gus Dur Akan Terus Dilemahkan JAKARTA-Presiden Abdurrahman Wahid akan terus dilemahkan oleh lawan-lawannya dengan cara mempengaruhi dan memereteli pendukung-pendukungnya. ''Salah satu sayap pendukung Gus Dur yang akan dipatahkan adalah Matori Abdul Djalil. Setelah itu, mungkin sayap pendukung Gus Dur yang lain, yakni PBNU, juga akan dipatahkan,'' kata anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) Effendi Choirie kepada JPNN kemarin.Menurut Effendi, gerakan untuk melemahkan Gus Dur itu berjalan terus. ''Bukan tidak mungkin, setelah Pak Matori, Pak Hasyim Muzadi juga akan digarap. Setidak-tidaknya, jalan pikirannya akan dipengaruhi agar bertentangan dengan Gus Dur. Tapi, mustahil Pak Hasyim bisa terpengaruh. Kita yakin beliau akan tetap berjalan sesuai misi NU,'' tegasnya. Ditanya mengapa para penggoyang Gus Dur itu memilih untuk tidak menyerang Gus Dur secara langsung, politisi muda asal Jatim itu mengatakan, mereka memilih cara itu karena takut menghadapi Gus Dur secara langsung. ''Karena Gus Dur terpilih sebagai presiden lewat mekanisme demokrasi yang benar di Sidang Umum MPR.'' ''Mereka mungkin takut. Sebab, jika Gus Dur terguling, mereka akan berhadapan dengan rakyat, massa NU, massa PDI Perjuangan, dan kutukan dunia internasional,'' tandasnya lagi. Karena itu, kata Effendi, mereka memilih jalan tidak langsung. ''Mereka ingin memereteli sayap-sayap Gus Dur, di antaranya melalui upaya pembunuhan terhadap Pak Matori itu,'' ujarnya. Anggota Komisi I DPR ini mengatakan, pernyataan Gus Dur di Surabaya tentang adanya skenario besar untuk menggulingkan pemerintahannya ada benarnya. Upaya ke arah itu kini terasa makin terlihat, meski perlahan dan bertahap. Effendi juga melihat kekuatan yang ingin menggoyang Gus Dur dengan cara lain. Misalnya, melalui isu bahwa pemerintah tidak mampu mengadili Soeharto dan penggelindingan isu bahwa Gus Dur tak setuju terhadap pembentukan KPP HAM Tanjung Priok. ''Kita amati, isu pemerintah tak mampu mengadili Soeharto juga akan dijadikan alat untuk menggempur Gus Dur,'' katanya. Ditanya, apakah penggelindingan isu tadi bisa membuat pemerintahan jatuh, Effendi menjawab, ''Saya pikir, Gus Dur cukup serius terhadap tuntutan pengadilan terhadap Soeharto.'' Meskipun Gus Dur mengatakan bahwa kunjungannya kepada Soeharto hanya silaturahmi dan untuk menghormati orang yang lebih tua, tapi, menurut Effendi, sebetulnya tujuannya bukan sekadar itu. Apalagi, tambah Effendi, selama ini Marzuki Darusman selalu mengeluh bahwa Soeharto sedang sakit sehingga Kejagung tidak bisa memeriksa. Begitu juga Panja BLBI pimpinan Sukowaluyo Mintorahardjo yang berusaha mengunjungi Soeharto juga ditolak kroni-kroni Cendana. Berarti, imbuh Effendi lagi, bukan tidak mungkin kunjungan Gus Dur ke Soeharto itu untuk membuktikan apakah pembantu-pembantunya sudah becus mengerjakan pekerjaannya atau tidak. ''Yang membuat kita kaget, ternyata dari kunjungan Gus Dur itu, secara eksplisit Soeharto masih sehat. Oleh karena itu, sudah seharusnya Jaksa Agung Marzuki Darusman segera bertindak. Tangkap saja Soeharto untuk diperiksa,'' katanya. ''Jadi, saya melihat kunjungan Gus Dur ke Soeharto itu secara tidak langsung untuk mengecek kesehatannya, apakah betul tidak bisa diajak komunikasi atau bagaimana? Setelah kunjungan ini, jaksa agung maunya apa, masih maju-mundur atau bagaimana,'' tambah Effendi. (hps/jpnn) Juga Diserang Lewat Kasus Soeharto ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 13 Mar 2000 jam 16:25:46 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
