---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Antara, 20 April 2000 EURICO GUTERES DAMAIKAN PENGUNGSI TIMTIM YANG BERTIKAI Atambua, 20/4 (ANTARA) - Mantan Wakil Panglima Pasukan Pejuang Integrasi yang juga mantan Komandan Aitarak, Eurico Guteres, akan mendamaikan pengungsi Timtim yang terlibat bentrokan fisik dengan sesama pengungsi Timtim di Atambua. "Untuk tidak mengganggu ketenangan rakyat maka kemarin (Selasa) saya datang ke sini dan saya sudah bertemu keluarga korban, saya juga sudah ketemu mantan-mantan anggota pasukan Ramelau, termasuk juga masyarakat dari Dili atau mantan-mantan anggota Aitarak guna mempersiapkan upacara perdamaian secara adat di Haliwen besok," kata Eurico, usai memberi pengarahan kepada pengungsi Timtim yang menempati Kamp pengungsi Tulamalae, Rabu. Beberapa hari terakhir ini suasana lengang sempat terjadi di wilayah sekitar kamp pengungsian Ermera dan kamp pengungsi Tulamale, menyusul ditemukannya jenazah seorang pengungsi Ermera di Kilometer 12 jalan jurusan Atambua-Atapupu, yang diduga akibat pembunuhan dengan kekerasan yang dilakukan oleh sesama pengungsi Timtim. Tindakan kriminalitas itu kini dalam penanganan aparat kepolisian dari Polres Belu, namun di antara sesama pengungsi Timtim saling merasa khawatir akan munculnya ekses lanjutan. Dalam pertemuan perdamaian secara adat itu, menurut Eurico, akan dilibatkan aparat keamanan dan aparat pemerintahan di wilayah Kabupaten Belu beserta masyarakat setempat guna menghadiri pertemuan tersebut agar dapat mengetahui perkembangan yang terjadi sehingga berbagai persoalan yang pernah terjadi sebelumnya telah diselesaikan secara damai dan tidak ada lagi persoalan-persoalan yang dianggap mencuat di Atambua-Belu. Eurico dengan tegas membantah jika dikatakan telah terjadi bentrokan fisik antara masyarakat pengungsi yang menimbulkan pertentangan karena menurutnya, persoalan yang terjadi yang melibatkan masyarakat pengungsi Timtim itu merupakan ulah oknum- oknum tertentu yang bermaksud mengadu domba rakyat Timtim. "Kalau sampai dibilang ada bentrok antara pengungsi itu tidak benar karena hanya ada oknum tertentu saja yang membuat panik masyarakat yang menyatakan bahwa ada gejolak atau pertentangan antara masyarakat Timtim di sini (Timor Barat)," katanya. Atas kondisi tersebut, Eurico mengaku sedang mengupayakan berbagai upaya yang mengarah kepada penertiban terhadap ulah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang ada dalam kamp-kamp pengungsi sehingga masyarakat tidak panik. Di hadapan ratusan warga pengungsi di kamp pengungsian Tulamalae, Eurico menyerahkan kepercayaan mengamankan keamanan para pengungsi Timtim yang berada di Atambua-Belu kepada aparat keamanan sementara warga pengungsi diminta untuk membantu aparat menciptakan kondisi yang bersahabat. "Saya sudah percayakan kepada aparat keamanan sehingga apabila ada oknum dalam rakyat pengungsi yang melakukan tindakan yang mengganggu ketenangan masyarakat maka segera diamankan. Bahkan saya juga sudah tekankan kepada masyarakat pengungsi bahwa jika ada yang mencoba-coba menggunakan nama UNTAET, TNI, Polisi, PPI atau Aitarak untuk mengganggu ketenangan masyarakat maka tangkap saja dan serahkan kepada aparat yang berwewenang," katanya. Beberapa kali Eurico dengan tegas menyatakan tidak ada bentrokan fisik dalam lingkup masyarakat pengungsi Timtim dan kesemuanya itu disebabkan oleh ulah oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan kondisi dan mengadu domba kehidupan pengungsi Timtim. (F.PA-PK01/PA01/SU04/20/04/:0 05:54/ND08) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 24 Apr 2000 jam 10:49:49 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
