---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Kompas, 5 Mei 2000 KSAD: Segera Wujudkan Rekonsiliasi di Maluku Ambon, Kompas Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tyasno Sudarto mengatakan, TNI AD akan membantu rehabilitasi bekas-bekas kerusuhan di Ambon, Maluku. Hal itu diperlukan agar rekonsiliasi di antara pihak-pihak yang bertikai di Ambon dapat segera diwujudkan. Tyasno mengemukakan hal tersebut kepada wartawan usai memberikan pengarahan di depan para perwira Kodam XVI/ Pattimura di Ambon, Rabu (3/5). Ia didampingi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVI/Pattimura Brigjen Max M Tamaela. Dalam kunjungan kerjanya di Ambon, Selasa malam, Tyasno bertatap muka dengan tokoh-tokoh masyarakat di Ambon dan sekitarnya. Ia meminta agar warga Maluku segera mewujudkan rekonsiliasi agar wilayah Maluku yang dilanda pertikaian antarwarga segera pulih. Sementara itu, berdasarkan pantauan Kompas, situasi Kota Ambon belum pulih benar, menyusul terjadinya insiden berdarah pada hari Minggu pekan lalu. Situasi tenang yang sudah mulai terwujud, kembali terusik dengan adanya insiden tersebut. Aparat juga memberlakukan jam malam, di mana warga tidak boleh keluar rumah selepas pukul 21.00. Tyasno mengatakan, pemberlakuan jam malam itu diadakan sampai situasi pulih benar. "Selama tiga bulan terakhir ini sebenarnya situasi sudah mulai pulih. Warga yang bertikai dapat berkunjung ke wilayah lawan. Tetapi sejak adanya kejadian hari Minggu, warga kembali terkonsentrasi ke wilayahnya masing-masing," kata seorang warga. Ketika Tyasno shalat di Masjid Raya Al Fatah Ambon nyaris terjadi insiden kecil. Sejumlah warga berunjuk rasa sambil berteriak-teriak meminta Panglima Kodam XVI/Pattimura diganti. Mereka bahkan memukul-mukul kendaraan rombongan KSAD. Namun, rombongan selamat keluar dari lokasi masjid. Tyasno berkunjung pula ke Gereja Protestan Maranatha untuk menyampaikan bingkisan dan sejenak bersilaturahmi dengan warga gereja. Tyasno juga meninjau pos-pos tentara yang berjaga di pelosok Kota Ambon, seperti tentara dari Batalyon Infanteri (Yonif) 303 Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad), Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 13 Kostrad, dan Yonif 611 Awanglong Tanjungpura. Kepada para pasukan, Tyasno meminta agar prajurit bergaul dengan masyarakat sekitar pos dan menganggapnya sebagai saudara, bukan musuh. Lebih lanjut Tyasno mengatakan, upaya rehabilitasi ini harus dijalankan paralel dengan usaha rekonsiliasi yang diadakan oleh masyarakat. Jadi harus dibarengi dengan rehabilitasi fisik dan kondisi. Menurut Tyasno, rekonsiliasi memerlukan tiga syarat. Pertama, ada niat. Kedua, ada kemauan untuk memberikan maaf. Ketiga, yang terpenting, rekonsiliasi itu jangan hanya dilakukan di atas meja, tetapi diwujudkan dalam langkah nyata. "Misalnya rekonsiliasi dalam pelaksanaan rehabilitasi fisik membangun gereja, masjid, pasar, itu dilakukan kedua kelompok. Itu bentuk rekonsiliasi nyata, sehingga bukan hanya niat saja, tetapi diaplikasikan," kata Tyasno. Hakim "ad hoc" Termasuk dalam upaya rehabilitasi itu, kata dia, adalah penindakan terhadap oknum-oknum TNI AD yang berbuat kesalahan selama menjalankan tugas di Maluku. Langkah-langkah penyidikan sudah dilakukan olah aparat Polisi Militer Kodam (Pomdam) XVI/Pattimura. Akan tetapi, ketika memasuki tahap persidangan, jumlah oditur militer dan hakim sangat kurang. "Di sinilah kesulitannya karena keterbatasan personel hakim dan oditur militer. Untuk ini saya akan segera melaporkan kepada Panglima TNI untuk bisa memberikan terobosan, antara lain nanti kita kumpulkan personel hakim yang ada dari ketiga angkatan untuk diperbantukan (ke Maluku)," kata Tyasno. Kalau itu belum cukup, Tyasno mengatakan akan mengusulkan kalau bisa dibentuk hakim ad hoc, karena kasus-kasusnya berkaitan dengan sipil. (bur) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 9 May 2000 jam 06:40:37 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
