---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- KEUCHIK TUHA TEWAS DITEMBAK SIGLI, (MenunaSAH, 18/4/2000). Tgk Haji Nurzaman Puteh (56), keuchik Desa Tuha Puduek Baroh Kecamatan Trienggadeng, Pidie, Minggu (16/4) malam tewas ditembak orang bersenjata tak dikenal di depan rumahnya. Kala itu, korban baru pulang dari bertakziah di rumah tetangganya yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari kediamannya. Peristiwa itu terjadi pukul 23.30 WIB. Suara tembakan beruntun terjadi di tengah malam di mana masyarakat sedang nyenyak tidur. Mendengar suara tersebut, salah seorang anggota keluarga korban memberanikan diri keluar rumah untuk mencari tahu apa yang terjadi. Alangkah terkejut ketika melihat korban tersungkur bersimbah darah di depan teras rumahnya. Isak tangis keluarga korban pun tak bisa dihindari. Beberapa saat kemudian, korban yang tergeletak diangkat ke rumah. Sementara suasana desa menjadi mencekam dan tak ada yang berani keluar rumah. Menurut keluarga korban, keuchik itu menghembuskan nafas terakhir setelah diberondong orang bersenjata. Lima lubang tembakan bersarang pada tubuhnya. Diperkirakan korban ditembak dari jarak dekat dengan senjata genggam jenis pistol. Hasil visum dokter, terdapat lima luka tembak masing-masing di kepala, paha, dan kaki. Korban selain sebagai kepala desa, sehari-hari juga berprofesi sebagai pedagang obat keliling. Kendati demikian belakangan ini almarhum sudah agak jarang menggeluti profesinya itu. Almarhum meningalkan dua orang isteri dan lima orang anak yang masih muda belia (tiga laki dan dua perempuan). Sementara itu dari Meulaboh dilaporkan, dua bom rakitan meledak di jembatan lintasan Banda Aceh-Meulaboh di desa Lueng Gayo kecamatan Teunom, Aceh Barat, Senin (17/4) siang, ketika dua mobil --Toyota Kijang dan L-300-- yang dipakai 12 personil pasukan Brimob sedang melintasinya. Akan tetapi, Kasubsektor Aceh Barat Letkol Pol Drs Satriya Hari Prasetya mengatakan, ledakan bom tersebut tidak mencederai anggota Brimob yang kala itu sedang berpatroli di sana. Disebutkan, ledakan bom yang diduga dipasang kelompok tak dikenal dengan sasaran pasukan Brimob itu hanya menimbulkan dua lubang selebar 0,50 meter dengan kedalaman masing-masing 25 centimeter. Akan tetapi tidak merusak lantai jembatan. Hubungan Meulaboh-Banda Aceh dan sebaliknya tetap berjalan lancar. Insiden pukul 10.30 WIB itu, kata Presetya yang didampingi Wakapolres Aceh Barat Moyor Pol Drs Dukianta, hanya mengena kaca lampu samping mobil Kijang yang berada di posisi belakang. Merasa adanya serangan bom yang diarahkan kepada mereka, kedua mobil itu langsung berhenti dan memburu pelakunya yang diduga berada di sekitar semak belukar di sekitar jembatan itu. Dengan siaga penuh, pasukan Brimob langsung menyebar mencari lokasi tempat persembunyian pelaku peledakan tersebut yang diperkirakan masih berada di sekitar lokasi. Pada pangkal jembatan itu, pasukan Brimob menemukan 30 meter kabel listrik yang mengarah ke semak belukar. Namun, yang ditemukan hanya bekas bungkusan makanan ringan dan sandal jepit, sedangkan pelakunya tak ditemukan. "Dari bukti yang kita temukan, bom rakitan itu dipasang pada malam hari," kata Prasetya. Sementara itu, orang yang mengaku bernama Abu Ham, jurubicara AGAM di Bireuen, mengutuk keras aksi penganiayaan terhadap seorang pengungsi di Cot Ieju kecamatan Peusangan, Bireuen, Ahad (16/4) petang, yang menurut dia dilakukan oleh aparat Brimob. Pengungsi bernama Ismail Yusuf (30) warga Cot Ieju itu, katanya, ditangkap aparat dalam kamp pengungsian, lalu diseret ke luar, dan dianiayaa dengan kampak. Ismail Yusuf yang, katanya, ikut mengungsi karena rumahnya telah dibakar aparat beberapa waktu lalu itu, kini masih dirawat di rumah sakit umum (RSU) Lhokseumawe. "Kami wajib melindungi bangsa Aceh dari aksi kekerasan oleh siapapun. Oleh karena itu kami berjanji akan tueng bila terhadap aparat yang telah menganiaya bangsa Aceh itu," tegas Abu Ham. *** - ------------------------ SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Apr 2000 jam 00:47:14 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
