----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 13/III/17-23 April 2000
- --------------------------------------

BANK DUNIA, IMF DITUNTUT BUBAR

(POLITIK): Tuntutan bubar IMF dan Bank Dunia jadi polemik di AS.
Selama masih bela kepentingan pemilik modal, percuma keduanya
dibenahi.

Lain di Havana, lain lagi di Washington DC. Kalau di Kuba, para
pemimpin negara-negara dunia ketiga bersatu untuk menuntut keadilan
dari negara-negara maju, di Amerika Serikat --di jantungnya
kapitalisme-- puluhan LSM dengan jaringan internasional mulai
menggelar demonstrasi menuntut pembubaran Bank Dunia dan IMF.
Kebanyakan LSM yang ikut serta dalam aksi ini merupakan motor aksi
serupa di Seattle, tahun lalu. Bedanya, kini jumlah jaringan mereka
makin meluas. Di samping, tuntutan yang mereka ajukan lebih nyata,
yaitu "Bubarkan Bank Dunia dan IMF, Hapuskan Utang" --versi bahasa
Inggrisnya jauh lebih keras, "de-fund the FUND, break the BANK, dump
the DEBT."

Mobilization for Global Justice (MGJ) yang memprakarsai gerakan ini
telah mencanangkan tanggal 16 dan 17 April ini sebagai puncak aksi.
Momentum yang bersamaan dengan pertemuan para menteri keuangan dan
pejabat bank sentral dari 25 negara serta para petinggi IMF, Bank
Dunia dan WTO di tempat yang sama. MGJ juga tampak yakin massa dalam
jumlah besar akan memadati jalan-jalan sekitar Gedung Putih antara
pukul 11 pagi hingga pukul 5 sore. Pasalnya, konfederasi serikat buruh
terbesar di AS, AFL-CIO (American Federation of Labour-Congress for
Industrial Organization) telah menyatakan diri untuk berpartisipasi.
Demikian pula dengan sejumlah organisasi lain seperti 50 Years Is
Enough Network, American Federation of Government Employees, Essential
Action, Jobs With Justice, Friends of the Earth, Pax Christi, United
Electrical, Radio and Machine Workers, United Steelworkers of America,
United Students Against Sweatshops, US Student Association dan banyak
lagi.

Ancaman MGJ selain membuat pihak IMF dan Bank Dunia ketar-ketir, juga
memunculkan polemik tentang perlu tidaknya institusi-institusi tadi
dibubarkan. Surat kabar The Washington Post, menggambarkan hal ini
dalam sebuah artikel di halaman satu edisi 13 April 2000. Sebagian
besar tenaga ahli yang bekerja di Bank Dunia diberitakan kebingungan.
Mereka merasa telah bekerja keras untuk memberi pinjaman pada
negara-negara miskin, namun tetap saja yang diperoleh adalah hujatan.

Stanley Fischer dari IMF mengaku telah banyak reformasi yang dilakukan
di dalam institusinya. Ia menyebutkan adanya "revolusi diam-diam" yang
sedang terjadi. Misalnya, penghapusan utang dari negara-negara sangat
miskin serta dibukanya sejumlah dokumen pada publik. "Kami, sekarang
bisa mempublikasikan apa saja. Kalau tak percaya, silakan longok
website kami," ujar Fischer. "Tak pernah sebelumnya dalam sejarah,
lembaga kami berusaha keras seperti sekarang ini," ujar Presiden Bank
Dunia James D Wolfensohn yang mengaku menghabiskan US$100 milyar dua
tahun lalu untuk membantu mengatasi krisis ekonomi dunia.

Pihak IMF menunjukkan sejumlah upaya penting yang telah mereka
lakukan. Misalnya, dalam krisis moneter Asia pada 1997, IMF memimpin
upaya "penyelamatan dunia" dengan mengerahkan dana pinjaman hampir
sebesar US$100 milyar. Keberhasilan Korea Selatan untuk bangkit dari
krisis ekonomi, dianggap salah satu keberhasilan IMF. Begitu pula
dengan Bank Dunia yang pada awal tahun ini mencanangkan kompetisi bagi
mereka yang memiliki ide pengembangan proyek berorientasi masyarakat
untuk meraih dana sekitar US$5 juta.

Namun demikian, bagi para senator di AS, IMF dan Bank Dunia tetap saja
dianggap sebagai institusi yang terlalu boros, tak bertanggungjawab
dan dikelola oleh para elit yang mendapat gaji besar serta bebas
pajak. Upaya penyelamatan global dianggap tak terencana dan terlaksana
dengan baik. Bahkan, cuma menguntungkan para "kucing gemuk" di Wall
Street yang sengaja berspekulasi di tengah-tengah ekonomi negara lain
tengah sekarat. Tapi mengapa krisis 1997 tak dapat diantisipasi oleh
kedua lembaga tadi?

Kritik lain diarahkan pada dampak sosial yang diakibatkan oleh skema
pemberian pinjaman. Persyaratan untuk menutup pabrik-pabrik yang tidak
efisien misalnya, mengakibatkan pengangguran besar-besaran (menurut
IMF dan Bank Dunia, hal ini akan menguntungkan dalam jangka panjang).

Para pecinta lingkungan juga punya keluhan tersendiri. Mereka menuduh
berbagai proyek Bank Dunia yang berkaitan dengan pembangunan jalan dan
pemasangan pipa, dapat merusak struktur tanah. Mendapat tekanan
seperti itu, Bank Dunia belakangan mengharuskan adanya penilaian detil
tentang dampak proyek, sebelum proyek tersebut dilaksanakan. Namun,
hal ini tetap tidak memuaskan para aktifis lingkungan. "Jelas bahwa
retorika para petinggi Bank Dunia telah berubah dalam lima tahun
terakhir," ujar Andrea Durbin, Direktur Program Internasional
organisasi Friends of the Earth AS. "Sayang, prakteknya belum
berubah." Bagi para pecinta lingkungan, meskipun Bank Dunia telah
menetapkan berbagai persyaratan, namun masih seringkali dilanggar.

Bagi MGJ, secara umum, segala macam ketidakadilan, kerusakan
lingkungan serta penyakit-penyakit sosial lain, merupakan dampak dari
kapitalisme internasional. Tuntutan pembubaran IMF dan Bank Dunia,
sebetulnya muncul lantaran kedua lembaga itu dianggap sebagai agen
kepentingan perusahaan multinasional. IMF dan Bank Dunia mungkin sudah
bekerja keras untuk membenahi diri. Namun ini akan tetap dianggap
percuma, bila dilakukan dalam kerangka kepentingan kaum pemilik modal
semata. Selama negara-negara dunia ketiga masih terjerat utang,
ketimpangan sosial dan penyakit-penyakit sosial belum teratasi, tak
ada prestasi yang layak dibanggakan. (*)

- -----------------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

- ------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Apr 2000 jam 23:34:17 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke