---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 18 April 2000 15:10 UTC ** TOPIK GEMA WARTA: POSISI GUS DUR MENGUAT SETELAH AMIEN RAIS DAN AKBAR TANDJUNG PERLUNAK SIKAP ** TOPIK GEMA WARTA: MILISI-MILISI DI TIMOR BARAT JADI BATU UJIAN BAGI PANGLIMA TNI ** RIBUAN GURU BERDEMO DI PELBAGAI KOTA ** KOLONEL POL YUSUF MUHARRAM DIPANGGIL KE JAKARTA ** TUTUT DIPANGGIL KEJAKSAAN ** AS TUNDA PENJUALAN TORPEDO KEPADA TAIWAN * POSISI GUS DUR MENGUAT SETELAH AMIEN RAIS DAN AKBAR TANDJUNG PERLUNAK SIKAP Intro: Sepuluh ribu orang guru kemarin berdemonstrasi di Jakarta. Mereka menuntut kenaikan gaji. Pada pokoknya mereka menilai pemerintahan Gus Dur-Mega telah gagal dalam memperjuangkan nasib para guru. Sementara itu di Kendari, pada kesempatan yang sama, ketua PB PGRI, Muh. Surya, berpidato membeberkan tuntutan para guru: Muh. Surya: Mengapa guru menuntut khusus? Dasar hukumnya ada. Secara hukum kita dilindungi oleh konvensi internasional. Lalu rekomendari ILO dan Unesco. Guru harus punya sistem tersendiri. Guru harus menyegarkan ilmunya. Guru harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan itu itu perlu dana. Guru perlu hidup wajar. Guru jabatannya lebih dinilai secara meritokratif, artinya dari prestasinya. Guru yang berprestasi akan kelihatan. Tapi pejabat? Biarpun dia bodoh, mau pidato, nyuruh stafnya, kan? Tolong buatkan untuk pidato saya. Pintu mobil dibukakan. Guru tidak di situ ukurannya. Guru harus pinter, karena dia mikir materi sendiri. Ngajar sendiri. Enggak ada guru yang ngantarkan kacamata (baginya, Red.) ke podium, enggak ada. [Disusul tepuk tangan hadirin]. Untuk itu guru memerlukan suatu perlakukan khusus. Perlu belajar sendiri. Kalau jabatan struktural itu biar bodohpun enggak kelihatan. Enggak ngerti, bisa marah dia! [Disusul tepuk tangan meriah hadirin] Demikian ketua PB PGRI Muh. Surya dalam pidatonya di Kendari, Selasa kemarin. Nasib para guru bukanlah satu-satunya masalah mendesak yang dihadapi pemerintahan Wahid. Terutama karena ternyata TNI masih aktif membantu kalangan yang ingin melengserkan Gus Dur. Lebih lanjut berikut laporan koresponden Syahrir dari Jakarta: Sebagaimana biasa, di kalangan pemerintah ada yang menduga bahwa para demosntran dibantu kalangan elit politik yang pernah berkuasa dan ingin melengserkan Gus Dur. Kalangan elit politik ini masuk dalam koalisi longgar menggoyang Gus Dur. Ada kelompok Wiranto, Habibie dan Soeharto. Pokoknya setelah Soeharto dan putra-putrinya mulai diperiksa, maka kerusuhan dan kekacauan mulai mengancam. Berturut-turut terjadi kecelakaan kereta-api. Sementara itu baik Amien Rais maupun Akbar Tandjung mulai merubah keterangan-keterangan pers mereka mengenai Sidang Istimewa MPR mendatang. Intinya Gus Dur boleh tetap memerintah kalau dia mau merubah dirinya dengan menghentikan keterangan-keterangannya yang kontroversial. Wapres Megawati pun sudah bertemu Gus Dur dan menyatakan diri tetap loyal mendukung Gus Dur. Tetapi Sidang Umum MPR itu masih lama, masih empat bulan lagi. Dan dalam waktu empat bulan itu masih banyak yang bisa terjadi. Adapun kebiasaan Amien Rais dan Akbar Tandjung merubah-rubah kebijakan mereka sudah diketahui masyarakat politik Indonesia. Bahwa mereka ramai-ramai merubah pernyataan mereka dan menyatakan tidak bermaksud melengserkan Gus Dur melalui suatu Sidang Istimewa bukanlah sesuatu yang istimewa. Sementara itu sentimen di dalam negeri pun sudah mempengaruhi pers internasional. Koran South China Morning Post yang terbit di Hongkong beberapa hari yang lalu dalam tajuknya menegaskan bahwa dunia internasional sudah tidak sabar lagi melihat pemerintahan Gus Dur. Hingga kini pemberantasan korupsi dan pembenahan aparat hukum masih belum dijalankan sepenuhnya oleh Gus Dur, tulis koran tersebut. Padahal para investor luar negeri sedang memperhatikan langkah-langkah lanjutan Gus Dur yang dapat meningkatkan kepercayaan mereka. Maka meskipun nampak masih ragu-ragu, namun pemerintahan Gus Dur mulai menunjukkan giginya. Biar belum berani menghadapi Soeharto tetapi kemarin kejaksaan agung sudah memanggil Siti Hardiyanti Rukmana. Selain Tutut kemarin nampak pula sosok bekas Mensesneg Moerdiono. Pagi harinya mantan Menteri BUMN Tanri Abeng juga diperiksa. Ketiga orang itu diperiksa untuk kasus-kasus yang berbeda. Kabarnya Gus Dur akan meningkatkan langkah-langkahnya memberantas KKN hingga bulan Agustus mendatang. Maka sudah dapat diduga bahwa kekuatan-kekuatan pendukung Soeharto pun akan meningkatkan aksi-aksi mereka. Baik yang tertutup maupun yang terbuka. Meningkatnya konflik elit politik Indonesia jelas akan mempengaruhi posisi rupiah terhadap dolar. Nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terus melemah selama kepergian Gus Dur kemarin mulai menguat. Tetapi pekan mendatang diperkirakan masih tetap akan berfluktuasi. Pasar memang memberikan persepsi negatif atas adanya desakan dilakukan Sidang Istimewa MPR dan konflik antara Gus Dur dengan Ketua MPR Amien Rais. Apalagi setelah ada isyu bahwa hubungan Gus Dur dengan Megawati memburuk. Pelaku pasar mengkhawatirkan munculnya konflik terbuka. Belum lagi setelah beredar desas desus bahwa sebagian besar perwira angkatan darat diam-diam telah mendukung Laskar Jihad. Laskar ini akan didorong pembentukannya di pelbagai Korem. Logistik untuk Laskar Jihad di tempat pelatihan di Bogor diberitakan seolah dipasok pihak Kodam Siliwangi. Maka pada pekan-pekan mendatang ini ditunggu aksi-aksi atau gerakan-gerakan yang akan diluncurkan para mantan pejabat Soeharto yang kini merasa terpojok. Apalagi setelah pembubaran Bakostanas dan perampingan Kopassus, lebih dari seribu prajurit, bintara dan perwira yang menjadi penganggur. Dengan latarbelakang ini perlu dilihat acara rujuk NU dengan TNI di Malang baru-baru ini. * MILISI-MILISI DI TIMOR BARAT JADI BATU UJIAN BAGI PANGLIMA TNI Panglima TNI Laksamana Widodo membantah adanya pelatihan milisi-milisi pro-autonomia Timtim di wilayah NTT, dan sebelumnya Pangdam Wirabuana Mayjen Kiki Syahnakri telah mencapai kesepakatan dengan UNTAET untuk mengatur keamanan perbatasan Timtim. Meskipun demikian, masih ada alasan untuk mengkhawatirkan para milisi yang tetap dibiarkan beroperasi di tengah kamp-kamp pengungsi itu. Demikian anggota KPP HAM Asmara Nababan, yang baru kembali dari Kupang. Padahal, soal 120 ribu pengungsi inilah salah satu patokan bagi Amerika Serikat dalam mendukung pemerintahan Gus Dur, dan khususnya dalam menilai hubungan Amerika Serikat dengan TNI. Soal lain yang penting bagi masyarakat internasional adalah peradilan terhadap 32 perwira dan pejabat yang bertanggungjawab atas kekerasan tahun lalu. Menurut Asmara Nababan dari Komnasham, Kejaksaan Agung memang agak lamban, tetapi dia percaya, UU Peradilan HAM cukup memenuhi norma-norma internasional. Asmara Nababan (AN): Kalau kita lihat draft kesepuluh atau final draft yang siapkan oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan, maka minimum standar internasional itu sudah ada di dalam draft UU tersebut yang jauh lebih lengkap dari Perpu I tahun 99. Sekiranya berdasarkan Perpu I/99 saudara Wiranto nggak bisa dituntut. Tetapi dengan UU baru nanti saudara Wiranto itu dapat dituntut, karena crime by ommission (kejahatan membiarkan kejahatan terjadi, red.) diatur dalam pengadilan hak asasi manusia yang di dalam Perpu belum diatur. Radio Nederlanda (RN): Ini anda kedengarannya optimis juga bahwa UU ini akan cukup punya bobot standar internasional. AN: Oh ya. Kalau dilihat draft sepuluhnya, jangan lagi nanti dilemahkan di DPR ya, sejauh draft yang disiapkan pemerintah, sangat kuat. RN: UU Pengadilan HAM tadi kapan diperkirakan akan rampung? AN: Harus sebelum Juli. Beberapa fasal dari Statuta Roma, umpamanya, itu masuk di dalam draft ini. Tetapi konvensi mengenai torture (siksaan, red.) sudah diratifikasi, sehingga saya sampai dengan tingkat ini tidak merasa kuatir, masyarakat internasional akan meragukan kualitas peradian itu sendiri. RN: Jadi, singkatnya akan kecil kemungkinan untuk mengarah ke Tribunal Internasional? AN: Dari segi legislasi, ya, tetapi kan kita harus melihat nanti peradilan sendiri. Apakah peradilan itu sungguh-sungguh diproses secara transparan, impartial (tidak memihak), barangkali kalau itu terjadi baru gagasan untuk International Tribunal, rasanya suatu gagasan yang tidak relevan lagi. RN: Soal lain yang mungkin juga menjadi isu politik adalah soal pengungsi-pengungsi Timor Timur yang ada di Timur Barat. Ini tidak pernah terselesaikan tuntas milisi-milisi ini, yang masih dibeayai oleh TNI? AN: Nah ini persoalan yang nampaknya menjadi batu ujian bagi Panglima TNI Widodo, karena seluruh jajaran TNI itu membantah dukungan yang diberikan kepada milisi. Tetapi informasi yang kita peroleh dari lapangan menunjukkan bahwa operasi-operasi milisi yang ada sekarang masih bisa terjadi hanya karena setidak-tidaknya dibiarkan berlangsung oleh aparat keamanan, tetapi khususnya Pangdam Wirabuana selalu membantah keterlibatan TNI di dalam memberikan dukungan kepada milisi ini. Suatu hal barangkali harus kita catat, dengan penambahan batalyon baru untuk menjaga perbatasan itu akan kita lihat dalam waktu yang tidak terlalu lama apakah dengan penambahan batalyon baru tersebut memang sungguh-sungguh operasi milisi dari Timor Barat itu dapat dihentikan. RN: Kok susah-susah amat sih. Kan ini milisi-milisi yang ada di sekitar atau di tengah para pengungsi Timtim ini, kan TNI tahu yang mana dan siapa mereka. Kan bisa disaring? Orang TNI punya tradisi menangkap orang begitu banyak dan mudah, dan cepat. Mengapa di Timor Barat begitu sulit? AN: Ya he he he. Saya juga menanyakan pertanyaan yang sama kepada Kapolda dan Kapolda mengatakan, itu pengalaman mereka. Kalau mereka melakukan sweeping (penyisiran, red.), tidak ada senjata, tidak ada ini, segala macam, di kamp-kamp tersebut. Jadi memang faktor psykologis itu yang membebani aparat keamanan kita, karena melihat milisi ini sebagai patriot-patriot begitu. RN: Jadi masih ada permainan antara TNI dengan milisi? AN: Ya tetapi TNI tidak melanjutkan hal ini, karena akan menyulitkan posisi TNI di mata masyarakat dan juga masyarakat internasional. Jadi memang kita percaya kepada kemauan politik dari pimpinan TNI sekarang untuk memutus hubungan itu, cuma di lapangan memang masih dibutuhkan waktu. * RIBUAN GURU BERDEMO DI PELBAGAI KOTA Hari ini para guru mengadakan demonstrasi di pelbagai kota di Indonesia. Di Jakarta sekitar sepuluh ribu guru memenuhi kompleks DPR di Senayan. Mereka terdiri dari Forum Guru Se-Jawa Barat. Mereka menegaskan lagi tuntutan teman seperjuangan mereka Forum Komunikasi Guru Majalengka dari Forum Guru Garut yaitu kenaikan gaji pokok hingga 500 persen. Ketua DPR RI Akbar Tandjung menyatakan menyanggupi tuntutan yang diminta guru, tapi menambahkan kenaikan itu harus bertahap. Sementara itu dalam pidatonya di depan para guru di Kendari, Sulawesi, Ketua Umum PB PGRI Muh. Surya, menyebut lima tuntutan guru. Pertama prolehan tunjangan fungsional bagi para guru, kedua peningkatan gaji untuk menunjang hidup yang wajar dan dalam jangka panjang agar ada sistem penggajian yang khusus bagi para guru. Ketiga agar pemerintah menaikkan anggaran pendidikan, keempat pembenahan sistem dan manajemen pendidikan, dan kelima adanya UU perlindungan hukum bagi guru. Dengan penuh semangat dan humor, di depan para guru di Kendari Muh Surya menyatakan guru harus dinilai dari ukuran prestasinya dan itulah bedanya dengan seorang pejabat, yang tidak bisa membuat konsep pidato. "Guru tidak di situ ukurannya. Guru harus pintar, karena mikir materi sendiri, ngajar sendiri. Nggak ada guru yang ngantarkan kacamata ke podium." Demikian Ketua PB PGRI. Muh Surya. * KOLONEL POL YUSUF MUHARRAM DIPANGGIL KE JAKARTA Kolonel Pol Yusuf Muharam yang memimpin operasi Rencong III dipanggil ke Jakarta untuk diseliidiki. Menurut organisasi-organisasi pembela HAM, operasi itu banyak melanggar hak asasi manusia dan serangkaian pembunuah yang mirip dengan zamannya DOM dulu. Selain memecat Muharam, pemerintah juga akan mengawali pengadilan sejumlah prajurit yang dianggap terlibat membunuh seorang guru agama. Tindakan pemerintah ini menunjukkan bahwa pihak pemerintah konsisten ingin mengakhiri pelanggaran HAM dan pembersihan di tubuh TNI. Belakangan, meski ada janji-jandi damai dari pemerintah, namun tiap hari masih ada saja warga Aceh yang terbunuh, akibat operasi penyisiran yang dilakukan tentara. Juru bicara kepolisian di Jakarta Kolonel Pol Saleh Saaf mengatakan bahwa Presiden Abdurrahman Wahid lah yang memerintahkan untuk memanggil Muharam ke Jakarta. Untuk sementara Muharam digantikan oleh wakilnya. * TUTUT DIPANGGIL KEJAKSAAN Putri sulung mantan presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut dipanggil untuk datang ke kantor Kejaksaan Agung untuk dimintai keterangan tentang kasus KKN ayahnya. Tutut tiba di Kejaksaan jam 8:15 didampingi para pengacaranya dan empat orang pengawal pribadi. Menurut Kejaksaan Tutut dipanggil sebagai saksi sehubungan dengan penyelidikan terhadap tuduhan korupsi bagi ayahnya yang sakit-sakitan. Sementara itu hari ini pengadilan Negeri Jakarta Selatan melanjutkan sidang gugatan Soeharto terhadap majalah Times yang pernah menulis artikel yang menyatakan bahwa Soeharto menyimpan sembilan milyar dolar di Bank Swiss. Sidang ini antara lain mendengarkan kesaksian pakar komunikasi Prof Muis dan Goenawan Mohamad, mantan pemimpin redaktur Mingguan Berita Tempo. * AS TUNDA PENJUALAN TORPEDO KEPADA TAIWAN Amerika Serikat menunda penjualan kapal torpedo pemusnah kepada Taiwan. Kapal-kapal pemunsah yang bernama Aegis itu memiliki aparat radar sangat canggih, yang memungkinkan Taiwan melacak ke jarak ribuan kilometer ke daratan Cina. Pentagon sebenarnya ingin melanjutkan penjualan itu, karena dengan demikian kekuatan di kawasan menjadi berimbang. Tetapi pemerintahan Clinton tidak mau berhadapan dengan Cina sehingga akhirnya menunda penjualan. Bejing masih tetap menganggap Taiwan sebagai propinsi yang membangkang. * JAKSA TETAP TUNTUT HUKUMAN MATI BAGI NAWAZ SHARIF Dalam sebuah pengadilan banding Kejaksaan Pakistan juga menuntut hukuman mati terhadap mantan perdana menteri Nawaz Sharif. Tuntutan terhadap enam orang lain yang juga tertuduh terlibat, yang oleh pengadilan negeri semula dibebaskan, dalam sidang naik banding ini, tetap dipertahankan. Sharif sudah divonis hukuman penjara seumur hidup atas tuduhan melancarkan teror dan pembajakan udara. Perdana Menteri Nawaz Sharif ketika itu berusa mencegah pesawat yang ditumpangi oleh Panglima Tentara Jenderal Pervez Musharaf untuk mendarat di Karachi. Musharaf, yang waktu itu baru dipecat oleh Nawaz Sharif, akhirnya berhasil mendarat setelah tentara mengepung bandara. Setelah itu Jenderal Musharaf pun mengadakan kudeta dan menangkap Sharif. * NATO DITUNTUT KELUARKAN LAPORAN RINCI TENTANG PENGGUNAAN URANIUM DI PERANG KOSOVO NATO harus mengeluarkan laporan rinci tengan penggunaan munisi yang mengandung uranium pada perang Kosovo dulu. Dengan ditegaskan Tom Koenigs, Kepala Perwakilan PBB di propinsi Serbia tersebut, kepada Greenpeace-Magazin. Uranium digunakan di pembungkus karena logam yang sangat keras itu bisa memperbesar daya senjata. NATO mengaku pernah mengunakan sepuluh ton munisi yang mengandung radiasi lemah. Tetapi dimana radiasi itu muncul, tidak diumumkan. Menurut Koenigs, telah diselidiki kemungkinan tercemarnya kesehatan para tentara yang ditugaskan di Kosovo. Tetapi warga sipil tidak mungkin tercemar. Koenig berpendapat, demi keselamatan penduduk, harus segera diketahui di daerah mana saja NATO menggunakan uranium. * LAGI-LAGI PETANI KULIT PUTIH TERTEMBAK DI ZIMBABWE Di Zimbabwe lagi-lagi seorang petani kulit putih ditembak oleh veteran perang. Petani ini terluka, tetapi tidak diketahui persis kondisinya sekarang. Menurut tetangga korban, lahan pertanian milik tetangganya itu diserbu oleh sekitar empat puluh orang veteran. Akhir pekan lalu dua orang petani kulit putih ditembak mati oleh orang-orang yang menduduki lahan pertanian mereka. Presiden Zimbabwe Robert Mugabe mengatakan, akan mengamankan sekitar lima ratus pertanian yang dikepung, tetapi ia tidak bersedia mengimbau orang-orang yang menduduki lahan pertanian itu untuk angkat kaki. Selasa ini Mugabe mengadakan pertemuan dengan organisasi veteran perang. Banyak petani kulit putih sudah meminta paspor di kedutaan Inggris. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Apr 2000 jam 14:52:17 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
