----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 15 Maret 2000

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

KEJELIAN PM MAHATHIR AKHIRNYA MENGAKUI GAM
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

AKHIRNYA MALAYSIA MENGAKUI GAM

Rabu, 8 Maret 2000, sehari sebelum Perdana Menteri Malaysia Dato' Dr Sri Mahathir 
Mohammad melakukan 2 hari kunjungan
kenegaraan ke Indonesia telah mengintruksikan kepada Tan Sri Sanusi Joned untuk 
menjadi seorang penengah antara RI dengan GAM.
Sebagai suatu jawaban atas permintaan Gus Dur kepada Malaysia yang disampaikannya 
dalam pertemuan Gus Dur dengan 25
pemimpin-pemimpin masyarakat Aceh di Istana Negara pada hari Senin, 6 Maret 2000 dan 
diungkapkan oleh Abdullah Puteh seorang
pemimpin masyarakat Aceh yang seterusnya dikutip oleh The Indonesian Observer. (Daily 
Briefs, Wednesday, 08.03.2000).

Apapun caranya dalam usaha menyelesaikan konflik Aceh, peranan seluruh komponen yang 
terlibat dalam konflik tersebut adalah
sangat penting. Termasuk didalamnya GAM. Disinilah Gus Dur dengan kejelian matanya 
akhirnya mengakui bahwa peranan politik GAM
juga menentukan untuk selesainya konflik Aceh yang telah memakan ribuan korban. Karena 
itu Gus Dur telah melakukan hubungan
diplomasi langsung tingkat menteri dengan pihak GAM. Jadi tidak heran apabila Gus Dur 
seperti isi kutipan diatas meminta
Malaysia untuk menjadi penengah dalam konflik RI dengan GAM.

Konsekuensi dari permintaan Gus Dur ini adalah eksistensi gerakan politik GAM diakui 
oleh Pemerintah RI. Ini adalah suatu
keberhasilan dalam politik bagi pihak GAM. Dengan adanya pengakuan RI kepada GAM 
inilah PM Mahathir bersedia menjadi penengah
dengan menunjuk mantan meneterinya Tan Sri Sanusi Joned yang pandai berbicara bahasa 
Aceh dan yang istrinya asal Aceh. Dan
secara langsung Malaysia telah mengakui adanya GAM sebagai lawan dari RI, yang sampai 
sekarang belum ada satu negarapun yang
secara langsung ingin melibatkan dan membantu menyelesaikan ACEH dengan melibatkan GAM 
sebagai lawan politik RI, selain PM
Mahathir dari Malaysia.

MASIH ADANYA PERBEDAAN SIKAP DARI PENGURUS-PENGURUS GAM TERHADAP KESEDIAAN PM MAHATHIR 
IKUT MEMBANTU MEMECAHKAN KONFLIK ACEH

Suatu masalah yang menjadi sumber perbedaan pendapat dan pandangan dari beberapa 
pengurus GAM terhadap kesediaan PM Mahathir
sebagai juru penengah dalam konflik RI dengan GAM adalah pernyataan PM Mahathir yang 
diungkapkan ketika berkunjung ke
Indonesia (9-10 Maret 2000) bahwa "Malaysia tidak ingin Aceh terlepas dari Indonesia 
dan tidak akan mengizinkan wilayah
Malaysia dijadikan pangkalan yang tidak baik untuk Indonesia". (Musanna Tengku Abdul 
Wahab Biro Penerangan ASNLF di USA,
ACHEH-SUMATRA NATIONAL LIBERATION FRONT PO BOX 130, S-145 01 NORSBORG, SWEDEN, Press 
Release,12 Maret, 2000)

Pandangan Pengurus GAM-USA yang diwakili oleh Musanna Tengku Abdul Wahab dari Biro 
Penerangan ASNLF di USA adalah "bahwa
Malaysia bersedia menjadi pihak menengah dalam kasus konflik Acheh-Indonesia, adalah  
terlalu arrogant dan ironis. Bagaimana
Malaysia dapat menerima sebagai pihak penengah di dalam konflik sedemikian rupa 
apabila dasar pemerintah Malayis kelah memihak
kepada Indonesia?. Malaysia di bawah pimpinan Mahathir Mohammad c.s. telah lama 
menjadi surrugate-state Indonesia - mulai dari
zaman pemerintahan regime repressive corrupter Suharto dan seterusnya kini dia bawah 
pimpinan Abdurrahman Wahid di dalam usaha
jagat mereka untuk menghancurkan perjuangan bangsa Acheh dari belunggu penjajahan 
neo-colonialist indonesia. Kenyataan ini
telah dibuktikan dalam peristiwa pembunuhan kejam yang dilakukan oleh polisi Malaysia 
terhadap puluhan pejuang kemerdekaan
Acheh dalam kem tahanan Malaysia yaitu si Semenyih, Lenggeng, Langkap dan Juru pada 26 
Maret, 1998. Peristiwa berdarah ini
telah menggemparkan dunia dimana pasukan Polisi di Raja Malaysia telah berhasil 
diperalatkan oleh "indonesia" dalam rencana
mereka ("indonesia") membasmi (genocidal policy) terhadap bangsa Acheh." (Musanna 
Tengku Abdul Wahab Biro Penerangan ASNLF di
USA, ACHEH-SUMATRA NATIONAL LIBERATION FRONT PO BOX 130, S-145 01 NORSBORG, SWEDEN, 
Press Release,12 Maret, 2000).

Sedangkan pandangan Pengurus GAM-Malaysia yang diwakili oleh Sekjen GAM Don Zulfahri 
menyatakan: "Menyesalkan komentar Biro
Penerangan ASNLF Musanna Tengku Abdul Wahab yang mengecam PM Malaysia yang menyatakan 
agar Aceh tetap bagian RI. Menurut saya
juga tidak tepat bila kita menolak uluran tangan Malaysia untuk menjadi orang tengah 
(mediator). Sesungguhnya hati nurani
Malaysia bukan seperti yang diucapkan Mahathir dan saya yang sudah 20 tahun bermukim 
di Malaysia lebih mengerti cara orang
Melayu berpolitik. 95% (50,000 jiwa) bangsa Aceh yang melarikan diri dari penindasan 
dan kebrutalan Indonesia adalah bernaung
dan ditampung oleh Malaysia. Sebab, bila ada salah bicara dan tidak tau berterimakasih 
kepada Malaysia, bisa-bisa semua diusir
dari Malaysia. Mau lari kemana lagi kita? Mau lari kemana lagi nantinya rakyat Aceh 
intimidasi dan ancaman TNI/Polri di Aceh?.
Negara ketiga (siapapun dia) perlu kita dekati, kalau perlu kita bujuk untuk membantu 
kita, bukan kita tentang. Saya harap
sikap-sikap seperti Musanna dkk ini tidak akan berulang lagi, kalau tidak nantinya 
satu dunia akan memusuhi bangsa Aceh dan
bagaimana kita mau merdeka?". (Detikcom ,Senin, 13/03/2000).

PERBEDAAN SIKAP DALAM TINDAKAN DIPLOMASI DARI PIHAK GAM MENIMBULKAN KERUGIAN

Adanya perbedaan sikap dalam diplomasi dari pihak GAM inilah yang justru disayangkan. 
Karena selama masih adanya perbedaan
sikap politik dari pihak pengurus-pengurus GAM dalam berdiplomasi untuk menyelesaikan 
Aceh, maka selama itu penyelesaian
konflik Aceh tidak akan tecapai dengan menyeluruh dan baik.

Dengan adanya berbagai sikap politik dari pihak pengurus-pengurus GAM ini akan 
dijadikan sumber dan dasar untuk pengaturan
langkah siasat dari pihak Gus Dur. Tetapi tentu saja akibat dengan adanya perbedaan 
sikap politik GAM inilah yang akan
memperlambat penyelesaian konflik Aceh yang menyeluruh sehingga dampaknya akan 
merugikan pihak RI. Dan suatu kebodohan Gus Dur
apabila politik diplomasi Gus Dur memamfaatkan perbedaan sikap politik 
Pengurus-pengurus GAM ini untuk keuntungan RI. Karena
kalau Gus Dur mengambil keuntungan dari adanya perbedaan pandangan politik 
pengurus-pengurus GAM, maka Gus Dur telah
menerapkan politik adu domba antara pengurus-pengurus GAM yang memiliki perbedaan 
pandangan sikap politiknya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan
bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang 
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang
Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon 
petunjuk, amin*.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

------------------------------------------------------------------------
Menuju Indonesia Baru Yang Bebas NKK dan Bermartabat !

Posting : [EMAIL PROTECTED]
Bergabung : [EMAIL PROTECTED]

------------------------------------------------------------------------
Special Offer-Earn 300 Points from MyPoints.com for trying @Backup
Get automatic protection and access to your important computer files.
Install today:
http://click.egroups.com/1/2344/5/_/2629/_/953126699/

eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/korps-pemilih
http://www.egroups.com - Simplifying group communications

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Mar 2000 jam 14:23:47 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke