---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Media Indonesia, 3 Mei 2000 TNI AD Berjuang untuk Warga Irja, Kasad Ajak Putra Irja Masuk AD JAYAPURA (Media): Kasad Jenderal Tyasno Sudarto menegaskan, masalah keadilan bagi masyarakat Irian Jaya (Irja) masih perlu diperjuangkan, di antaranya dengan memajukan rakyat Irja supaya bisa semaju dan sederajat dengan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia lainnya. "Memperjuangkan keadilan merupakan kewajiban kita (TNI AD) sebagai tentara nasional, tentara rakyat, dan tentara pejuang," kata Kasad, saat melakukan pertemuan dengan para Perwira Kodam XVII/ Trikora, di Bukit Mac Arthur, Jayapura, kemarin seperti dikutip Antara. Sebelumnya, masalah ketidakadilan yang dialami masyarakat Irja juga menjadi salah satu inti pembicaraan antara Kasad Jenderal Tyasno Sudarto dan tokoh-tokoh masyarakat Irja. Para tokoh masyarakat Irja umumnya menyuarakan masalah ketidakadilan, seperti keterbatasan kesempatan bagi putra-putri daerah itu untuk menduduki jabatan teras di TNI AD maupun diterima sebagai anggota TNI, kurangnya perhatian pemerintah terhadap para pejuang Trikora, atau ketidakadilan dalam pembagian alokasi anggaran. Kepada jajaran Kodam XVII/Trikora, Kasad menegaskan bahwa keadilan bagi masyarakat Irja bisa diwujudkan melalui pemberian kesempatan kepada penduduk untuk mengembangkan dirinya. "Berikan kesempatan kepada mereka (penduduk Irja) agar bisa segera maju dan sederajat dengan masyarakat Indonesia lainnya," katanya. Jenderal Tyasno Sudarto juga menegaskan, kelompok penduduk Irja yang `berbeda pendapat` dengan pemerintah (ingin melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia), tidak mesti dianggap sebagai musuh atau lawan, namun sebagai saudara yang perlu diajak duduk bersama untuk mencari sisi kebersamaan di antara perbedaan pendapat. "Perbedaan pendapat boleh saja terjadi. Namun, harus diwaspadai, dan jangan sampai merusak komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya. Menurut Kasad, memperjuangkan kemerdekaan bagi rakyat Irja bukan dalam pengertian kemerdekaan untuk membentuk negara sendiri dan lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Pengertian kemerdekaan di sini adalah kemerdekaan dalam mengisi pembangunan, kemerdekaan dalam mengeluarkan pendapat, atau kemerdekaan berpolitik, mencari kesejahteraan atau memperbaiki taraf hidup," katanya. Kepada tokoh-tokoh masyarakat Irja, Kasad juga memberikan pengertian senada tentang maksud kemerdekaan bagi masyarakat Irian Jaya. "Keadilan tetap kita (TNI) usahakan supaya makin baik. Namun, bukan berarti membuat negara sendiri yang lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya. Kepada para tokoh masyarakat Irja, Kasad mengatakan, masalah ketidakadilan, seperti kurangnya perhatian terhadap masyarakat memang perlu dicari pemecahannya secara bersama. "Perbedaan di antara kita, tentunya dianggap sebagai suatu rahmat, dan bukan untuk dihapus atau dipertentangkan, namun disinergikan secara positif," katanya. Ditambahkannya, perhatian terhadap para pejuang Irian Jaya memang masih kurang. "Untuk lingkungan TNI AD, saya akan berusaha keras untuk memberikan perhatian, seperti kepada para pejuang," katanya. Kasad juga meminta putra-putri Irja untuk bersedia masuk ke TNI AD, karena hingga sekarang belum ada putra Irian Jaya yang menduduki jabatan teras di TNI, meski sudah ada yang masuk dalam jabatan teras di lingkungan TNI AL. Karena itu, dia meminta supaya para Dandrem/Dandim di Kodam XVII/Trikora untuk memberikan arahan kepada para putra Irian Jaya sejak masa SLTP/SMU, supaya mereka bisa memenuhi semua persyaratan jika mendaftarkan diri ke TNI. Dalam kesempatan itu, Kasad juga mengatakan, kedekatan antara TNI dan rakyat perlu terus dipelihara, dan prajurit TNI di mana pun ditugaskan berkewajiban mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara, namun tetap menjunjung supremasi hukum. Kepada Perwira Kodam XVII/Trikora, Jenderal Tyasno Sudarto menegaskan, TNI AD perlu terus mengikuti perkembangan masyarakat dengan cara menyatu dengan rakyat. "Untuk mengetahui dan merasakan apa yang terjadi di masyarakat, TNI AD perlu menyatu dengan rakyatnya." Ditegaskannya, TNI adalah tentara nasional, tentara pejuang, dan tentara rakyat. Meski TNI banyak mendapatkan hujatan, namun hal itu harus dijadikan sebagai kritikan, dan bukan dengan menjauhi rakyat atau merasa rendah diri. (N-1) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 8 May 2000 jam 06:54:12 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
