----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

SATGAS PDI-P ANIAYA FOTOGRAFER "LIBERO"

        SOLO, (SiaR, 14/3/2000). Satgas PDI Perjuangan (PDI-P) membuat ulah ketika
dipercaya panitia mengamankan jalannya pertandingan sepakbola antara Pelita
Solo vs Persebaya Surabaya di stadion Manahan, Solo, Minggu (12/3) kemarin.
Fotografer tabloid "Libero" Sigit Tri Pamungkas menjadi korban kebrutalan
salah seorang satgas yang bertugas.

        Padahal para satgas PDI-P yang bertugas dinilai panitia berhasil
mengamankan puluhan ribu suporter fanatik kedua kesebalasan. Persebaya
Surabaya dikenal memiliki suporter fanatik yang dijuluki 'bonek' (bondo
nekat), dan berkat persuasi satgas PDI-P, para 'bonek' itu dapat bersikap
santun selama pertandingan berlangsung, tapi ironisnya justru terjadi
kekerasan oleh satgas kepada fotografer yang bertugas.

        Kejadiannya bermula ketika payung yang dipergunakan Sigit untuk melindungi
kameranya dari hujan dianggap para penonton di bagian tribun mengganggu
pemandangan mereka dalam menonton pertandingan. Salah seorang satgas
menghampirinya dan secara kasar menarik payung yang dianggap bermasalah itu.
Akibatnya terjadi ribut mulut antara Sigit dengan satgas tersebut. Tanpa
diduga-duga seorang satgas lain menghampiri Sigit dan segera melayangkan
bogem mentah berkali-kali ke wajah dan tubuh Sigit. Melihat rekan
seprofesinya dianiaya, para fotografer lainnya memprotes inspektur
pertandingan yang bertugas.

        Para fotografer dan wartawan tulis yang hadir mengancam akan memboikot
menulis berita hasil pertandingan. "Kalau caranya seperti itu, mereka tak
menghargai profesi kami, kami merasa terancam kalau pengamanannya seperti
itu," ujar salah seorang fotografer kepada panitia pertandingan.

        Peristiwa pemukulan itu terjadi pada saat istirahat menjelang pergantian
babak kedua. Menurut keterangan sejumlah fotografer, sebenarnya Sigit sudah
nyaris dipukul sesaat setelah pertandingan dimulai. Tapi hal ini urung
dilakukan, karena beberapa fotografer memprotes perilaku satgas PDI-P yang
dinilai terlalu 'over acting' dalam menjalankan tugasnya tersebut.

        Tindak kekerasan oleh satgas PDI-P kepada fotografer atau wartawan yang
bertugas bukanlah kejadian yang pertama. Sebelumnya Erik Siswanta,
fotografer Harian "Surya" dianiaya oleh satgas PDI-P ketika mengambil gambar
Sunarto usai dilantik sebagai Wali Kota Surabaya beberapa waktu lalu. Erik
dipukul dan kameranya dirusak.

        Kekerasan terhadap wartawan yang bertugas semakin sering dilakukan oleh
satgas parpol maupun ormas. Belum lama ini di Malang, satgas Partai Bulan
Bintang mengusir dengan kasar juru kamera RCTI Eko Satia Solihin saat
meliput Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra. Padahal Eko mengantongi surat
undangan.

        Terhadap berbagai aksi kekerasan yang dilakukan satgas parpol atau ormas
tersebut, salah seorang fungsionaris PDI-P Mangara Siahaan menyatakan, bahwa
tiap satgas parpol mesti diberi pengarahan tentang profesi pekerjaan seorang
wartawan, sehingga mereka dalam bertugas dapat memahami posisi penting
peliputan dengan tidak bersikap 'over acting' kepada para wartawan yang
sedang bekerja.***

- - ----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Mar 2000 jam 10:29:04 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke