----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 24 Maret 2000 15:00 UTC

** APARAT KEAMANAN MALAYSIA MENAHAN RATUSAN PENDATANG GELAP INDONESIA

** PAPUA NUGINI SETUJUI PEMERINTAHAN OTONOMI DI BOUGAINVILLE

** PEMBUNUHAN RACAK BUKANLAH EKSEKUSI KEJI

** TOPIK GEMA WARTA: DESAKAN MAKIN KUAT, SIAPKAH PEMERINTAH
LAKSANAKAN OTONOMI DAERAH?

** TOPIK GEMA WARTA: GUS DUR AMBIL INSIATIF MEMPERBAIKI HUBUNGN
BILATERAL INDONESIA - AUSTRALIA

* APARAT KEAMANAN MALAYSIA MENAHAN RATUSAN PENDATANG GELAP INDONESIA

Aparat keamanan Malaysia menangkap sekitar 600 pendatang gelap asal
Indonesia dalam aksi penggerebekan yang dilakukan dini hari di hutan
yang dijadikan tempat tinggal mereka. Para pendatang gelap itu
bekerja di wilayah-wilayah pembangunan sekitar Putrajaya, yang akan
menjadi ibukota wilayah administratif baru. Bulan lalu ribuan
pendatang Indonesia yang bekerja sebagai buruh bangunan, mendirikian
pemukiman gelap di sekitar Putrajaya. Keberadaan sekitar 6000
pendatang asal Aceh, Madura, dan Jawa di sana telah memicu keresahan
di kalangan penduduk lokal. Pekan lalu kelompok asal Aceh bentrok
dengan kelompok asal Madura karena terjadi salah paham. Ke 600
pendatang gelap Indonesia itu sementara ini ditahan di dekat bandara
internasional di Sepang, Kuala Lumpur Selatan.

* PAPUA NUGINI SETUJUI PEMERINTAHAN OTONOMI DI BOUGAINVILLE

Papua Nugini setuju dengan pembentukan pemerintahan otonomi di pulau
Bougainville. Sesudah perundingan panjang, Menteri Urusan
Bougainville Papua Nugini dan para pemimpin pulau itu sepakat
mengenai pemerintahan sendiri, yang diharapkan bisa mengakhiri aksi
separatisme berdarah yang mulai sejak 1988. Terdapat kemungkinan
dilangsungkannya referendum di masa mendatang mengenai kemerdekaan
Bougainville sepenuhnya. Kedua pihak juga sepakat untuk melanjutkan
perundingan  mengenai bentuk pemerintahan otonomi yang diinginkan,
yang dalam hal ini bisa makan waktu bertahun-tahun. Situasi di
Bougainville mulai tenang sejak tahun 1998, ketika para pejuang
kemerdekaan dan pemerintah Papua menandatangani perjanjian damai.

* PEMBUNUHAN RACAK BUKANLAH EKSEKUSI KEJI

Sekitar 40 warga Albania yang ditemukan tewas di desa Racak Kosovo
Januari tahun lalu, tidaklah ditembak dari jarak dekat. Jadi
peristiwa itu bukanlah eksekusi keji, darah dingin. Demikian
dilaporkan koran Jerman Berliner Zeitung dan pemancar Belanda VPRO.
Mereka mengatakan memiliki kopi laporan otopsi rahasia yang dilakukan
 para ahli forensik independen asal Finlandia. Kasus Racak merupakan
salah satu alasan mengapa dunia Barat memutuskan untuk turun tangan
di Kosovo tepat setahun yang lalu. Presiden Amerika Serikat Bill
Clinton pada waktu itu mengatakan bahwa penduduk tidak berdosa
dipaksa berlutut dan kemudian dieksekusi. Clinton mendasarkan hal itu
pada kesimpulan yang ditarik misi Organisasi Kerjasama dan Keamanan
Eropa yang mengatakan bahwa peristiwa itu merupakan pembantaian masal
yang dilakukan pihak Serbia. Dalam laporan rahasia para ahli forensik
Finlandia, tertera bahwa 39 dari 40 korban tidak ditembak dari jarak
dekat dan tidak ada bekas-bekas penganiayaan.

* KETUA PARTAI NASIONALIS TAIWAN UNDURKAN DIRI

Ketua partai nasionalis Taiwan Kuomintang, Lee Teng Hui, mengundurkan
diri. Alasan pengunduran diri tersebut adalah kekalahannya dalam
pemilu presiden akhir pekan lalu. Kekalahan tersebut sekaligus
mengakhiri era kepemimpinan Kuomintang selama 50 tahun di Taiwan.
Dalam beberapa hari belakangan ini, berlangsung berbagai  protes
kekerasan  menuntut mundurnya Lee. Tugas-tugas utama Lee dalam partai
sementara ini diambil alih oleh Lien Chan. Ia adalah calon presiden
yang dijagokan Kuomintang dalam pemilihan presiden pekan lalu. Namun
pemilu itu dimenangkan oleh Chen Shui-bian dari partai oposisi Partai
Demokrat Progresif. Sementara ini, Lien telah mengumumkan perombakan
luas dalam tubuh Kuomintang.

* SERATUS RIBU UMAT HADIRI MISA PAUS DI TIBERIAS

Diperkirakan sekitar seratus ribu umat katolik di kota bersejarah
Korazim, di dekat danau Tiberias di Israel Utara, mengikuti misa yang
dipimpin oleh Sri Paus Yohanes Paulus II. Misa itu berlangsung di
tempat Yesus Kristus dahulu menyampaikan kotbah yang dikenal dengan
nama kotbah di bukit. Menurut Perjanjian Baru dalam Alkitab, Yesus
dibesarkan di sekitar tempat tersebut. Sementara, siang ini Paus
mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Ehud Barak. Paus
masih akan mengunjungi tiga tempat suci di sekitar Galilea.

* TUJUH TAHUN PENJARA BAGI PENJAHAT PERANG BOSNIA-KROASIA

Tribunal Yugoslavia dalam keputusan bandingnya menjatuhkan hukuman
tujuh tahun penjara kepada penjahat perang Bosnia-Kroasia Zlatko
Aleksovski. Tribunal berpendapat bahwa vonis yang dijatuhkan
sebelumnya, yaitu dua setengah tahun penjara, tidaklah memadai
menimbang seriusnya kejahatan Aleksovski terhadap penduduk yang tidak
berdaya. Dalam perang antara kelompok Bosnia Kroasia melawan kelompok
muslim pada tahun 1993, Aleksovski menjabat direktur penjara di
Bosnia Tengah, di mana ratusan warga muslim disekap dan disiksa.

* JURU RUNDING KONFLIK KONGO MARAH

Juru runding Afrika dalam konflik di Kongo meninggalkan negara
tersebut dengan marah. Mantan Presiden Botswana Ketumile Masire
menuduh pemerintah Kongo menghalang-halangi rencana kunjungannya ke
wilayah pemberontak di Kongo Utara. Pemerintah Presiden Laurent
Kabila sebaliknya berpendapat bahwa Masire seharusnya jauh-jauh hari
sudah menjelaskan kapan akan tiba di Kongo dan tempat-tempat mana
saja yang akan dikunjungi. Masire tiba di Kongo Senin lalu. Itu
merupakan kunjungan kedua sejak ia ditunjuk sebagai juru runding oleh
Organisasi Kesatuan Afrika Desember lalu. Pemerintah Kongo dan
kelompok-kelompok pemberontak menyepakati gencatan senjata
pertengahan tahun lalu, tapi mereka saling tuding bahwa pihak lain
melanggar gencatan itu. Dewan Keamanan PBB telah mengatakan  bahwa
pengiriman  pasukan perdamaian yang telah mendapat lampu hijau, tidak
akan dilakukan apabila pertempuran masih terus berlangsung.

