----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Kompas, 3 Mei 2000

Provokator Garap Masyarakat Puncak Jaya

Mulia, Kompas

Sesungguhnya, masyarakat pedalaman Papua, khususnya Kabupaten
Puncak Jaya, sama sekali tak pernah menuntut kemerdekaan. Akan
tetapi, ada oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak puas
dengan jabatan dan kedudukannya bertindak sebagai provokator.
Oknum PNS itu mengumpulkan massa dan memberi janji bahwa
mereka akan kaya begitu Papua merdeka. Kepala Bagian
Pemerintahan Pemda Puncak Jaya, Henokh Ibo, di Mulia hari Sabtu
(29/4) lalu mengatakan, orang yang memberi janji itu bernama AT
(42), dulunya pegawai di Pemda Puncak Jaya. "AT keluar dari PNS,
kemudian mengangkat dirinya sebagai komandan Satgas Puncak
Jaya dan pemimpin Operasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah tengah
Papua. Hari-hari ia hanya berjalan dari desa ke desa,
mempengaruhi masyarakat dengan mengatakan Papua akan merdeka
dalam waktu dekat, di tahun 2000 ini," tutur Ibo.

Lebih tidak bertanggung jawab lagi, tutur Ibo, AT menjanjikan
sejumlah uang, pakaian, dan rumah mewah kepada masyarakat miskin
di Puncak Jaya setelah Papua merdeka. Namun, untuk mewujudkan
itu AT memungut antara Rp 5.000- Rp 50.000 per kepala keluarga,
sebagai dana persiapan kemerdekaan Papua.

AT juga telah mencoba memeras Pemda Puncak Jaya senilai Rp 400
juta sebagai upaya mengamankan wilayah itu dari gangguan
keamanan. Jika Pemda tidak memenuhi permintaan itu, dirinya akan
mengerahkan massa Satuan Tugas (Satgas) Papua di Puncak Jaya
untuk membuat kerusuhan di daerah itu. Selain itu, menurut
Ibo, AT juga menghabiskan sekitar Rp 120 juta dana Pembangunan
Desa (Bangdes) di enam kecamatan di Puncak Jaya.

"Dana itu dipungut untuk apa, kami tidak tahu. Saya lihat
anggota masyarakat yang dikumpulkan itu pun tidak mendapat apa-
apa," kata Ibo.

Bubarkan PBB

Pengamatan Kompas di Mulia, ibu kota Puncak Jaya, Sabtu pekan
lalu menunjukkan, sekitar pukul 05.00 waktu setempat AT
mengumpulkan ratusan warga Mulia yang tergabung dalam Satgas
Papua Cabang Puncak Jaya. Mereka pawai keliling Kota Mulia,
sambil berteriak-teriak.

Anggota Satgas itu kemudian mendengarkan pengarahan dari oknum
mantan PNS tersebut. AT mengatakan, dirinya dalam waktu dekat
akan pergi ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meminta
kemerdekaan Papua. Jika PBB tidak menyetujui, ia akan
membubarkan PBB dan menyatakan mosi tidak percaya kepada
Amerika Serikat. Pernyataan dalam bahasa Dani itu disambut tepuk
tangan meriah oleh massa.

Menjelang pukul 08.00, beberapa pemuda yang akan pergi ke
ladang, dipaksa oleh AT untuk mendengarkan pidatonya. Kepada
massa AT mengatakan, kalau dirinya tidak ada di Puncak Jaya
berarti ia sedang ke AS untuk bertemu dengan Presiden
Bill Clinton. Ia telah minta Amerika mendukung kemerdekaan
Papua, dan Clinton mengatakan sangat setuju.

"Kalau kita merdeka setiap kepala keluarga akan diberi uang
sebesar Rp 5 juta, dibangunkan rumah mewah, Puncak Jaya akan
diberi lima unit pesawat terbang dari Amerika, dan masyarakat
hidup gratis," kata AT.

Menurut Henokh Ibo, selain provokator tadi, media massa lokal
yang beredar di Puncak Jaya turut mempengaruhi opini masyarakat.
Walau tidak semua anggota masyarakat dapat membaca, namun mereka
bisa saling menginformasikan mengenai apa yang dibaca di media
massa mengenai ide kemerdekaan Papua itu. (kor)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 8 May 2000 jam 06:53:56 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke