----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

--------------3C66464B7AF8C5C77612F8F4
Content-Type: text/plain;
    charset="us-ascii"
content-transfer-encoding: 7bit

------------------------------------------------------------------------
Menuju Indonesia Baru Yang Bebas NKK dan Bermartabat !

Posting : [EMAIL PROTECTED]
Bergabung : [EMAIL PROTECTED]

------------------------------------------------------------------------
@Backup- Protect and Access your data any time, any where on the net.
Try @Backup FREE and recieve 300 points from mypoints.com Install now:
http://click.egroups.com/1/2345/5/_/2629/_/952996274/

eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/korps-pemilih
http://www.egroups.com - Simplifying group communications

--------------3C66464B7AF8C5C77612F8F4
Content-Type: message/rfc822
content-transfer-encoding: 7bit
content-disposition: inline

Return-Path: <[EMAIL PROTECTED]>
Received: from [212.27.97.3] ([212.27.97.3]) by mail02.dataphone.se (8.9.3/8.9.3) with 
SMTP id IAA71758 for <[EMAIL PROTECTED]>; Mon, 13 Mar 2000 08:30:54 +0100 (CET) 
(envelope-from [EMAIL PROTECTED])
Received: from mail.dioezese-innsbruck.at by [212.27.97.3] via smtpd (for 
mail02.dataphone.se [212.37.0.44]) with SMTP; 13 Mar 2000 07:37:09 UT
Received: by mail with MERCUR-SMTP/POP3/IMAP4-Server (v3.00.28 CK-0098312) for 
<[EMAIL PROTECTED]> at Mon, 13 Mar 2000  08:26:58 +0100
Received: from firewall.dioezese-innsbruck.at ([10.231.53.1]) by 10.231.53.2 (Norton 
AntiVirus for Internet Email Gateways 1.0) ; Mon, 13 Mar 2000 07:26:48 0000 (GMT)
Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
Received: from [193.170.217.209] by firewall.dioezese-innsbruck.at via smtpd (for 
mail.dioezese-innsbruck.at [10.231.53.2]) with SMTP; 13 Mar 2000 07:36:52 UT
Date: Mon, 13 Mar 2000 08:30:17 +0100
From: Markus Solo <[EMAIL PROTECTED]>
Organization: University of Innsbruck, Austria
X-Mailer: Mozilla 4.6 [de] (Win98; I)
X-Accept-Language: de
MIME-Version: 1.0
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Polemik absurd Ahmad S dan Bambang E.
Content-Type: multipart/mixed; boundary="------------3DDDD75D3DD6E34945B00126"

--------------3DDDD75D3DD6E34945B00126
Content-Type: text/plain;
    charset="us-ascii"
content-transfer-encoding: 7bit

mailbox:/C|/Programme/Netscape/Users/markus/mail/Sent?id=38CB68C6.68B3C5A8%40dioezese-innsbruck.at&number=2615165&part=1.1

------------------------------------------------------------------------
Menuju Indonesia Baru Yang Bebas NKK dan Bermartabat !

Posting : [EMAIL PROTECTED]
Bergabung : [EMAIL PROTECTED]

------------------------------------------------------------------------
@Backup- Protect and Access your data any time, any where on the net.
Try @Backup FREE and recieve 300 points from mypoints.com Install now:
http://click.egroups.com/1/2345/5/_/2629/_/952996274/

eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/korps-pemilih
http://www.egroups.com - Simplifying group communications

--------------3DDDD75D3DD6E34945B00126
Content-Type: text/plain;
    charset="us-ascii"
content-transfer-encoding: 7bit

Saudara Ahmad Sudirman yang terhormat,

menyedihkan sekali, saat menyimak polemik Saudara dengan Saudara Bambang
Ekalaya dalam surat2 terakhir, yang tiba di Box saya. Mengapa demikian?
1. Anda berdua berdiskusi tentang sebuah tema yang masing2nya mewakili
posisi yang berbeda, walaupun sesama Muslim. Sudirman, sejauh mengklaim
diri jelas2 (sejauh nada tulisan , artinya teoretis - praxis, soal lain
lagi!), adalah Penganut paham Islam garis keras dan mengidealisasikan
sebuah sistim kehidupan bernegara dan berbangsa dengan corak islam (saya
sengaja tidak menggunakan kata "dasar" menggantikan kata "corak" -
karena kedua kata ini mengandung perbedaan sangat besar dan kalau
disalahgunakan, berakibat porakporanda dan fatal!) - dan sesuai ajaran
Al-Qur'an, semoga hanya "Allah" yang berkuasa ("Allah" di sini adalah
sebuah "terminus technicus" bukan dalam pemahaman agama2 monotheistis,
karena "Allah" dengan semua sifatnya adalah definisi agama bersangkutan,
jadi sifatnya sudah relatif"). Saudara Bambang Ekalaya adalah seorang
Muslim moderat, yang mungkin sudah demikian berdasarkan pendidikan dalam
keluarga semasa kecil, atau memang telah memahami arti agama Islam dalam
konteks pluriformitas bangsa (seperti negara asalanya Indonesia), atau
mungkin telah banyak berpengalaman dalam negara Amerika dengan realitas
kehidupannya yang serba pluriform, baik secara sosial, agama, etnis,
kultur, dll. Mingkin di sana ia memahami hakekat sebuah agama, sebagai
salah satu dari aspek kehidupan (sekali lagi, salah satu, dan bukan satu
yang absolut) dan menempatkan skala nilai kehidupan secara lain
berdasarkan tuntutan kehidupan level Amerika atau Eropa, katakanlah
sesuai tuntutan kehidupan negara2 makmur. Dugaan terakhir adalah
beralasan dan masuk akal, karena bagaimana si Ekalaya bisa
mengintegrasikan diri ke dalam kultur Amerika secara benar dan mendalam
(inkulturasi), kalau harus menjalankan model kehidupan religiusnya yang
pada dasarnya tak mudah diperdamaikan dengan ala kehidupan Amerika.
Kalau saudara Sudirman sukses dalam proses inkulturasi dan integrasi
dalam ritme kehidupan orang2 Swedia karena mampu memperdamaikan corak
kehidupan agama sendiri dan corak kehidupan sosial Swedia, yang kata
Saudara "sekuler, maka saya angkat topi. Satu catatan penting: Orang
Eropa atau Amerika pada dasarnya anti orang2 yang tak ingin berintegrasi
(ingat konflik anti2 orang2 asing di Jerman, atas dasar lemahnya
inisiatif integrasi para imigran dan kuatnya kubu ke dalam dari para
imigran...). Integrasi di sini bukan seperti pepatah indonesia "kacang
lupa kulit"! Bukan! Integrasi sejauh nilai2 kehidupan dikaji secara
baru, inovatif dan kreatif, sehingga orang tidak menderita "shock of
cultur" karena telah 100% mengidentifikasikan diri dengan "sesuatu" dari
negara asal, dan sebagai pelarian, ia memasukan diri dalam kubu pribadi
yang semakin hari semakin parah, dan mengakibatkan klik dalam negara
asing. Akibat lanjutnya adalah penolakan dari masyarakat bersangkutan.
Rangkaian masalah kompleks ini mengundang rasa antipati negara-negara,
tempat kita tinggal untuk menggeneralisasikan tingkah para imigran yang
ingin membangun klik2 di dalam negaranya dan terkenal tak mampu
berintegrasi dan berinkulturasi. Saya yakin, Saudara Sudirman dan
Ekalaya pernah mengamati fenomen sosial ini di negara Anda masing2
dengan teliti. Sampai di sini kita sadar, bahwa hidup itu adalah sebuah
"sistem". Aspek yang satu tak terlepas dari aspek yang lain. Sebuah
problem sosial akan berdampak religius, politis, kulturel, dlll.
Baiklah. Agar tidak terlalu jauh keluar dari rel pembicaraan ini, saya
kembali kepada tema dasar polemik Anda berdua.

2. Anda berdua rajin menggunakan kata "sekuler dan religius". Polemik2
saudara menjadi absurd, karena Anda mengklaim "kata sekuler dan
religius" sebagai dasar dan bentuk negara. "Sekuker dan religius" adalah
dua kata sifat dan bukan kata benda. Ia memberikan warna dan bukan
mengubah wujud sebuah benda. Ambil saja contoh dalam skala politik.
Negara Austria adalah negara demokrasi. Agama dan Politik adalah dua
bagian terpisah, tapi itu bukan berarti bahwa negara Austria mengabaikan
kehidupan agama dan dengan itu, sifat negara ini menjadi sekuler. Bukan.
Keduanya memiliki hubungan akrab dan dapat berjalan secara damai. Negara
Austria  berbentuk Republik dan berfama demokrasi. Itu berarti, ia tidak
membasiskan diri atas agama tertentu, atau atas paham Sekularisme dalam
arti sempit. Saudara Sudirman mengidealkan sebuah negara (bukan negara
agama - sejauh saya mengerti!) yang bercorak agama (dengan rakyatnya
yang bertaqwah kepada Allah swt dan tekun menjalankan kaidah-kaidah dan
syariah2Nya), dan itu berarti belum ada ide untuk mendirikan sebuah
"negara Islam" di Indonesia. Minta maaf Saudara Bambang Ekalaya. Ini
tidak mungkin! Negara Indonesia adalah negara Pancasila dengan sistim
pemerintahan Demokrasi (tentu ala Indonesia - ala "Bapak, ala monggo,
ala ABS, ala tunggu dulu, dll...). Realitas kehidupan negara kita dengan
derajad pluriformitasnya yang tinggi tidak mungkin mengenakan paham yang
diduga pada diri Saudara Ahmad Sudirman di atas. Kalau memang ada
tendensi saudara Ahmad Sudirman ke arah itu (baru bersifat tendensi,
bukan sudah dalam proses dan tentu bukan realisasi), maka kita sudah
dengan tahu dan mau merencanakan sebuah proyek hitam, proyek keruntuhan
negara Indonesia. Dengan ide2 macam ini, kita mulai memotong akar negara
kita secara tahu dan mau dan meruntuhkan Beringin di dada dan
dikandungan Garuda Pancasila. Kita mulai menyusun tragedi kemanusiaan
pasca rentetan tragedi kemanusiaan akhir 1999. Kita mungkin belum puas
dengan rentetan tragedi masa silam? Mata kita belum puas menyaksikan
banjir darah sesama kita? Kita bukan bangsa teroris, bukan bangsa
kanibal, bukan bagsa pemecahbelah, bukan bangsa tak kenal damai. Kalau
kita sama2 mengklaim diri sebagai orang beragama (entah itu garis keras,
moderat atau musiman), maka kita tak akan merencanakan sesuatu yang
tidak diajarkan dalam agama, apalagi pembunuhan. Allah setiap agama
monotheis adalah Allah yang mencintai kehidupan dan bukan kematian,
apalagi dengan cara yang kita pernah laksanakan dan yang mungkin sedang
kita bayangkan. Absurd. Kita sebaiknya belajar dari negara Nigeria yang
pecah bulan lalu oleh karena upaya pihak tertentu untuk meletakkan
negaranya atas dasar faham keagamaan, yang pada dasarnya menentang
persatuan dan kesatuan bangsa, yah, seakan2 tak mengakui eksistensi
pihak lain; "menampung semuanya dalam satu periuk" (terjemahan pepatah
Jerman: Alles in einem Topf - atau "Alles unter einem Hut"). Saya
sendiri non Muslim dan sangat beragama. Saya mencintai realitas
kehidupan sebuah negara yang bersifat multi. Agama saya, yang adalah
cuma sebuah dimensi kehidupan, saya anuti dan menjalankan ajaran2nya,
tanpa pandangan sempit, tanpa tendensi hegemoni, tanpa tendensi politis,
karena semuanya ini adalah ancaman dan bahaya besar bagi kemanusiaan.
Dan memang Agama saya tidak mengajarkan hal2 demikian. Ia mencintai
nilai2 kemanusiaan dan cinta damai. Berhadapan dengan sistim kehidupan
Eropa yang serba liberal dan "sekuler", terminus akrab Anda berdua, saya
samasekali tidak menjadi lebih introvert, justru sebaliknya, karena saya
melihat Agama dan kepercayaan saya sebagai satu dari dimensi kehidupan
penting seorang manusia dan tidak ada tendensi untuk
mengideologisasikannya. Agama saya ingin saya anuti dengan serius sambil
memperhatikan aktualisasinya dalam kehidupan sosial. Kalau kita
realistis, ada terlalu banyak tema penting yang harus dibicarakan dan
dicari penyelesaiannya. Tema seputar "sekuler dan religius" dalam
polemik sampai mengecam kedua belah pihak sampai habis2an, tidak
bermanfaat bagi perkembangan kemanusiaan.

3. Negara kita kini pelan2 menikmati ketenangan, walau belum merata.
Presiden Wahid, Megawati dan Aparat Pemeerintahannya berfungsi. Sebagian
besar masyarakat puas. Mulai dihitung2 keberhasilan awal. Marilah kita
mendukung dan tidak mencari ide-ide baru terciptanya konflik baru di
Persada Ibu Pertiwi.
Pluralitas negara kita tidak akan menjadi semakin kecil, malah akan
lebih besar. Segala upaya untuk sengaja menutup mata terhadap realitas
ini dan menerapkan sesuatu yang pada dasarnya merong-rong HAM dalam
relaitas pluriformitas di atas, adalah absurd. Hasilnya adalah
keruntuhan terencana, kehangusan yang diinstusionalisasi. Tanggapan Anda
saya nanti dengan sabar.

Markus Solo
University of Innsbruck
Austria

------------------------------------------------------------------------
Menuju Indonesia Baru Yang Bebas NKK dan Bermartabat !

Posting : [EMAIL PROTECTED]
Bergabung : [EMAIL PROTECTED]

------------------------------------------------------------------------
@Backup- Protect and Access your data any time, any where on the net.
Try @Backup FREE and recieve 300 points from mypoints.com Install now:
http://click.egroups.com/1/2345/5/_/2629/_/952996274/

eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/korps-pemilih
http://www.egroups.com - Simplifying group communications

--------------3DDDD75D3DD6E34945B00126--

--------------3C66464B7AF8C5C77612F8F4--

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Mar 2000 jam 02:10:16 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke