----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Kompas, Selasa, 21 Maret 2000

Presiden:  Tidak Benar TNI Menyimpang

Jakarta, Kompas

Presiden Abdurrahman Wahid mengatakan, pendapat yang menyatakan
bahwa TNI telah menyimpang dari garis kebijaksanaan nasional,
tidak benar. TNI masih merupakan pengawal dan pengaman negara.
Gus Dur juga menyatakan bahwa para pendiri dan pemikir negara
telah memasukkan unsur militer dalam kehidupan politik nasional.

"Para pemikir dan peletak dasar negara telah memasukkan unsur
militer dalam menetapkan jalannya kehidupan bangsa," tutur Gus
Dur dalam kata pengantarnya ketika membuka Konferensi Nasional
Membangun Indonesia Baru yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan
Nasional (Lemhannas), di Jakarta, Senin (20/3).

Konferensi yang akan berlangsung selama tiga hari ini dihadiri
sejumlah menteri dan pejabat tinggi, antara lain Menteri
Pertahanan Juwono Sudarsono, Menteri Dalam Negeri Surjadi
Soedirdja, Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Erna
Witoelar, Kepala Bakin Letjen Arie J Kumaat, Gubernur Lemhannas
Letjen TNI Johnny Lumintang, serta Ketua Ikatan Alumni Lemhannas
Letjen Hendropriyono.

Dalam kesempatan tersebut Gus Dur menekankan, untuk menghadapi
tantangan dalam bidang organisasi yang akan datang harus
dipahami perbedaan antara individu dengan lembaga. Gus Dur
mengakui, ada kemungkinan pribadi-pribadi dalam lembaga tertentu
menjengkelkan. "Di lembaga mana pun, khususnya di lembaga
militer, mungkin ada individu yang menjengkelkan, tetapi
terhadap lembaganya sendiri kita harus tetap hormat. Individu
itu lain dengan lembaga. Ini yang harus kita ingat sebagai
pegangan dalam menyusun langkah di masa depan," kata Gus Dur.

Serahkan pada Wiranto

Mengenai Panglima Kodam (Pangdam) yang ingin merongrong dan
"memreteli", Gus Dur mengatakan telah membicarakan hal tersebut
dengan Menkopolkam non-aktif Wiranto. "Saya sudah ketemu lagi
dengan Pak Wiranto di tempat saya. Pada Pak Wiranto saya sudah
titipkan yang Anda (wartawan) tanyakan tadi. Kalau Pangdam yang
bersangkutan bisa memperbaiki diri ya perbaiki diri, sudah saya
bicarakan dengan Pak Wiranto," kata Gus Dur setelah membuka
acara tersebut.

Ketika ditegaskan oleh wartawan apakah Pangdam yang dimaksud Gus
Dur adalah Pangdam V/Brawijaya Mayjen Sudi Silalahi, Gus Dur
mengatakan, "Saya nggak tahu, nggak ada itu. Pokoknya sudah saya
serahkan kepada Pak Wiranto untuk bicara kepada orang itu, bukan
pada Anda (wartawan)." Pada saat ditanya kembali apakah Pangdam
yang dimaksud adalah orang Wiranto, Gus Dur mengatakan, "Bukan."

Sementara itu, Wiranto yang juga menghadiri pertemuan tersebut
hanya mengatakan bahwa ia tidak tahu-menahu tentang "titipan"
Gus Dur mengenai seorang Pangdam itu. "Saya belum tahu. Saya mau
tanya pada Presiden dahulu," kata Wiranto. (joe/wis)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Mar 2000 jam 07:14:04 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke