----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

GAM PUJI GUS DUR

        BANDA ACEH, (MeunaSAH, 18/4/2000). Juru Bicara Angkatan Gerakan Aceh
Merdeka (AGAM), Tgk Maad Muda memuji sikap gentlemen Presiden RI KH
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang telah berani membeberkan keterlibatan
seorang perwira polisi berpangkat Kolonel dalam kasus pembakaran di
Aceh. "Walau ia Presiden Indonesia, tapi berani mengatakan yang
benar," kata Maad Muda.

        Dari sekian banyak pernyataan yang pernah disampaikan Gus Dur,
menurut Maad Muda, baru kali ini ia mengatakan yang sesungguhnya.
Bahwa seorang perwira polisi terlibat dalam aksi pembakaran di Aceh.
"Kemungkinan mata Gus Dur sudah terbuka melihat kekerasan yang
dilakukan TNI/Polri," katanya.

        Pernyataan Gus Dur itu, menurut Maad Muda, betul-betul yang keluar
dari sanubari hatinya. Dan, apa yang dikatakannya merupakan kenyataan
yang selama ini terjadi di Aceh. Saat ini Gus Dur mulai berani
mengatakan yang benar dan tidak lagi menipu rakyat dan pihak
Internasional.

        Karena itu, harap Maad Muda, masyarakat Aceh sudah tahu sekarang,
bahwa yang melakukan pembakaran selama ini bukan Aceh Merdeka (AGAM).
Tapi semua itu merupakan kerjanya aparat yang ditugaskan di Aceh.
Sehingga cukup besar kerugian yang selama ini dirasakan rakyat Aceh.

        Tidak hanya pembakaran terhadap rumah dan toko milik masyarakat. Tapi
juga pembakaran terhadap kantor pemerintahan dan ratusan sekolah. "Ini
membuktikan bahwa aparat yang ditugaskan ke Aceh , sengaja membuat
keributan agar Aceh tetap dalam kerusuhan," katanya.

        Seandainya di Aceh ini tidak dibanjiri aparat, menurut Maad Muda,
dapat dipastikan tidak pernah terjadi kekerasan. Karena itu, harapnya,
Gus Dus sudah saatnya untuk menarik puluhan ribu pasukan yang sekarang
berada di Aceh. "Mereka yang dikirim ke sini masih anak-anak. Sehingga
menembak sembarangan karena terkejut bayangan," kata Maad Muda. ***

- ------------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 19 Apr 2000 jam 00:36:55 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke