---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Antara, 14 Maret 2000 RI BUKAN BIANG KEROK SEMUA PERMASALAHAN DI PERBATASAN NTT-TIMTIM Denpasar, 14/3 (ANTARA) - Kapuspen TNI, Marsda TNI Graito Usodo menegaskan, Indonesia bukan biang kerok bagi segala permasalahan yang terjadi di perbatasan NTT-Timtim, seperti yang dituduhkan pihak luar negeri terutama kalangan pers asing. Penegasan itu disampaikannya saat singgah di bandar udara Ngurah Rai, Denpasar, Selasa sebelum melanjutkan perjalanan ke Atambua (Nusa Tenggara Timur) untuk mengadakan peninjauan terhadap situasi dan kondisi kamtibmas di daerah perbatasan itu. "Dari kacamata media massa asing baik cetak maupun elektronik, Indonesia adalah biang kerok bagi setiap permasalahan yang terjadi di perbatasan NTT-Timtim. Mereka juga menilai Indonesia seolah-olah tidak menepati janji atau mengabaikan semua kesepakatan yang telah ditetapkan antara pemerintah RI dengan UNTAET," ungkapnya dengan nada menyayangkan. Hampir di setiap halaman surat kabar terbitan asing, terutama pers Australia, menyiarkan, segala permasalahan dan insiden yang terjadi di perbatasan mulai dari masalah pengungsi hingga tertembaknya pesawat penjaga perdamaian PBB, UNTAET, seolah-olah itu merupakan kesalahan Indonesia, yang dianggap tidak `becus` mengelola persoalan di perbatasan, tandas Graito. Masalah dan berbagai insiden yang terjadi di perbatasan, lanjut Kapuspen, merupakan persoalan dan tanggung jawab yang harus dipikul bersama, baik oleh TNI maupun UNTAET. "Jadi tidak bisa dikatakan bahwa hanya Indonesia yang menjadi biang kerok atas segala persoalan yang terjadi di perbatasan," tegasnya. Untuk itu, Indonesia termasuk TNI ingin menunjukkan kepada masyarakat internasional, bahwa Indonesia serius dan konsisten untuk mengelola segala persoalan yang muncul di perbatasan, mulai dari aspek ekonomi, sosial dan budaya, sampai ke masalah politik yang diawali dengan kunjungan Presiden Gus Dur ke Bumi Lorosae, beberapa waktu lalu, ungkap Graito. "Kunjungan presiden tersebut merupakan salah satu respon dari Indonesia menanggapi berbagai laporan baik resmi maupun tidak resmi dari Komandan UNTAET, Letjen Jaime de los Santos, mengenai berbagai aksi dan insiden yang terjadi di daerah perbatasan belakangan ini," tambah Kapuspen. Bahkan, lanjut Graito, Panglima TNI, Marsekal TNI Widodo AS langsung memberikan pengarahan kepada Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Kiki Syahnakri untuk mengambil tindakan dan langkah-langkah tertentu guna menanggulangi kemungkinan terjadinya kembali berbagai gejolak di perbatasan. "Sikap konsisten dan keseriusan Indonesia dalam menangani masalah di perbatasan ditindaklanjuti dengan akan dilakukannya pertemuan antara Pangdam IX/Udayana dan Komandan UNTAET, untuk melakukan koordinasi dalam mengelola segala persoalan di perbatasan," ucap Kapuspen. Hasil koordinasi tersebut akan dijadikan titik tolak bagi kerjasama operasional dan kegiatan-kegiatan taktis operasional antara keduabelah pihak, di samping Panglima Udayana akan memberikan pengarahan kepada seluruh aparat keamanan untuk menindaklanjuti kesepakatan yang telah ditetapkan bersama Letjen Jaime de los Santos, kata Graito. (U.DPS-RU-DPS-05/DPS-02) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Mar 2000 jam 08:48:00 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
