----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------
WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.
---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 20 Maret 2000 16:40 UTC

** TRIBUNAL YUGOSLAVIA MULAI ADILI PELAKU PEMERKOSAAN MASSAL PERANG
BOSNIA

** MERJER BURSA-BURSA AMSTERDAM, BRUSSEL DAN PARIS DIRESMIKAN

** TOPIK GEMA WARTA: GABUNGAN KELOMPOK ISLAM DAN TNI DAPAT GULINGKAN
GUS DUR

** TOPIK GEMA WARTA: BAGAIMANA DI ACEH PASCA PERTEMUAN BONDAN DAN
PANGLIMA GAM ABDULLAH SYAFII ?

** PRESIDEN BARU TAIWAN SERUKAN DIALOG DENGAN PEMIMPIN CINA

* TRIBUNAL YUGOSLAVIA MULAI ADILI PELAKU PEMERKOSAAN MASSAL PERANG
BOSNIA

Senin ini untuk pertama kali Tribunal Yugoslavia di Den Haag
mengawali proses mengadili para pelaku pemerkosaan massal di masa
perang Bosnia. Ketika pasukan Bosnia-Serpska merebut kota Foca Bosnia
Tenggara tahun 1992, mereka secara terorganisir memperkosa para
perempuan di sana. Sebagian besar korban, perempuan Kroasia dan
Muslim, hingga saat ini masih mengalami penderitaan fisik dan trauma
metal. Senin ini tiga pria Srpska-Bosnia dihadapkan Tribunal
Yugoslavia dengan tuduhan bertanggung jawab atas pelecehan seksual
terhadap perempuan.  Tribunal Yugoslavia menggolongkan pemerkosaan
terorganisir sebagai tindakan kejahatan perang.

* MERJER BURSA-BURSA AMSTERDAM, BRUSSEL DAN PARIS DIRESMIKAN

Senin ini merjer antara bursa-bursa Amsterdam, Brussel dan Paris
diresmikan di London. Gabungan bursa-bursa Eropa tersebut diharapkan
mulai berfungsi September mendatang dengan nama Euronext. Dengan ini
maka Bursa Efek London adalah yang terbesar di Eropa. Di Bursa
Euronext London akan tampil 1300 perusahaan.  Saham yang
diperjualbelikan pada bursa Euronext London akan mencapai 2,4 trilyun
dolar. Di masa mendatang bursa Paris hanya memperdagangkan
saham-saham utama. Di Brussel saham kecil dan menengah. Sementara di
Amsterdam akan menjadi pusat  pedagangan opsi yaitu andil barang dan
jasa yang akan dihasilkan di masa depan. Sejumlah pengamat
memperkirakan merjer bursa-bursa Amsterdam, Brussel dan Paris akan
merangsang bergabungnya bursa-bursa Eropa lain.

* SRI PAUS AWALI LAWATAN DI TANAH SUCI

Paus Yohannes Paulus II, Senin ini mengawali lawatan ke Tanah Suci.
Ia merupakan pemimpin Vatikan pertama dalam 36 tahun yang berkunjung
ke kawasan itu. Setibanya di ibukota Yordania, Amman Sri Paus
bertolak ke Gunung Nebo, yang menurut sejarah tempat Nabi Musa
menentukan letak tanah terjanji. Senin malam Paus bertemu Raja
Yordania Abdullah. Beberapa hari mendatang ia akan mengunjungi Israel
dan Palestina. Di Timur Tengah Sri Paus mendapat pengawalan yang
sangat ketat. Kelompok ekstrimis Yahudi mengumumkan aksi demonstrasi
menentang kedatangan pemimpin  gereja Katolik Roma tersebut.

* AKHIR PEKAN INI CLINTON BICARA DENGAN PRESIDEN SURIAH ASSAD

Akhir pekan mendatang Presiden Bill Clinton mengadakan pertemuan
dengan Presiden Suriah Hafez al-Assad. Kedua pemimpin akan bertemu di
Jenewa Swis, menjelang dilanjutkannya perundingan Israel-Suriah yang
sempat buntu. Setelah hampir empat tahun menemui jalan buntu,
Desember silam Israel dan Suriah melanjutkan kembali pembicaraan.
Namun belum sebulan berbicara, perundingan sudah macet lagi. Suriah
antara lain menuntut pengembalian sepenuhnya dataran tinggi Golan.
Sementara Israel pada gilirannya menghendaki cadangan air dataran
Golan, danau Tiberia. Sumber air paling penting bagi negara Yahudi.
Selasa besok para juru runding Israel dan Suriah diharapkan mulai
berunding kembali.

* POLISI SYDNEY TANGKAP SEORANG YANG BERMAKSUD MEMBUNUH RATU
ELIZABETH

Poisi Sydney Australia menangkap seorang pria bersenjata yang dituduh
berupaya membunuh Ratu Inggris Elizabeth.  Pria tersebut diketahui
membawa pisau tajam sepanjang 20 sentimeter di balik bajunya. Ia
ditangkap ketika berupaya menerobos barikade aparat  gedung kongres,
tempat Ratu Elizabeth akan berpidato satu jam kemudian. Ratu Inggris
yang secara resmi juga kepala negara Australia, Jum'at silam
mengawali kunjungan resmi 16 hari di negeri Kangguru.

* SENIN INI PRESIDEN CLINTON DARI INDIA MENUJU BANGLADESH

Presiden Amerika Serikat Bill Clinton Senin ini dari India menuju
Bangladesh. Clinton antara antara lain akan bertemu Perdana Menteri
Sheikh Hasina Wajjed dan pemimpin oposisi Begum Khaleda Zia. Inilah
yang pertama kali seorang presiden Amerika mengunjungi Bangladesh,
sejak negara itu memisahkan diri dari Pakistan, tahun 1971. Di sana
Clinton dijadwalkan akan memberi bantuan  tambahan bagi Bangladesh,
terutama pada bidang pangan dan proyek pembangkit energi. Kunjungan
presiden Amerika ke desa Joypura dibatalkan pada saat terakhir.
Menurut Gedung Putih, penerbangan helikopter menuju dusun tersebut
tidak aman.  Beberapa hari mendatang Presiden Clinton melanjutkan
lawatannya di India dan akan mengadakan kunjungan singkat di Pakistan
sebelum bertolak kembali ke Amerika. Lawatan Clinton ke Asia Selatan
ini terutama ditujukan untuk mengendurkan ketegangan antara dua
negara jiran pemilik senjata nuklir, Pakistan dan India.

* GABUNGAN KELOMPOK ISLAM DAN TNI DAPAT GULINGKAN GUS DUR

Oposisi terhadap pemerintahan Gus Dur nampaknya akan muncul dari
kalangan-kalangan pendukung Habibie, Wiranto dan Soeharto. Mungkin
sekali, pada Sidang Badan Pekerja MPR Agustus mendatang akan terjadi
revolusi. Itulah yang sekarang nampaknya menyibukkan Gus Dur.
Koresponden Syahrir melaporkan dari Jakarta:

KSAD Jenderal Tyasno Sudarto menganjurkan agar TNI melakukan
introspeksi tentang adanya Pangdam yang nakal. Hal ini dinyatakan
Kasad di Ujung Pandang pada saat upacara timbang terima Pangdam VII
Wirabuana dari Mayjen Agus Wirahadikusumah kepada Brigjen Slamet
Kirbiantoro kemarin. Tyasno mengatakan: "Marilah kita, terutama
Angkatan Darat, membuat evaluasi dan introspeksi pernyataan Presiden
itu. Tindakan internal bukan hanya pada Pangdam tetapi seluruh
perwira angkatan darat." Ia juga menjelaskan sudah menanyakan soal
sinyalemen tersebut kepada Gus Dur. Tetapi KSAD tidak mau
mengungkapkan siapa Pangdam yang nakal itu. Gus Dur sendiri kemarin
mengemukakan bahwa ia sudah menyerahkan masalah pembinaan Pangdam
yang mbalelo kepada Jenderal TNI Wiranto. Gus Dur minta Wiranto
mengingatkan pangdam tersebut agar tidak berbuat macam-masam lagi.
"Saya sudah pesan kepada Pak Wiranto supaya mengatakan kepada dia
agar  tidak berbuat macam-macam. Karena itu, kepada dia, selama masih
bisa diperbaiki silakan memperbaiki diri", katanya usai membuka
Konferensi nasional membangun Indonesia baru.

Konferensi ini diselenggarakan oleh ikatan alumni Lemhanas di
Jakarta. Mereka umumnya merupakan mantan loyalis Soeharto. Di antara
yang hadir nampak para bekas menteri seperti Mien Sugandhi, Fahmi
Idris dan Wiranto sendiri. Ketika keluar gedung, Gus Dur nampak
menyalami Wiranto.  Menko Polkam non aktif itu sempat kelihatan
terkejut ketika namanya disebut Gus Dur. Tetapi Gus Dur yang tidak
bisa melihat ekspresi wajah Wiranto tetap tenang-tenang saja. Waktu
ditanya wartawan Wiranto menjelaskan ia justru mendekati Gus Dur
untuk menanyakan siapa sebenarnya Pangdam yang dimaksudkan Gus Dur
itu. Ucapan Gus Dur ini oleh kalangan politik yang hadir di sana
dianggap sebagai cara Gus Dur untuk membuka kepada masyarakat siapa
sesungguhnya yang bermaksud memretelinya.

Beberapa hari sebelumnya Gus Dur mengunjungi Ali Sadikin. Tokoh
oposisi semasa Soeharto itu didampingi Kemal Idris dari Barnas. Kemal
Idris adalah mantan Pangkostrad yang dahulu digeser Soeharto dan
setelah puluhan tahun berdagang, tiba-tiba mendampingi Ali Sadikin
dalam mengkritik Habibie. Mereka bersama beberapa orang yang dahulu
mendukung Soeharto, seperti Rachmat Witoelar, membentuk Barnas atau
Barisan Nasional. Gus Dur, setelah merangkul Soeharto kembali, kini
mengimbanginya dengan mendatangi Ali Sadikin bersama dengan
Sekretaris Kabinet Marsillam Simanjuntak. Marsillam yang pernah
ditahan dua tahun pada 1974, dekat dengan Ali Sadikin. Marsillam
menentang Soeharto sejak tahun 1970. Sedangkan Ali Sadikin yang
tadinya anggota Golkar, mulai beroposisi tahun 1980. Maka tidaklah
mengherankan jika orang menduga Gus Dur mengunjungi Ali Sadikin
karena diminta Marsillam untuk menentramkannya.

Seorang yang dekat dengan Ali Sadikin, Prof. Dr. Deliar Noer, pekan
lalu mengatakan, Gus Dur telah banyak melakukan langkah-langkah
kontraproduktif. Menurut Deliar Noer, selama ini Gus Dur tidak
dibekali kewajiban dan program tertentu oleh yang mencalonkannya
sebagai presiden. Maka dia seakan-akan mendapat mandat kosong yang
dia isi sendiri. Dan ini tidak pada tempatnya. Ditambahkannya pula
bahwa kabinet Gus Dur seolah-olah kabinet bagi-bagi kursi saja.
Pembagian ini bisa jadi memang memuaskan partai-partai tetapi yang
jelas tidak memuaskan rakyat. Misalnya di bidang ekonomi lebih
menekankan kepada pengusaha-penguasa besar dan tidak pada koperasi.
Koperasi bahkan diletakkan pada bidang Kesra, bukan pada bidang
Ekuin. Padahal, pendiri republik ini menempatkan koperasi sebagai
salah satu bidang usaha yang dijadikan soko guru pada bidang
perekonimian, kata koordinator partai-partai Islam itu.

Gus Dur nampaknya akan mengalami kesulitan jika gerakan-gerakan Islam
menyatu dengan militer yang mbalelo. Sementara tokoh Islam sudah
mengancan akan muncul revolusi rakyat pada bulan Agustus nanti pada
saat Sidang Badan Pekerja MPR. Kemarin, beberapa jam setelah Gus Dur
berbicara di depan alumni Lemhanas, Al Chaidar, seorang tokoh muda
Islam, membaca makalahnya di depan anggota-anggota Indemo. Isinya
adalah bagaimana ummat Islam menilai pemerintahan Gus Dur. Beathor
Suryadi yang hadir pada diskusi di kantor Indemo Jalan Lautze itu
mengatakan bahwa diskusi ini digelar untuk melihat bagaimana posisi
ummat Islam dalam percaturan politik saat ini. Al Chaidar yang
bersama Eggy Sudjana pernah dilibatkan polisi dalam kasus pembakaran
gereja-gereja di Mataram itu, demikian Beathor, tampak sangat kritis
terhadap pemerintahan Gus Dur. Al Chaidar adalah pembicara ketiga di
Indemo dalam dua bulan terakhir ini. Sebelumnya, di Indemo itu telah
pula berbicara pembela Wiranto, Dr. Adnan Buyung Nasution, dan mantan
Menteri Agama pemerintahan Habibie, Malik Fajar.

Melihat perkembangan akhir-akhir ini ada yang mengatakan, Gus Dur
masih harus membereskan sisa-sisa perwira pendukung Wiranto, Habibie
dan Soeharto. Lalu ia harus bersilahturami ke rumah-rumah para
pemimpin Islam. Setelah itu barulah ia bisa berkonsentrasi memerangi
kemiskinan, menurunkan harga-harga, memberikan bantuan-bantuan
strategis kepada si kecil dan terutama menciptakan lapangan
pekerjaan. Inilah menurut lawan-lawan Gus Dur yang tidak mampu
dilaksanakan kyai intelektual itu. Bersilahturami dan melawak memang
lebih mudah ketimbang segera menghentikan penderitaan rakyat.

* BAGAIMANA DI ACEH PASCA PERTEMUAN BONDAN DAN PANGLIMA GAM ABDULLAH
SYAFII ?

INTRO:
Aceh kembali bergolak. Sesudah pertemuan Pejabat Sementara Sekretaris
Negara Bondan Gunawan dengan Panglima GAM Abdullah Syafii, aparat
keamanan mengadakan penyisiran di Pidie. Keadaan semakin mencekam,
demikian Mohammad Nazar - Ketua SIRA - Sentra Informasi untuk
Referendum Aceh.

Mohammad Nazar [MN]: Iya memang pasca pertemuan tersebut, kami
menerima laporan dari tim kita di lapangan memang, aparat keamanan
itu beberapa truk malah dilengkapi lagi dengan panser itu melakukan
penyisiran-penyisiran ke kawasan pertemuan tersebut, khususnya
desa-desa yang dekat di sana yaitu di kecamatan Gelempang Tiga
kabupaten Pidie. Sehingga masyarakat sangat khawatir dan telah
terjadi satu kondisi
yang kontra produktif artinya sebelumnya seolah-olah Jakarta ingin
melakukan negosiasi tapi ternyata kekerasan tetap menjadi andalan
pihak militer. Nah ketidakmampuan pemerintah Gus Dur menghentikan
kekerasan negara yang diorganisir oleh militer, saya kira, sampai
sekarang memang masih terjadi di Aceh dan sangat membahayakan situasi
untuk proses penciptaan perdamaian.

Radio Nederland [RN]: Menurut laporan rekan-rekan anda dari Pidie,
warga-warga sipil diperlakukan bagaimana, dalam penyisiran itu?

MN: Aparat keamanan melakukan, apa namanya, penakutan-penakutan dan
meneror warga masyarakat dengan menanyakan dimana Abdullah Syafii,
malah ada yang kena pukul. Dan ini sebenarnya sudah menjadi kerja
harian aparat keamanan di Aceh, masalah pukul-memukul terhadap warga
sipil itu kemudian peculikan dan saya kira itu sudah kejadian harian.
Cuman ada yang dilakukan secara terbuka, ada yang dilakukan secara
tertutup, seperti penculikan.

RN: Dari pihak GAM juga melakukan hal yang sama. Dalam arti mereka
juga menyiksa dan meteror warga-warga sipil di sekitar Pidie. Apa
benar demikian?

MN: Saya melihat dan saya sangat percaya bahwa tidak mungkin orang
Aceh itu akan menteror orang Aceh dan akan membunuh orang Aceh.
Hingga saat ini saya kira GAM itu masih tetap bersikap baik terhadap
orang Aceh. Itu kan bagi mereka tidak boleh melakukan hal-hal yang
tidak baik karena akan mempengaruhi perjuangan mereka. Nah untuk
mencari dukungan mereka tentu berprilaku yang baik. Nah karena itulah
mungkin aparat keamanan menjadikan warga sipil juga sebagai sasaran
mereka, warga sipil yang bukan GAM. Hanya mungkin partisipan atau
mendukung GAM, nah karena itu saya fikir apa yang diisukan itu, saya
lihat di lapangan itu tidak ada. Tetapi kalau mungkin dulu ada kontak
senjata antara GAM dengan aparat yah itu adalah hal yang biasa itu
dalam, apa namanya, dalam peperangan atau politik. Ingin memperoleh
kemerdekaan seperti ini.

RN: Jadi anda melihat, setelah pertemuan Bondan Gunawan dengan
panglima GAM, Tengku Abdullah Syafii tidak membuahkan hasil apa-apa,
dalam arti kondisi di Aceh tetap tidak kondusif untuk suatu
penyelesaian rekonsiliasi yang baik antara Aceh dengan pemerintah RI?

MN: Ya, saya melihat memang itu tidak cukup selektif untuk melakukan
perundingan, ya paling-paling mungkin secara implisit memang ada
untungnya, artinya pemerintah Gus Dur mengakui GAM sebagai gerakan
politik yang memperjuangkan, itu pertama. Kemudian keuntungan lainnya
mungkin disisi kemanusiaan hanyalah bahwa Bodan selaku utusan
presiden Gus Dur itu sudah melihat sendiri bagaimana tindak kekerasan
yang dilakukan oleh aparat keamanan, bagaimana arogannya. Sehingga
dia sendiri sempat menyatakan itu seperti "aparat keamanan pakaian
anting-anting, apa-apa-an ini". Saya kira ini mungkin kalau Bondan
laporkan ini adalah kondisi yang sebenarnya ada, tapi untuk sebuah
proses diplomasi atau negosiasi politik  saya kira belum, itu baru
permulaan yang sangat kecil.

Dan bagi kami khususnya SIRA, itu selaku organisasi yang
mengorganisir perjuangan, perlawanan melalui perjuangan referendum
itu tetap melihat negosiasi apapun yang akan dilakukan oleh Jakarta
dengan rakyat Aceh termasuk Gerakan Aceh Merdeka, termasuk
permasalahan referendum itu harus menyentuh persoalan-persoalan yang
essensial seperti krisis politik dan krisis kemanusiaan. Dan kami
tetap melihat kalau untuk melakukan negosiasi itu membutuhkan kepada
mediasi pihak ketiga, begitu. Tidak bisa dilakukan begitu saja. Jadi
perlu dibawa ke meja perundingan dan ada pihak ketiga, itu baru bisa
dikatakan perundingan akan jalan, mungkin.

RN: Demikian Mohammad Nazar, ketua SIRA dari Banda Aceh. Bagaimana
dengan aparat keamanan di Pidie? Radio Nederland menghubungi Kepala
Polisi Daerah, Kapolda, Daerah Istimewa Aceh, Brigjen (Pol)
Bachrumsyah Kasman. Memang ada kekacauan pasca kunjungan Bondan tapi
tidak ada penyisiran.

Bachrumsyah Kasman [BK]: Haa, jadi sehari setelah Pak Bondan
berangkat kembali, saya mendapat informasi bahwa penyisiran sudah
terjadi. Dan kemudian saya langsung mengecek ke lapangan dengan
membawa komandan Kodim dan komandan Kapolres setempat dengan tujuan
ke arah loakasi yang ditulis di dalam koran-koran itu. Setelah di
sana saya bertemu dengan masyarakat dengan kepala-kepala desanya,
tetapi data tersebut tidak saya temukan. Nah akhirnya saya kembali ke
Banda Aceh menyampaikan bahwa itu tidak ada, tetapi saya menyampaikan
kepada masyarakat apabila hal itu memang benar terjadi saya masih
membuka pintu, walaupun saya sudah mengecek. Silahkan melapor kepada
kita untuk kita tindaklanjuti demikian Pak Gerard.

Radio Nederland [RN]: Jadi berdasarkan pengecekan di lapangan, Pak
Bahrum betul yakin bahwa memang tidak ada penyisiran di sana?

BK : Saya cek itu ternyata tempat kejadiannya itu 300 meter dari
tempat saya cek, cuman 300 meter. Cuman katanya masyarakat tidak
mendengar, tapi sekarang sudah saya cek ulang lagi. Jadi saya minta
supaya benar-benar dicek secara lebih teliti, begitu Pak Gerard.

RN: Pak Bahrum, apakah keadaan di Pidie sudah mulai terkendali?

BK: Betul..betul..betul. yang penting, saya jelaskan di sini,
bagaimana situasi pasca kedatangan Pak Bondan. Begitu kira-kira yang
perlu kita bicarakan, setuju ndak ?!

RN: Setuju..setuju..

BK: Jadi begini.. setelah Pak Bondan berangkat meninggalkan Aceh
situasi cukup kondusif dalam waktu yang sangat relatif singkat, yaitu
pada tanggal 18. Pak Bondan meninggalkan Aceh tanggal 17. Pada
tanggal 18 kantor Kejaksaan di Aceh Utara dibakar oleh gerombolan,
kemudian pada tanggal 19 terjadi dua kasus. Pertama-tama sekali di
Aceh Utara di daerah Tanah Luah kira-kra pukul setengah sebelas
terjadi kontak senjata antara gerombolan bersenjata dengan aparat. Di
sana salah seorang panglima mereka mati, kemudian salah satu anggota
aparat luka-luka. Kemudian masih tanggal 19 pada jam sebelas
tigapuluh masih di Aceh Utara yaitu di Peusangan, itu terjadi kontak
senjata lagi dimana satu anggota Brimob luka-luka dan dua anggota
Brimob meninggal dunia. Ha.. kemudian silakan anda jawab sendiri
situasi di Aceh setelah kunjungan Pak Bondan dan bagaimana gitu.

RN: Apakah memang kericuhan itu punya kaitan tak langsung dengan
hasil pertemuan Bondan dengan Tengku Syafii?

BK: Kalau saya melihat Aceh itu kelihatannya pun juga akan
melaksanakan dialog ya silakan dialog, kelihatannya begitu.

RN: Menurut pengamatan bapak, di lapangan sekarang situasinya
kondusif atau tidak, untuk dilakukan dialog?

BK: Untuk dilakukan dialog, kita aparat keamanan akan selalu berusaha
agar situasi menjadi kondusif. Sipil bersenjata kita tidak kejar,
demi terlaksananya dialog. Nah kalau setelah dialog dilaksanakan
ternyata kita masih melihat contoh seperti yang sudah saya sampaikan.
Kantor Kejaksaan dibakar, anggota kita ditembak. Saya justru
bertanya, apakah kita arus diam? setelah dialog kita diserang terus?

RN: Kalau kita kembali ke keadaan di Pidie sekarang. Pak Bahrum
melihat ini punya kaitan langsung barangkali dengan kekecewaan GAM
setelah pembicaraan dengan Bondan?

BK: Kita begini, GAM sendiri itu kan ada dua. Pertama sekali GAM
yang dipimpin oleh Abdullah Syafii, kemudian ada lagi yang namanya MT
GAM. Antara mereka saja belum pas begitu, jadi kalau kita mencoba
menghubung-hubungkan bisa, dengan kunjungan Bapak Bondan ke salah
satu GAM, tentu GAM yang satu lagi merasa lho kok saya tidak
dikunjungi. Itu kalau kita mau mencoba atau kita memaksakan untuk
kita hubung-hubungkan. Tapi untuk saya selama sembilan bulan saya
bertugas di Aceh, saya tidak terlalu banyak menghubung-hubungkan
lagi, gitu. Karena saya lihat makin lama kita menghubung-hubungkan,
kita lelah sendiri. Akhirnya saya punya prinsip apapun yang dilakukan
dialog apapun juga, selama kejadian yaitu pengacau keamanan
mengganggu masyarakat, dalam bentuk membakar, menembak,
mengintimidasi, memeras rakyat pada kesempatan itu juga saya tindak
tanpa saya memikirkan apakah ada kaitan dengan yang lain.

Demikian Brigjen (Pol) Bachrumsyah Kasman Kepala Polisi Daerah,
Kapolda, Daerah Istimewa Aceh. Sebelumnya anda juga telah mendengar
penjelasan Mohammad Nazar, ketua SIRA, Sentra Informasi Referendum
Aceh.

* PRESIDEN BARU TAIWAN SERUKAN DIALOG DENGAN PEMIMPIN CINA

Presiden baru Taiwan, pemenang pemilu Sabtu silam, Chen Shui-bian
menyerukan sebuah dialog tingkat tinggi dengan pemimpin Cina.
Presiden Chen menyatakan bersedia berunding dengan Beijing mengenai
kemungkinan penyatuan Cina-Taiwan menurut rumusan satu negara dua
sistem, dengan syarat keduanya harus memiliki hak sama. Chen pada
dasarnya adalah pendukung kemerdekaan Taiwan, namun sejak ia
terpilih, mulai bersikap lunak terhadap Beijing. Sementara itu
pemimpin partai Kuomintang Presiden Lee Teng-hui mengumumkan mundur,
menyusul kekalahan pada pemilu Sabtu lalu. Calon presiden dari
Kuomintang, Lien Chan dan Presiden Lee Teng-hui diduga akan
meletakkan jabatan September mendatang. Sebelumnya ribuan pendukung
partai  Kuomintang membanjiri kantor pusat partai dan menuntut agar
para pemimpin mereka mundur.

---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Mar 2000 jam 16:15:21 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke