----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Wawancara dengan Ottis Simopiaref
Tentang Situasi Terakhir Papua Barat

Wawancara di lakukan di studio Suara Maluku di kota Hilversum, Belanda pada
hari Sabtu 04 Maret 2000.  Wawancara dilakukan oleh Otto Matulessy, penyiar
Suara Maluku.  Beratus ribu orang Maluku dan Papua di Belanda mengikuti Suara
Maluku secara teratur yang disiarkan setiap Sabtu sore 17.30.

Ottis menceritakan situasi dan hasil Mubes (Musyawarah Besar) Papua di kota
Port Numbay, 23-26 Februari kemudian rencana Kongres Nasional Papua pada akhir
bulan April nanti.

Pembunuhan yang dilakukan oleh Brimob di kota Nabire beberapa hari lalu juga
disinggung dalam wawancara tersebut.

Otto Matulessy mengajukan pernyataan Gus Dur bahwa rakyat Papua tidak boleh
"mendirikan negara di dalam negara".

Ottis menjawab bahwa di dalam Konvensi PBB tentang hak Sipil, Politik dan
Ekonomi telah diatur Hak Penentuan Nasib Sendiri.  Di sana terdapat external
right to self-determination (hak penentuan nasib sendiri secara external) di
mana suatu bangsa berhak untuk mendirikan negara baru di dalam sebuah negara
yang sudah eksist (ada).

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 13 Mar 2000 jam 16:26:15 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke