----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

RENCANA "BUKU PUTIH" PRABOWO: PERTENTANGAN SESAMA PELAKU

        JAKARTA, (TNI Watch! 14/3/2000). Baru-baru ini tersiar kabar, bahwa
mantan Pangkostrad Letjen TNI Purn Prabowo Subianto akan menyusun "Buku
Putih" tentang peristiwa kerusuhan 14 dan 15 Mei 1998. Setiap penyusunan
"Buku Putih" selalu didasari niatan, bahwa buku tersebut nantinya akan
dipandang sebagai sebuah kebenaran. Maka bisa dikatakan, begitu pula yang
dimaksud Prabowo terhadap proyek bukunya tersebut.

        Hampir semua "Buku Putih" yang pernah diterbitkan, tidak ada yang
berhasil. Dalam arti, dari segi historis dan empirik, isinya tetap saja
meragukan banyak orang. Contohnya adalah Buku Putih tentang "Peristiwa
G30S/PKI", yang isinya cuma begitu-begitu saja. Buku Putih G30S/PKI beberapa
kali direvisi, namun isinya selalu menyalahkan PKI. Padahal sudah banyak
orang paham, dalang di balik "G30S (tanpa PKI), adalah Soeharto sendiri.

        Bisa jadi "Buku Putih" yang akan disusun Prabowo nanti, akan
bernasib sama, yakni sama-sama tidak dipercaya masyarakat. Mengapa bisa
begitu? Siapa yang bakal percaya pada pengungkapan "Peristiwa 14 dan 15 Mei
1998" versi Prabowo, sementara orang tahu, Prabowo adalah salah satu orang
yang mendesain peristiwa kerusuhan, yang meluluhlantakan Jakarta dan Solo
tersebut.

        Kalau kerusuhan itu berpusat di Jakarta (dan Solo), mungkinkah ini
memang ada unsur kesengajaan? Bukankah di Jakarta dan Solo, terdapat basis
pasukan Korps Baret Merah, kesatuan tempat Prabowo menghabiskan karirnya di
ketentaraan. Masyarakat pun maklum, meski Prabowo sudah dialihkan ke
Kostrad, pada saat itu ia masih berpengaruh kuat di Korps Baret Merah.
Artinya, Prabowo memikili akses ke Jakarta dan Solo, untuk operasionalisasi
disain yang sudah ia siapkan.

        Sudah umum diketahui, bahwa "Peristiwa Mei 1998" merupakan refleksi
konflik elit politik di Jakarta. Bagaimana peta konfliknya? Itu adalah
pertanyaan yang sulit dijawab, karena petanya memang rumit. Kita batasi saja
konflik di TNI. Untuk Angkatan Darat saja, ada konflik keras antara Panglima
ABRI (saat itu) Jenderal Wiranto dan Pangkostrad (saat itu) Letjen Prabowo.
Keduanya bersaing untuk berebut satu hal: siapa yang paling dipercaya oleh
Soeharto. Kepercayaan dari Soeharto ini penting, karena ada peluang untuk
menggantikan Soeharto, yang saat itu posisinya sedang limbung.

        Sungguh tidak masuk akal, kalau di kemudian hari, Prabowo berdalih,
bahwa pada saat peristiwa, yang memegang komando adalah Pangdam Jaya (saat
itu) Mayjen TNI Sjafrie Sjamsudin. Sementara dirinya (Prabowo) hanya
mem-back up. Resminya memang begitu, namun secara riel, Sjafrie kan tunduk
pada Prabowo. Karena Sjafrie adalah "orangnya" Prabowo. Pada masa itu
kekuasaan Prabowo memang luar biasa, jadi mana ada perwira yang berani
menentang kehendaknya. Seolah-olah dunia pun bisa ia pegang. Di TNI memang
banyak perwira (tinggi) yang oportunis, yang mengikuti saja ke mana arah
angin bertiup. Banyak perwira yang kini seolah-olah "loyalis" Istana,
paling-paling dulunya juga "loyalis" Prabowo.

        Karena "Buku Putih" tersebut diproduksi oleh Prabowo, sudah tentu
disusun agar menguntungkan Prabowo, sebagai upaya merehabilitasi namanya.
Jika Prabowo kelak meluncurkan bukunya, bisa dipastikan akan mendapat reaksi
dari kubu Wiranto. Dan yang terjadi adalah "debat kusir" antara dua orang
yang sama-sama pelaku: Wiranto dan Prabowo. Kita tunggu saja "Buku Putih"
Prabowo, dan kita telah siap untuk tidak mempercayainya. ***

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI,
dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang
dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya
agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama.

- - ----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Mar 2000 jam 11:59:54 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke