---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- DIRAGUKAN, AMIN DIBALIK PEMBACOKAN MATORI JAKARTA, (SiaR, 14/3/2000). Berbagai tokoh masyarakat dan praktisi hukum meragukan kesimpulan sementara pihak kepolisian yang menyebutkan bahwa kelompok Angkatan Mujahidin Islam Nusantara (AMIN) sebagai pihak yang berada di balik upaya pembunuhan Wakil Ketua MPR yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Matori Abdul Djalil. Dugaan keterlibatan AMIN ini disebutkan oleh Kapolda Metro Jaya Mayjen Nurfaizi beberapa waktu lalu. Kelompok AMIN ini diduga terlibat dalam peristiwa perampokan Bank BCA di Hayam Wuruk serta peristiwa ledakan bom di Taman Sari yang terjadi secara bersamaan pada 15 April 1999 lalu. "Saya kok meragukan tuduhan aparat kalau pelakunya dari kelompok AMIN," kata pengamat politik Prof Dr Dawam Rahardjo, Senin (13/3). Menurut Dawam, di Indonesia ini sepanjang sejarahnya tak ada tradisi di mana sipil memiliki keberanian untuk melakukan percobaan pembunuhan terhadap seorang tokoh politik. Apalagi jika hal itu dilakukan tanpa alasan yang jelas. Dawam bahkan mempertanyakan apakah peristiwa yang menimpa Matori itu terkait dengan peranannya dalam menata TNI sehingga memunculkan istilah kelompok ATM (Mayjen TNI Agus Wirahadikusumah, KSAD Jenderal TNI Tyasno Sudarto dan Matori Abdul Jalil). Keheranan terhadap kesimpulan sementara pihak Polda Metro Jaya juga dinyatakan praktisi hukum Abdul Hakim Garuda Nusantara. Menurut Hakim, jika benar AMIN itu ada, sebagai bentuk pertanggungjawaban publiknya (public accountability), maka pihak kepolisian, lewat pers, mesti menunjukkan ke masyarakat segala dokumen yang terkait dengan eksistensi kelompok itu. "Sebagaimana suatu organisasi kan, paling tidak ada notulensi rapat dan sebagainya. Jika tidak ada catatan-catatan tertulis, apa itu organisasi fiktif saja," ujarnya. Menurut Hakim, masyarakat kini semakin kritis, ketika terjadi peristiwa pengeboman BCA, dan Mesjid Istiqlal, kemudian aparat mengkait-kaitkannya dengan kelompok-kelompok seperti AMIN ini, maka yang terdengar di masyarakat adalah, bahwa kelompok AMIN itu fiktif saja untuk menutup-nutupi dalang sebenarnya. Para pelaku pembacok Matori yang tertangkap, lanjut Hakim, bisa saja sudah diberi pengarahan oleh dalang sebenarnya. Karena aparat kepolisian sudah mencium motif dan pelaku sebenarnya, maka dalang meminta para pelaku untuk mengorbankan dirinya sebagai tumbal dengan mengaku berasal dari kelompok AMIN. "Dengan demikian hal ini memutus mata rantai ke dalang sebenarnya," kata Hakim.*** - - ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 Mar 2000 jam 10:59:47 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