* KAPAL BARANG TENGGELAM DI SAMUDRA ATLANTIK

Sebuah kapal barang dengan 31 awaknya tenggelam di Samudra  Atlantik.
Sementara ini, 12 awak kapal berhasil diselamatkan oleh helikopter
angkatan laut Kanada. Musibah tersebut terjadi sekitar seribu
kilometer sebelah tenggara Nova Scotia. Kapal tersebut tenggelam
karena pecahnya dinding kapal yang menyebabkan masuknya  masuk. Kapal
berbendera Panama itu mengangkut garam dan sedang dalam perjalanan
dari New York ke Spanyol.

* DESAKAN MAKIN KUAT, SIAPKAH PEMERINTAH LAKSANAKAN OTONOMI DAERAH?

Intro: Desakan supaya UU Otonomi Daerah segera diterapkan makin
meningkat saja. Undang-undang inilah jawaban supaya Indonesia tidak
bubar, demikian pendapat beberapan kalangan. Jelas pemerintah masih
belum siap menjalankan otonomi daerah, tapi bagaimana dengan cara
pemerintahan Soekarno mengatasi tuntutan otonomi daerah? Koresponden
Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta:

Dr Tri Ratnawati pakar dari LIPI, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
baru-baru ini menyarankan agar Undang-Undang No.22 tahun 1999 tentang
otonomi daerah segera diwujudkan. Penilaian bahwa daerah belum siap
jangan dijadikan alasan untuk mengulur waktu realisasi Undang-Undang
tersebut. Otonomi luas saat ini bersifat darurat dan dilematis,
karena kondisi ekonomi dan politik Indonesia saat ini belum stabil.
Apalagi adanya ancaman disintegrasi nasional, maka UU tersebut perlu
segera  diimplementasikan, kata Tri Ratnawati. Ia mengemukakan
pandangannya ini pada seminar "Menggagas HAM, Keadilan Gender, dan
Otonomi Daerah dalam UUD'45". Lebih lanjut dikatakannya, pemerintah
diuji kepekaannya pada situasi krisis demi mencegah disintegrasi
nasional. Daerah-daerah yang bergolak seperti Aceh, Riau, Maluku,
Irian dan Kalimantan sepantasnya mendapat prioritas utama untuk
ditangani. Ia bertanya, apakah pusat perlu menunggu kerusuhan di
daerah terlebih dahulu sebelum memberlakukan Otonomi Daerah itu?

Di sinilah Tri Ratnawati melihat salah satu kekurangan rejim
reformasi yang lebih daya preventifnya, ia pun mengecam alasan
ketidaksiapan daerah yang dikemukan suatu departemen dalam
mengulur-ulur pelaksanaan otonomi daerah tersebut. Ini semua hanyalah
demi segelintir elite pusat di Jakarta saja. Seharusnya pemerintah
pusat secara bertahap menyerahkan kewenangannya kepada daerah, tanpa
ditunda-tunda lagi. Misalnya sumber pembiayaan serta personilnya
sudah dapat diserahkan kepada pemerintah daerah. Dan DPR harus
mengontrol realisasi otonomi daerah tersebut. Kalau masalah ini tidak
segera direalisasikan akan semakin banyak daerah menyatakan
keinginannya untuk berpisah dari RI.

Dalam pada itu Ventje Sumual, mantan Panglima Tentara dan Teritorium
VII Wirabuana mengatakan, "dari segi konstruksi hukum ketatanegaraan
tidak ada perbedaan sama sekali antara Federal dengan Otonomi". Ia
menanggapi pertemuan utusan presiden Bondan Gunawan dengan Panglima
AGAM, Abdullah Syafei baru-baru ini. Syafei waktu itu mengatakan
dapat menerima suatu system federal bagi Aceh. Masalah ini jelas akan
dibahas dalam kongres Rakyat Aceh yang akan berlangsung dalam waktu
dekat. Bagi Ventje Sumual yang pernah memimpin apa yang disebut saat
itu sebagai pemberontakan daerah terhadap pemerintah pusat, perbedaan
antara Federal dan Otonomi hanyalah pada soal isi-nya.

Saat ini, lanjutnya, ada daerah otonomi, daerah otonomi khusus, dan
daerah otonomi istimewa. Yang penting kalau kita mau suatu daerah
yang damai, rasionil dan produktif, maka harus ada sesuatu prinsip
sosial dasar yang harus ditegakkan dan dilindungi maukah kita berada
dalam suatu masyarakat yang beradab dan bermoral?, yaitu
ditegakkannya hak asasi manusia, oleh karena hak asasi manusia
menurut UU wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh
negara, hukum dan tiap-tiap orang. Bila ini menjadi dasar politik
pengendalian negara ini, tidak akan banyak persoalan lagi yang  akan
timbul, dan polemik soal federal atau otonomi. Ia pun tidak lupa
memuji pemerintahan Gus Dur saat ini, jika dibandingkan dengan
pemerintahan Republik pada tahun 1957. Saat itu Ventje dan
kawan-kawannya  berusaha memperjuangkan otonomi daerah-daerah di
belahan timur Indonesia. Pemerintah pusat langsung bereaksi dengan
membom kota Manado. Sebaliknya rakyat Aceh yang minta merdeka
diperlakukan secara manusiawi. Seorang pengamat berkomentar di satu
pihak Banda Aceh memang tidak dibom oleh Jakarta, tetapi situasi Aceh
sekarang tidak bisa dikatakan sudah lebih baik dari jaman Orde Baru.

Melanjutkan keterangannya mengenai HAM dalam hubungannya dengan
tentara, Ventje menegaskan salah satu unsur dasar HAM adalah hak
hidup yang berarti bahwa setiap orang memiliki hak untuk membela
diri. Hak untuk membela diri tidak dapat dilakukan sendiri, namun
diserahkan kepada pemerintah. Dan selanjutnya pemerintah menyerahkan
hak tersebut kepada aparat-aparatnya untuk melaksanakan hak bela diri
dalam tiap-tiap orang untuk melindungi seseorang dari tindakan
pelanggaran hak azasi manusia. Jadi dalam hal keadaan TNI/POLRI yang
saat ini banyak melaksanakan operasi-operasi dalam negeri, seperti di
Aceh harus berdasarkan menegakkan dan melindungi HAM itu dasar
utamanya.

Dari keterangan Ventje Sumual ini dapat ditarik kesimpulan, bahwa di
Aceh maupun di Maluku, misalnya tentara dapat menggunakan kekerasan
dalam melindungi mereka yang terkena tindak kekerasan oleh pihak
lawan.

* GUS DUR AMBIL INSIATIF MEMPERBAIKI HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA -
AUSTRALIA

INTRO:  Setelah beberapa langkah rekonsiliasi dalam negeri, kini
giliran Presiden KH Abdurrahman Wahid melakukan rekonsiliasi dengan
luar negeri. Dalam wawancara dengan The Australian Fiancial Review
hari ini, Gus Dur memuji Perdana Menteri Australia John Howard yang
dinilainya berkarakter kuat meskipun banyak dikecam. Kecaman
terkeras, demikian Gus Dur, memang datang dari dirinya sendiri.
Inilah uluran tangan Abdurrahman Wahid yang semasa kedatangan pasukan
Australia di Timor Timur pasca referendum, begitu mengecam Australia.
Seolah membela TNI, waktu itu Gus Dur termasuk kalangan yang
menentang keras kedatangan pasukan asing di Timor Timur. Mei
mendatang Gus Dur berharap bisa berkunjung ke Australia dalam
perjalanannya kembali dari Amerika Serikat. Apakah Australia
menyambut uluran tangan Gus Dur ini? Berikut komentar pakar Indonesia
di Australia, Greg Barton, apakah pernyataan Gus Dur ini bisa menjadi
landasan yang baik untuk memulihkan hubungan bilateral Indonesia -
Australia. Greg Barton kini tengah mempersiapkan biografi Presiden
Abdurrahman Wahid:

Greg Barton [GB]: Kita harus melihatnya dalam konteksnya. Sejak dulu
ada persahabatan baik antara Indonesia dan Australia karena kedua
negara itu merupakan tetangga mau tidak mau. Dan memang selalu ada
hubungan yang baik. Tetapi mulai tahun lalu ada  kemerosotan pada
hubungan itu, dan di  kedua pihak ada statement-statement
(pernyataan, Red) yang mungkin karena keadaan menjadi panas, ada
statement yang agak panas juga. Kedua pihak jadi marah. Dan hubungan
pribadi antara John Howard dan Gus Dur agaknya kurang baik. Gus Dur
merasa John Howard kurang responsif, terlalu dingin. Tapi akhirnya
nampaknya Gus Dur memutuskan supaya hubungan yang dulu begitu erat
dan begitu baik itu harus diperbaiki. Kalau Gus Dur itu tidak mau
lama-lama ada musuh. Sejauh mungkin beliau mau memperbaiki
hubungannya. Coba lihat kasus dengan Wiranto, Habibie, atau Soeharto.
Sejauh mungkin Gus Dur mau hubungan yang baik supaya tidak ada musuh.
Artikel hari ini merupakan salah satu perkembangan atau salah satu
tahap dari proses yang cukup lama berjalan.

Radio Nederland [RN]: Apakah ini semata-mata karena faktor
kepribadian Gus Dur yang tidak mau memiliki musuh?

GB: Bukan saja faktor pribadi. Memang ini sangat konsisten dengan
wataknya Gus Dur tapi Gus Dur juga merupakan seorang politikus yang
sangat brilyan, yang luar biasa. Dan dia tahu bahwa demi kepentingan
Indonesia sebaiknya ada hubungan yang baik dengan Australia. Juga
sebaliknya, sesuai dengan kepentingan Australia ada baiknya
Auastralia memiliki hubungan yang baik dengan Indonesia. Jadi boleh
dikatakan agak kekanak-kanakan kalau hubungan yang sudah menjadi
cukup buruk itu terus menerus. Dan nampaknya Gus Dur memutuskan untuk
mengambil alih. Kalau John Howard tidak mau mengambil langkah
pertama, okay. Gus Dur yang mengambil langkah pertama.

RN: Bagaimana reaksi hari ini di Canberra khususnya dari Perdana
Menteri John Howard?

GB: Saya kira masih agak terlalu awal untuk tahu. Memang John Howard
merupakan orang yang cukup dingin, tidak begitu responsif. Tapi saya
kira akan ditafsirkan di departemen luar negeri dan di  bagian
pemerintah yang lain itu dengan baik. Akan ada tafsiran yang baik
bahwa okay, Gus Dur sangat bermurah hati dan walaupun cukup jengkel
sama Perdana Menteri Australia tapi dia juga cukup rela untuk
mengambil langkah pertama supaya hubungan bisa diperbaiki.

RN: Jadi Gus Dur mengambil inisiatif untuk rekonsiliasi ya?

GB: Nampaknya begitu. Dan ini bisa di begitu banyak bidang. Gus Dur
sering sekali mengambil langkah supaya rekonsiliasi, misalnya dengan
TNI. Sejauh mungkin dia berusaha supaya tidak ada musuh. Dan
tantangan yang dihadapinya cukup banyak. Jadi sejauh mungkin jumlah
musuhnya bisa dikecilkan. Jadi ada ciri khas pribadi dan juga ada
perhitungan politik.

RN: Anda optimis bahwa hubungan Australia-Indonesia di masa mendatang
dengan ucapan Gus Dur ini akan semakin lebih mesra?

GB: Memang, saya sangat optimis. Sebenarnya lebih dari optimis. Saya
merasa cukup yakin.

RN: Tetapi kalau kita melihat sikap Perdana Menteri John Howard yang
masih dingin, apakah itu mungkin?

GB: Mungkin sekali akan muncul respon dari John Howard yang sesuai
dengan langkah Gus Dur yang begitu bermurah hati itu. Dan Gus Dur
sudah tahu walaupun John Howard merupakan perdana menteri, tapi ada
begitu banyak tokoh-tokoh lain di pemerintah Australia yang cukup
punya peran.

Demikian Greg Barton, pakar Indonesia di Australia.

---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Mar 2000 jam 17:06:56 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke