----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Republika, 10 Maret 2000

PM John Howard Diserang Pebisnis Australia

Lagi, Howard dikecam masyarakatnya sendiri. Setelah soal
diskriminasi terhadap Aborigin, Howard dinilai tak becus dalam
soal RI dan Timtim.

CANBERRA -- Kebijakan Perdana Menteri (PM) Australia John Howard
dinilai merugikan dunia bisnis. Pemimpin perusahaan Australia
Clough Ltd Brian Hewitt, yang banyak beroperasi di Indonesia,
menyerang kebijakan Howard atas RI dan Timor-Timur (Timtim) tak
mempertimbangkan pentingnya pasar Indonesia bagi Negara Kanguru.

Dirut kelompok perusahaan konstruksi itu menggambarkan kebijakan
Howard saat krisis Timtim sebagai tidak tepat, memalukan, dan
kurang mengerti mengenai pentingnya pasar RI. Hewitt,
sebagaimana dikutip The Australian Financial Review (AFR),
kemarin, mengakui bahwa pengiriman pasukan Australia ke Timtim
September 1999 lalu memang secara terlalu agresif.

''Cara Perdana Menteri menanganinya saya pikir benar-benar tidak
tepat dalam kaitan hubungan Australia dengan kawasan,'' katanya.

Hewitt mengingatkan, hubungan diplomatik RI-Australia telah
mempengaruhi sektor bisnis kedua negara. Tetapi ia menilai bahwa
periode kritisnya telah berlalu. Ia mengungkapkan, bos Clough
Ltd, Harold Clough, dalam waktu dekat akan bertemu dengan
Presiden RI Abdurrahman Wahid.

Namun diakuinya pemulihan hubungan ekonomi dan perdagangan kedua
negara lebih ditentukan oleh upaya Indonesia ketimbang
Australia. Untuk periode Juli-Desember 1999 total pendapatan
perusahaan ini mencapai 250 juta dolar Australia. Sekitar 39
persen berasal dari Asia Tenggara dan sebagian besarnya datang
dari Indonesia.

Meski dikecam oleh amsyarakatnya sendiri, Howard mendapat rapor
baik dari Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton. Awal pekan
ini, pemerintah washington tak habis-habisnya memuji Australia
atas peran mereka, yang dianggap sukses, di Timor-Timur
(Timtim). Clinton juga memberikan ucapan selamat pada Komandan
Misi PBB di Timtim (Interfet) Mayjen Peter Cosgrove, yang juga
asli Australia.

Dalam surat yang dilayangkan pada Howard, Clinton mengatakan
bahwa negeri kanguru itu telah tampil ke depan dalam menciptakan
perdamaian di Timtim. Sejak awal, dengan bangga Howard memang
menyebut bangsanya sebagai deputy bagi sang sheriff, AS, di
Kawasan Asia-Pasifik.

Diskriminasi Aborigin

Sementara itu, kemarin terbetik berita bahwa sebagian besar
masyarakat Australia -- yang didominasi warga kulit putih
keturunan Eropa -- menyatakan setuju diberlakukannya hukuman
penjara. Itu merupakan sikap kontradiktif, mengingat belakangan
ini terjadi gelombang protes - baik di Australia sendiri maupun
oleh masyarakat internasional -- yang menentangnya.

Penentangan itu muncul sebagai reaksi atas tewasnya seorang
remaja Aborigin -- suku asli Australia - akibat bunuh diri dalam
selnya belum lama ini. Kematian remaja Aborigin dalam penjara
tersebut menarik perhatian dunia karena penyebabnya sepele -- ia
didakwa mencuri sebuah pulpen!

Oleh banyak kalangan, hukuman penjara itu dituding sebagai sikap
rasis pemerintah kulit putih Australia terhadap suku Aborigin -
yang ironisnya, justru merupakan suku asli Australia. Selain
dicap rasis, penerapan hukuman penjara itu juga dianggap
melanggar hak asasi manusia (HAM). Tak heran, itu menempatkan
Australia dalam kecaman masyarakat internasional.

Komisi HAM Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang diketuai Mary
Robinson, umpamanya, kini tengah menyelidiki hukuman penjara
buatan pemerintah Australia itu. Kepada Sekretaris Jenderal
(Sekjen) PBB Kofi Annan, Robinson minta agar dilakukan
penelitian apakah itu berarti Australia telah melanggar konvensi
HAM dunia. (afp/ant/pra)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Mar 2000 jam 07:50:19 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke