----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Antara, 19 April 2000

UNTAET BERSIKAP TIDAK ADIL TERHADAP RAKYAT TIMTIM

Brussel, 19/4 (ANTARA) - Otoritas Transisi Perserikatan Bangsa-
Bangsa di Timor Timur (UNTAET) selama menjalankan tugasnya sejak
pertengahan November 1999 bersikap tidak adil terhadap
pengembangan kepentingan politik, ekonomi, sosial dan budaya
rakyat setempat, kata Ketua Partai Nasionalis Timor (PNT) DR
Abilio Araujo. "Kebijakan UNTAET sejauh ini masih hanya
mengutamakan kepentingan persengkongkolan Barat, terutama
Portugal dan Australia melalui kelompok CNRT. Hal ini terbukti
dari sejumlah pembicaraan dalam Dewan Konsultatif Timtim yang
dibentuk UNTAET," ujarnya kepada ANTARA di Brussel, melalui
sambungan telepon internasional dari Lisabon, Selasa malam.

Mantan Presiden Fretilin itu berpendapat, UNTAET sebagai
fasilitator Dewan Konsultatif Timtim terlihat lebih banyak
memberikan fasilitas dan pembenaran pendapat dari kelompok yang
menamakan diri Dewan Nasional Perlawanan Rakyat Timtim (CNRT)
pimpinan Xanana Gusmao. Padahal, menurut dia, UNTAET harus
memposisikan diri secara netral dengan melihat kenyataan bahwa
hasil jajak pendapat 30 Agustus 1999 yang menunjukkan sebagian
besar rakyat Timtim menolak otonomi dari Pemerintah RI bukan
berarti kemerdekaan Timtim hanya di tangan satu kelompok saja.
"Bahkan, UNTAET cenderung lebih membenarkan pendapat sekelompok
orang Timtim saja untuk memaksakan agar seluruh rakyat Timtim
menuju kemerdekaannya berbahasa Portugis yang justru kurang
populer dalam tatanan pergaulan antarbangsa di kawasan Asia-
Pasifik," ujar Abilio.

Oleh karena itu, ia mengatakan, PNT yang memiliki seorang wakil
di Dewan Konsultatif Timtim pada akhir pekan lalu melayangkan
surat protes kepada UNTAET yang dipimpin diplomat Bazil, Sergio
de Melo, untuk bersikap lebih adil untuk kepentingan masa depan
seluruh rakyat Timtim.

Abilio menambahkan, UNTAET patut disesalkan sikapnya yang
terlalu membiarkan wilayah Timtim terjerumus kembali dalam
sistem penjajahan baru gaya Barat, karena semakin terlihat
adanya upaya menggeser kebudayaan asli Tetun menjadi pro-Barat.

"Kami juga akan melakukan protes keras kalau sampai ada negara
lain, seperti Australia, membangun pangkalan militer di Timtim.
Hal ini merupakan lanjutan kesalahan UNTAET yang baru akan
terasa akibatnya setelah Timtim benar-benar merdeka," kata
Abilio Araujo. (U. LPT-1/19:23/18/04/2000/ND02/19/04/:0 10:42)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Apr 2000 jam 10:49:02 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke