----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

SEJUMLAH ANGGOTA KODAM III/SILIWANGI DIPECAT

        BANDUNG, (TNI Watch! 19/4/2000). Sebanyak 79 anggota TNI dan Polri di
wilayah Kodam III Siliwangi diberhentikan secara tidak hormat dari
jabatannya karena terbukti melakukan tindak pidana. Demikian hasil
evaluasi penegakan hukum, disiplin dan tata tertib TNI dan Polri di
wilayah Kodam III Siliwangi selama periode 1 April 1999-31 Maret 2000.

        Kepada para wartawan Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Slamet
Supriadi, S.IP, Msc mengemukakan, personel yang dipecat tersebut
karena di Mahkamah Militer mereka terbukti melakukan tindak pidana,
terdiri dari 26 kasus pidana umum dan 53 kasus pidana militer. Antara
lain kasus kriminal, pelanggaran disiplin murni dan desersi.
Ke-79 personel yang dipecat terdiri dari 31 bintara dan 48 tamtama
dengan rincian 71 orang anggota TNI dan 8 anggota Polri. "Bagi anggota
TNI dan Polri yang melakukan pelanggaran dan tidak layak lagi untuk
dipertahankan dalam dinas , diberhentikan dengan tidak hormat," kata
Pangdam usai Upacara Gelar Hartib Tingkat Pusat dalam rangka Operasi
Kepolisian Militer TA 2000 di Stadion Siliwangi Bandung, kemarin
(18/4).

        Berdasarkan hasil evaluasi Operasi Satya yang digelar selama periode
1 April 1999-31 Maret 2000, tercatat empat jenis pelanggaran yang
terhitung menonjol dilakukan anggota TNI dan Polri. Yakni pelanggaran
lalu lintas 208 kasus, kecelakaan lalu lintas 84 kasus, pelanggaran
disiplin 321 kasus dan pelanggaran hukum 303 pelanggar.

        Menurut data dari Pomdam III Siliwangi, selama periode tersebut
terjadi pelanggaran yang melibatkan 826 orang di seluruh wilayah Kodam
III Siliwangi. Baik dari TNI AD, TNI AL, TNI AU maupun Polri. Dari TNI
AD sebanyak 54 perwira, 242 bintara, 277 tamtama, dan 14 PNS. TNI AL
sebanyak 5 perwira, 3 bintara, 9 tamtama. TNI AU sebanyak 9 perwira, 6
bintara, 13 tamtama dan 1 PNS. Sedangkan dari Polri sebanyak 20
perwira, 126 bintara dan 47 tamtama.

        Pangdam menjelaskan, jumlah perkara yang telah diserahkan ke Oditur
Militer dan Mahkamah Militer seluruhnya 563 perkara dan telah diputus
dalam persidangan 190 perkara. "Sisanya masih dalam proses dan belum
disidangkan atau sedang dalam persidangan namun belum diputus," ujar
Pangdam.

        Menurut Pangdam, penegakan disiplin di lingkungan TNI dilakukan
sepanjang tahun. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengingatkan kembali
kepada seluruh satuan bahwa setiap pelanggaran yang dilakukan anggota
TNI dan Polri tetap akan dikenakan tindakan hukum.

        Di lingkungan kesatuan, lanjut Pangdam, para pelanggar disiplin telah
dikenakan hukuman disiplin oleh para Komandan atau Kepala Satuan
selaku ANKUM (Atasan Yang Berhak Menghukum) sesuai tingkat kesalahan.
Sedangkan sebagian pelanggar dengan bukti-bukti yang cukup, telah
dikirim ke Mahmil untuk selanjutnya disidangkan dan mendapatkan
keputusan berupa Amar Putusan.

        "Yang membedakan antara yang kemarin dengan sekarang adalah adanya
sistem pengadilan cepat. Misalnya ada tersangka, baik pelanggaran
hukum maupun disiplin, dia akan disidang kilat, paling lambat satu
bulan sudah putus di peradilan militer," kata Pangdam.

        Pangdam mengimbau masyarakat agar terus membantu pelaksanaan Operasi
Dharma secara pro aktif dengan membantu memberikan laporan bila
menemukan tindakan indisipliner oleh anggota TNI yang melanggar hukum
dan merugikan masyarakat. Laporan dapat dialamatkan ke Markas Denpom
terdekat atau Pomdam III Siliwangi, Korem atau Kodim di wilayah. "Bisa
juga langsung ke Komando Garnisun Tetap II Bandung Cimahi, atau
melalui surat yang dialamatkan ke PO BOX 666 Bandung. Para pelapor
akan dilindungi dan dirahasiakan identitasnya," janji Pangdam.

        Sementara itu Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Djamari Chaniago dalam
amanatnya manyatakan, memasuki tahun 2000 TNI masih menghadapi situasi
kurang menguntungkan. Di satu sisi TNI dituntut lebih profesional
melaksanakan tugas, namun pada sisi lain TNI juga dituntut membenahi
diri mengembalikan citra dan kepercayaan masyarakat. ***

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku
TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia
yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya.
Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi
bersama-sama.

- ------------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Apr 2000 jam 02:53:51 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke