----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Komandan Operasi Sadar Rencong III Aceh Segera Diganti
TEMPO Interaktif, Banda-aceh: Kolonel (Pol) Drs Yusuf Muharram yang selama ini 
menjabat sebagai Komandan Operasi Sadar Rencong III
di Aceh, diam-diam akan segera diganti. Disebut-sebut pergantian ini berkaitan erat 
dengan kasus tertembaknya salah seorang
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Unsyiah, Cut Fatin Hamama, saat terjadinya kontak 
senjata antara pasukan Brimob BKO Polda Aceh dengan
gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di kawasan Indrapuri, Aceh Besar beberapa hari 
lalu.

Bahkan, menurut rumor yang berkembang di kalangan masyarakat saat ini, pergantian ini 
langsung diperintahkan Presiden Abdurrahman
Wahid kepada Panglima TNI Laksamana Widodo AS, yang kemudian meneruskannya kepada 
Kapolri Letjen (Pol) Rusdihardjo.

Tapi Kasubsatgas Pen OSR III, Kolonel (pol) Drs Syafri DM, SH membantah semua isu 
tersebut. Menurut Syafri, pergantian komandannya
itu merupakan hal biasa dalam sebuah tugas operasi. "Iya, memang betul Pak Muharram 
akan diganti. Resminya dalam waktu dekat. Tapi
ini pergantian biasa dalam sebuah tugas, yang sering terjadi di tubuh Polri," ungkap 
Syafri kepada TEMPO Interaktif yang
menghubunginya via telepon selular pada Senin (17/4) siang ini.

Ketika ditanya kapan persisnya pergantian ini akan dilakukan, Syafri hanya menjawab 
dalam waktu dekat ini. Namun ketika terus
didesak bahwa ada berita yang menyebutkan bahwa pergantian tersebut akan dilakukan 
hari Senin juga, Syafri mengatakan," Iya. Bisa
saja langsung dilakukan hari ini." Namun, ia menolak menyebut siapa yang akan 
menggantikan Yusuf sebagai Komandan Satuan Tugas
Operasi Sadar Rencong III yang baru.

Beberapa sumber TEMPO Interaktif dikalangan Polda Aceh menyebutkan, posisi Dansatgas 
OSR III ini nantinya akan dipercayakan kepada
Wakapolda Aceh, Kolonel (Pol) Drs D Sumatiawan. "Namun ini belum pasti, karena itu 
kita tunggu saja saat serah terima nanti, siapa
yang ditunjuk oleh pimpinan Polri," kata sumber itu. (zab)  17-4-2000

Enam Ledakan Bom dan Mortir Guncang Aceh
Tempo Interaktif, Banda-aceh: Enam ledakan dahsyat bom rakitan, mortir dan granat 
mengguncang Aceh Besar, Pidie dan Aceh Utara,
sepanjang Minggu (16/4) malam, yang mengakibatkan sejumlah bangunan rusak.

Di wilayah Polres Aceh Besar, setelah peledakan kantor wilayah Badan Koordinasi 
Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) oleh orang tidak
dikenal Senin (10/4) lalu, kali ini giliran kantor BKKBN Kotamadya Banda Aceh di Jalan 
Laksamana Malahayati, kecamatan Darussalam.
Lemparan mortir di Minggu (16/4) malam itu membuat kaget penduduk yang sedang 
melaksanakan shalat magrib. Aparat Polres Aceh Besar
yang datang ke lokasi beberapa saat setelah kejadian menemukan dan menyita 100 meter 
kabel warna merah dan pecahan mortir. Kapolres
Aceh Besar Letkol Sayed Hoesa menjelaskan kepada TEMPO Interaktif, sejumlah ruangan 
rusak, namun dipastikan tidak ada korban jiwa.

Dari Aceh Utara diperoleh keterangan, tiga ledakan mengguncang kecamatan Muara Dua dan 
Banda Sakti. Ledakan pertama terjadi sekitar
pukul 18.50, di rumah kos polisi di Desa Meunasah Mesjid, Cunda. Ledakan itu berasal 
dari lemparan granat oleh dua orang bersepeda
motor. Akibatnya, genteng rusak dan kaca jendela pecah. Sementara itu, pos polisi 
lalulintas di Cunda dan sebuah rumah penduduk di
Hagu Selatan sekitar pukul 19.30, juga menjadi korban. Namun, beruntung, kedua granat 
itu meleset dan jatuh ke tong sampah.

Dua ledakan juga terjadi di markas Koramil Beureuneun, kecamatan Mutiara kabupaten 
Pidie. Namun juga tidak ada korban jiwa dalam
insiden itu. Sejumlah sumber di Beureuneun yang dihubungi TEMPO Interaktif via telepon 
Minggu malam membenarkan insiden ledakan itu.
Seorang sumber sempat memutuskan pembicaraan telepon karena ketakutan. "Bang, nanti 
saja nelponnya, di sini sangat gawat. Tentara
dan polisi masih mondar-mandir di luar," ujarnya. Sementara sumber lain yang dihubungi 
mengaku tak berani keluar rumah dan tidak
dapat memastikan siapa yang meledakkan granat itu.

Kapolres Aceh UtaraLetkol Pol Syafei Aksal dan Kapolres Pidie Letkol Pol Endang 
Emaqail Bagus secara terpisah menyesalkan terjadinya
insiden itu. "Kita menyayangkan, insiden itu terjadi ketika masyarakat sedang shalat 
magrib. Seharusnya GBPK menghargai orang yang
sedang beribadah," sesal Kapolres Endang Emaqail Bagus. (ama)  17-4-2000

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Apr 2000 jam 14:40:58 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke