----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

DAHLAN
JUNIANTO SETYADI
RUDY HARTONO
AGUNG BUDI SANTOSO
ACHMAD SUBECHI

TRIK BARU GUS DUR ATASI POROS TENGAH

DIGOYANG Poros Tengah, Gus Dur merangkul Akbar. Ia
bisa menendang Megawati dan menjadikan Akbar sebagai
wapres. Tapi jangan-jangan, Gus Dur ingin dukungan
Golkar untuk menyingkirkan seluruh menteri dari Poros
Tengah. Apa andil �MDBR�Singapore Connection�MDNM�
bagi retaknya dwitunggal Gus Dur-Mega?

PRESIDEN Gus Dur belakangan ini harus sibuk menghitung
ulang dukungan politiknya. Ini penting, sebab, itulah
modal utamanya untuk terus berkantor di Istana Negara.
Dengan dukungan 373 suara MPR pada pemilihan presiden
Oktober lalu, tokoh NU itu menjadi orang nomor satu di
Indonesia. Sokongannya hanya beda 60 suara dari rival
utamanya, Megawati, yang meraih 313 suara.
Sangat jelas topangan Poros Tengah ketika itu, yakni
141 suara, ditambah Golkar sekitar 121 suara. Rasanya,
kini Gus Dur mulai gerah dengan tindakan sejumlah
tokoh Poros Tengah. Keinginannya untuk menyingkirkan
Bambang Sudibyo, menkeu dari PAN, mendapat perlawanan
kuat. Belum lagi, Hamzah Haz (PPP) dan Yusril Ihza
Mahendra (PBB), kini terang-terangan melawannya.
Sementara Amien Rais belakangan mulai bermesraan
dengan kubu Megawati. "Mereka kecewa karena tidak bisa
menyetir Gus Dur," ungkap Efendi Choirie dari PKB.
Pertarungan kian seru karena tercium manuver untuk
mendepak Gus Dur, baik melalui SU MPR bulan Agustus
maupun melalui Sidang Istimewa (SI). Di tengah situasi
itulah, sumber �MDBR�Bangkit�MDNM� mengungkapkan, Gus
Dur mulai mencoba mencari dukungan baru dari Golkar.
Berbagai rumor menyebutkan, dalam pertemuan dengan
Akbar Tandjung (Golkar), Gus Dur bahkan
"menjelek-jelekkan" Megawati dan Amien Rais.
Hubungan Gus Dur dengan Megawati, menurut sumber
Bangkit, agak tegang sebelum Kongres PDIP di Semarang.
Pusat perseteruan berkisar kebijakan ekonomi. Menurut
sumber itu, Gus Dur terlampau dikendalikan apa yang
disebutnya sebagai �MDBR�Singapore Connection�MDNM�.
Kelompok lobi ini terdiri atas usahawan Singapura,
Menteri Senior Lee Kwan Yew (yang diangkat Gus Dur
menjadi penasihat ekonominya) serta Letjen Luhut
Panjaitan, dubes RI di sana. Jaringan ini memiliki
kontak yang kuat dengan Sofjan Wanandi, tokoh CSIS
yang diangkat Gus Dur menjadi ketua DPUN. Letjen Luhut
dikabarkan mengincar posisi menperindag, yang kini
diduduki Jusuf Kalla (Golkar).
Jaringan Singapura menghendaki, para konglomerat
diberi utang berupa BLBI. Ini dianggap cara kilat
memutar kembali roda ekonomi Indonesia. Tapi usulan
ini ditolak keras oleh Menkeu Kwik Kian Gie.
Alasannya, enak benar para konglomerat itu. Utangnya
saja belum dibayar, kok diberi utang lagi. Rupanya,
posisi Kwik ini didukung Bambang Sudibyo. Belakangan,
Megawati dan Amien Rais berdiri di belakang Kwik dan
Bambang.
Dari sinilah awal mulanya ketegangan hubungan Gus
Dur-Megawati. Gus Dur kabarnya kian sewot ketika
Bondan Gunawan tak diakomodasi di PDIP. Padahal Gus
Dur menginginkan pjs sekretaris negara itu menjadi
sekjen DPP PDIP.
Lagi-lagi, peran suami Megawati, Taufik Kiemas, amat
menonjol melicinkan akses PDIP ke Poros Tengah.
Taufik, alumni GMNI, lahir dari lingkungan keluarga
Masyumi. Tiket inilah yang membuka pintu lobi dengan
berbagai tokoh Poros Tengah, termasuk dengan Amien
Rais dan Yusril. Sewaktu ibunda Amien menderita sakit,
kabarnya, Taufik sempat menjenguk.
Lobi Taufik ini diakui Sekjen DPP PDIP, Ir Soetjipto.
"Secara kebetulan, secara pribadi, (Taufik) memang
memiliki hubungan pribadi dengan beberapa teman di
Poros Tengah," ujarnya kepada �MDBR�Bangkit�MDNM�.
Cuma saja, katanya, lobi itu bukan untuk menjatuhkan
Gus Dur dan menaikkan Megawati menjadi presiden.
Lobi ini pun diakui Hartono Mardjono, tokoh senior
PBB. Tapi dia enggan menyebut nama pelobi. "Pokoknya,
ada lah (lobi itu)," ungkapnya ketika dihubungi
terpisah. Hartono mengatakan, pihaknya bersedia
mendukung Megawati.
                        ***
CUMA memang, menjadi teka-teki, apa tujuan dari  lobi
Gus Dur ke Golkar. Apakah dimaksudkan untuk menjadikan
Akbar sebagai pengganti Megawati. Ataukah sekadar
menyingkirkan menteri-menteri Poros Tengah dan PDIP,
lalu diganti dengan orang-orang Golkar. Selanjutnya,
Megawati tetap bertahan di posisi RI 2.
Skenario terakhir inilah yang agaknya aman buat Gus
Dur. Sebab, dengan dukungan PDIP dan Golkar sekaligus,
Gus Dur punya kekuatan untuk menendang seluruh menteri
dari Poros Tengah. "Itulah trik baru Gus Dur,
sebenarnya. Orang mengira, Megawati akan diganti
Akbar. Padahal, sebenarnya, Gus Dur hanya butuh
dukungan Akbar, dengan kompensasi, mengganti menteri
dari Poros Tengah dengan tokoh-tokoh Golkar," ucap
sumber �MDBR�Bangkit�MDNM�. Skenario ini hanya akan
mulus kalau Megawati puas sebagai wapres walau
menteri-menterinya dipangkas.
Sinyal ini disampaikan Muhaimin Iskandar, sekjen DPP
PKB. Poros Tengah, kata Muhaimin, harusnya bersikap
tegas. "Kalau menarik dukungan, menterinya mundur,
dong," tegasnya. Tetapi dipihak lain, anggota DPR dari
PKB, Effendi Choirie, melihat adanya skenario
menaikkan Megawati menjadi presiden.
Golkar telah siap mengisi menteri yang ditinggalkan
Poros Tengah. Memang, kata Ketua DPP Golkar Muchyar
Yara, penyusunan kabinet merupakan hak prerogatif
presiden. Tetapi, "Kalau porsi menteri dari Golkar
ditambah, ya sudah tentu Golkar akan sangat bergembira
dan siap memberikan kader-kader terbaiknya�MDNM�,"
ujar tokoh muda yang pernah merintis pertemuan
Megawati dan Akbar.
Kendati begitu, Akbar sepertinya amat hati-hati
menyikapi "rayuan maut" Gus Dur. Ia belum mengiyakan,
tapi juga tidak menolak. Memang, kendati dimusuhi
banyak pihak, sebagai partai kedua terbesar di MPR,
posisi Golkar tak bisa dipandang remeh siapapun.
Apalagi Akbar lebih lincah bermain: bisa bermesraan
dengan Gus Dur, Megawati dan Amien Rais sekaligus.
Akbar mengingatkan Gus Dur agar mengambil keputusan
secara hati-hati. Apalagi kalau itu dimaksudkan untuk
menyingkirkan kekuatan politik dari kabinetnya. "Kalau
ternyata itu dilakukan karena pendekatan politik, atau
karena mungkin mau mengeliminir  salah satu kekuatan
politik, ya, itu bisa saja. Tapi beliau harus berpikir
dan hati-hati," kata Akbar menjawab
�MDBR�Bangkit�MDNM��MDBO��MDNM�. �MDNM�Sebab, menurut
Akbar, apapun tindakan Gus Dur akan mempengaruhi
dukungan politik terhadapnya.
Di kubu seberang, Poros Tengah pun telah menyusun
skenario. Menurut Hartono Mardjono, kalau Megawati
menjadi presiden atas dukungan Poros Tengah, otomatis
harus membagi kekuasaan. "Kalau �MDBR�nggak,�MDNM�
siapa yang mendukung," ucapnya. "Dia mesti minta
kesepakatan dari Poros Tengah untuk bisa mengatur
pemerintahan yang akan datang, �MDBR�k�MDBR�an
gitu�MDNM�."
                       ***
KECUALI pertarungan kekuasaan, pengamat militer MT
Arifin berpendapat, konflik di sekitar presiden
berkaitan pula dengan perebutan aset-aset ekonomi.
�MDBR�Singapore Connection�MDNM�, misalnya, disebut MT
ingin agar kue ekonomi kembali dilahap kelompok
konglomerat, termasuk pengusaha kakap keturunan Cina.
Kelompok ini ingin menarik modal Cina perantauan di
luar negeri. Sementara Kwik cs lebih senang
membesarkan kelompok usaha menengah ke bawah.
Dari segi politik, pengamat dari UI, Laode Ida,
berpendapat, ketegangan itu lebih bersifat jangka
pendek. Terutama bagaimana memperkuat posisi tawar
menyongsong rencana perombakkan kabinet.
Tetapi pengamat dari CSIS, Kusnanto Anggoro, melihat
aspek jangka panjang dari pertarungan ini. Aliansi
baru PDIP-Poros Tengah, katanya, bukan mustahil akan
diteruskan pada pemilihan presiden tahun 2004. Sebab
Megawati nantinya akan berhadapan dengan Gus Dur, jika
bos NU itu tetap ingin menjadi presiden.
Tetapi, katanya, aliansi itu kemungkinan akan berubah
lagi, tergantung pada persaingan Amien Rais, Megawati,
Akbar Tandjung dan Gus Dur. Paketnya bisa Mega-Akbar
atau Gus Dur-Amien. Akhirnya, pertarungan nanti
tergantung pula pada hasil pemilu 2004.

--------------------
PETA KEKUATAN*
--------------------
Nama          Kursi   %

PDIP           185   26
Golkar         181   25
Poros Tengah   141   20
Utusan Golongan 65    9,2
PKB             57    8,1
TNI             38    5,4
KKI             14    2,0
PDKB             5    0,7
Lain-lain        4    0,6

* Perkiraan kekuatan di MPR.DAHLAN.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Apr 2000 jam 14:42:49 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke