----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Tuduhan Presiden soal Pangdam yang Himpun Kekuatan
Sudi Silalahi Bantah Anti-Gus Dur

Rabu, 15 Maret 2000
SURABAYA - Jawa Pos

Tuduhan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bahwa ada Pangdam yang
menghimpun kekuatan untuk memusuhinya membuat gerah Pangdam V/Brawijaya
Mayjen TNI Sudi Silalahi. Kepada Jawa Pos yang menemui dia di kediaman
Jalan Raya Darmo 100 tadi malam, Sudi bersumpah tidak pernah melakukan kegiatan
seperti yang dituduhkan Gus Dur itu.''Berdosalah kalau saya mempunyai niat
jelek seperti itu kepada presiden. Tapi kalau itu merupakan fitnah, saya
menyerahkannya kepada Yang Mahakuasa saja. Allah Maha Mengetahui apa yang
diperbuat hamba-Nya,'' katanya.

Dalam acara Secangkir Kopi yang disiarkan secara langsung dan interaktif
oleh TVRI kemarin, Gus Dur mengatakan bahwa dia mengetahui ada Pangdam yang
menyusun kekuatan untuk memusuhinya. ''Saya mengetahui itu. Tetapi, saya
tidak takut. Karena apa? Karena rakyat ada di belakang saya. Kalau (kita)
mendapatkan dukungan rakyat, tidak perlu takut terhadap siapa pun.''

Dalam acara yang dikemas ala Kelompencapir itu, Gus Dur menerima pertanyaan
dari pemirsa di berbagai wilayah Indonesia melalui telepon. Salah seorang
penanya, Didik Suyadi, dari Sukamangu, Bangil, Pasuruan, menanyakan kepada
Gus Dur mengenai sinyalemen bahwa ada kelompok-kelompok yang menghimpun
kekuatan untuk merongrong Gus Dur.

Gus Dur bereaksi dengan menyatakan bahwa dia sudah mengetahui hal itu,
bahkan menengarai ada Pangdam yang menghimpun kekuatan untuk memusuhinya.

Sudi Silalahi mengaku terkejut karena pernyataan Gus Dur itu. Menurut dia,
bila tuduhan Gus Dur itu dialamatkan kepada dirinya, hal itu sama sekali
tidak benar. Dia merasa ada yang memfitnah dengan memberikan masukan
semacam itu kepada presiden. ''Saya tidak yakin kalau ada Pangdam yang beriktikad
jelek seperti itu kepada Presiden Gus Dur,'' katanya.

Pangdam kelahiran Batak yang mahir berbahasa Jawa halus ini mengaku sangat
menjunjung tinggi pemerintahan Gus Dur. Sebab, selain legitimate,
pemerintah Gus Dur ini demokratis. ''Anda sebagai wartawan yang biasa meliput di kodam
kan mengetahui sendiri apa yang pernah saya perbuat. Kan tidak pernah saya
menjelek-jelekkan pemerintah,'' tuturnya.

Ketika tadi malam Jawa Pos mengontaknya untuk minta waktu bertemu, Sudi
langsung tanggap. ''Wah ini pasti kaitannya dengan yang disampaikan Gus Dur
di televisi tadi,'' terkanya.

Dia menerka demikian karena yang bertanya kepada Gus Dur itu adalah warga
Jatim. Memang, pertanyaan itu tidak menyebut nama Pangdam, apalagi Pangdam
V/Brawijaya. ''Tapi, karena yang bertanya dari Jatim, pasti orang
mengaitkannya dengan Pangdam di sini,'' jelasnya.

Karena khawatir ada informasi-informasi yang tidak benar, Sudi Silalahi pun
langsung telepon ke Jakarta. Dia menyampaikan kepada Wakil Panglima TNI
Letjen TNI Fachrul Razi dan KSAD Jenderal Tyasno Sudarto mengenai dialog di
TVRI itu. ''Saya melaporkan kepada KSAD mengenai hal itu karena yang
bertanya itu warga Jatim. Saya menyampaikan, sangatlah berlebihan kalau
Pangdam V/Brawijaya yang dituduh demikian,'' tuturnya.

''Demi Allah, saya tidak pernah melakukan hal itu. Tapi, kalau ada orang
yang memfitnah demikian, saya pun siap dipecat sekarang juga,'' tegasnya.

Tuduhan itu muncul karena Anda dekat dengan Wiranto? Menurut Sudi, dia
dekat dengan Wiranto karena saat itu Wiranto pimpinan TNI dan Sudi stafnya.
''Saya stafnya. Bagaimana tidak dekat? Tapi, kedekatan itu jangan diartikan
negatif. (Itu sebatas) hubungan sebagai pimpinan dan bawahan,'' tuturnya.

Tapi, setelah pimpinan TNI dijabat Laksamana Widodo, dia pun mengaku harus
tunduk kepada Widodo, bukan lagi kepada Wiranto. Sebab, Widodo merupakan
pimpinan saat ini. Prajurit haruslah loyal kepada pimpinannya, termasuk
kepada Pangti. ''Buktinya, setelah Pak Wiranto tidak jadi panglima TNI,
sayapun tidak pernah berkomunikasi lagi,'' tegasnya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Mar 2000 jam 15:09:34 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke