---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Presiden Punya Bukti Pangdam yang Susun Kekuatan Giliran Hakim Agung "Diacak-acak" Gua Dur Jakarta, Jawa Pos Presiden KH Abdurrahman Wahid mengemukakan, ia mempunyai bukti atas pernyataannya bahwa ada satu Pangdam yang "sedang menyusun kekuatan" guna "mempreteli Gus Dur". "Nyatanya saya bisa nyebutkan di hotel mana, jam berapa, siapa yang datang dan apa yang dibicarakan. Saya tahu. Saya berani ngomong begitu karena ada buktinya," ujar Gus Dur dengan nada tinggi dalam dialog dengan jamaah usai sholat Jumat di Masjid Al Munawarah di komplek kediaman pribadi Gus Dur, Ciganjur, Jakarta. Menurut Kepala Negara, ia memang membeberkan pendapatnya itu di koran karena Presiden berpendapat harus berterus terang dalam menangani berbagai masalah. "Itu kemarin saya ngomong umpamanya tentang Pangdam yang ngacak-ngacak. Koran bilang itu tidak bijaksana. Saya buka saja semuanya biar rakyat tahulah," kata Gus Dur. Presiden mengatakan, kalau ada yang membantah "tidak" atas pernyataannya itu maka Kepala Negara menyebut "biar saja" sebab nyatanya Gus Dur mengetahui keadaan itu adalah benar. Namun begitu, Presiden tetap tidak mau menyebut nama Pangdam tersebut. "Kenapa, karena saya berpendapat orang itu baik. Jadi kasih kesempatan, istilahnya, memperbaiki kesalahan," katanya. "Mudah-mudahan dengan pernyataan di muka umum ini dia memperbaiki kesalahan. Kalau baik nanti sampai waktu tertentu kita biarkan, jalan terus. Tapi kalau sampai waktu tertentu masih jelek, masih bikin begitu lagi, out... Saya tidak main-main dalam hal ini," kata Gus Dur. Mahkamah Agung Pada kesempatan itu Kepala Negara juga menyebutkan rencana pemerintah untuk membenahi Mahkamah Agung banyak mendapat tanggapan, bahkan "sampai ada yang marah" atas pencalonan Benyamin Mangkudilaga sebagai Ketua Mahkaman Agung. Menurut Gus Dur, Hakim Agung saat ini memang sedang "diacak-acak" pemerintah karena hal itu dianggap perlu mengingat "rakyat juga tahu, banyak Hakim Agung yang curang". "Makanya dari mereka perlu dicari orang-orang yang jujur untuk masuk (jadi Ketua MA). Nah begitu aja dimarahin," kata Gus Dur dalam dialog yang dipandu Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden Wahyu Muryadi. "Itu kan baru usul. Usul kan belum tentu diterima oleh DPR," kata Gus Dur sambil menambahkan persoalan tersebut adalah salah satu contoh betapa keadaan di negara ini masih serba susah. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Mar 2000 jam 15:42:45 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
