----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

TANGAN MEGA SELAMATKAN MAX

Pangdam  VIII  Pattimura  Brigjen  TNI  Max  Tamaela  urung digusur. Wapres
Megawati Soekarnoputri mempertahankannya. Kenapa"

Brigjen  TNI  Max  Tamaela    boleh  tersenyum.  Rencana  TNI  AD menggeser
posisinya  sebagai  Pangdam  VIII Pattimura, seperti yang ramai dibicarakan
beberapa  waktu  lalu urung dilaksanakan. Pengumuman mutasi yang melibatkan
74  Perwira  Tinggi  (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) TNI yang dibacakan
Kapuspen  TNI,  Marsda  (TNI)  Graitno  Usodo  sama  sekali  tidak menyebut
namanya.

Keputusan ini tentu saja diterima dengan dada sesak oleh umat Islam Maluku.
Betapa  tidak,  merekalah  yang  rajin  menuntut  agar Jenderal Max diganti
dengan  perwira  lain  yang  bisa bersikap netral dalam menyikapi kerusuhan
agama yang berlangsung di bumi seribu pulau itu.

Sebagai  pemegang  kendali keamanan di Maluku, menurut Sekjen Majelis Ulama
Indonesia  Ambon,  Malik  Selong, Max dianggap tidak adil. Sebagai penganut
agama Kristen, Max terlalu berpihak kepada golongan agamanya sendiri. Dalam
soal  penempatan  pasukan  misalnya.  Di  daerah  muslim  tiap  50 meter di
tempatkan  aparat  keamanan.  Sedangkan,  di  daerah Obet (Kristen), mereka
bebas  berkeliaran tanpa penjagaan dari aparat keamanan. Begitu juga ketika
pejabat-pejabat  Islam  yang  berpangkat Letkol diusir dari asrama militer,
Max  kabarnya membiarkan hal itu terjadi. "Seharusnya Max Tamaela diganti,"
keluh Malik.

Tuntutan  serupa  juga  datang  dari  umat  Islam di Maluku Tengah. Seorang
aktivis  Partai  Kebangkitan  Bangsa  (PKB)  Maluku  Tengah bertutur kepada
SABILI  ihwal  keberpihakan Max kepada kelompok merah. "Tentara Islam tidak
boleh  bawa senjata, sementara tentara Kristen diperbolehkan. Ini kan tidak
adil," katanya.

Berita-berita  seperti  ini  sebenarnya  bukan tidak sampai ke Panglima TNI
atau  Kepala  Staf  AD.  Dua  petinggi  TNI  itu  sebenarnya ingin memenuhi
tuntutan  masyarakat muslim Maluku. Karenanya, nama Max disebut-sebut bakal
masuk gerbong Pati yang dimutasi.

Namun Penanggung Jawab Penyelesaian masalah Ambon dan Aceh, Wapres Megawati
Soekarnoputri  tiba-tiba  saja  meminta  kepada presiden Gus Dur agar tidak
melakukan  penggantian  pejabat  di  Maluku.   Alasannya, situasi di Maluku
berangsur-angsur   mulai   membaik.   Jika  dilakukan  penggantian  pejabat
dikhawatirkan akan menimbulkan konflik baru.

Menanggapi   permintaan   Megawati   itu,   Presiden   meminta   agar  Mega
mendiskusikannya  dengan  Panglima TNI dan KSAD. Dan hasil dari diskusi itu
membuat Max bisa bernafas lega. Posisinya tetap dipertahankan.

Dalam  penjelasannya  kepada SABILI, KSAD Jenderal TNI Tyasno Sudarto tidak
menampik adanya saran dari pihak luar dalam penggantian perwira TNI. "Salah
satu  pertimbangan  TNI dalam hal ini adalah adanya pertimbangan dari luar.
Masukan  bisa  dari  Presiden,  Wapres,  juga  tokoh-tokoh  lainnya," jelas
Tyasno.   Selain  karena  masukan  dari  luar  (baca: Wapres), alasan tetap
dipertahankannya   Max   karena   perkembangan  kasus  Maluku  yang  sedang
ditanganinya  cukup  baik. Benarkah"  "Siapa bilang situasi Maluku membaik.
Maluku secara umum belum terkendali. Di Pulau Bacan dan Pulau Buru beberapa
waktu lalu terjadi gejolak lagi," tandas Malik Selong.

Karena  kondisi  keamanan  yang masih tidak stabil, umat Islam Maluku tetap
bertekad  menuntut Max diganti. Penggantinya" Malik mengusulkan Dewa Astika
yang  beragama Hindu. "Supaya jangan mengecewakan saudara-saudara kita yang
Kristen," imbuh Malik.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Mar 2000 jam 15:08:32 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke