----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

PARA ULAMA DAN SANTRI DI TEROR DI ACEH

        BANDA ACEH, (MeunaSAH, 11/5/2000). Aksi teror terhadap ulama dan
kalangan santri di Aceh makin gencar. Kasus terakhir, rumah seorang
ulama, Tgk H Syech Syamaun Risyad LC, yang juga dikenal sebagai Ketua
Organizing Committee Kongres Rakyat Aceh, di Aceh Utara, Selasa (9/5)
dinihari dibakar orang tak dikenal. "Pembakaran itu di luar jangkauan
pikiran normal. Rumah itu dalam waktu dekat akan dijadikan sekretariat
Taliban Aceh Utara. Bahkan, Thaliban Aceh Utara telah membayar sewa
rumah tersebut," kata Rais Am Thaliban Aceh, H TU Bulqaini Tanjungan.

        Teror ini bukan yang pertama bagi ulama dan santri. Ancaman dan teror
sudah sering dialami para santri dan ulama,  khususnya kepada Thaliban
dan HUDA. Rumah Tgk H Syamaun Risyad LC di Desa Uteunkot Cunda,
Kecamatan Muara Dua, dibakar kelompok tak dikenal, sehingga
mengakibatkan ratusan kitab dan peralatan rumah tangga hangus dilalap
api.

        Menurut keterangan saksi mata, rumah ulama yang juga pimpinan
Pesantren Ulumuddin berada sekitar dua km arah barat dari komplek
dayah tersebut sengaja dibakar kelompok tertentu. Rumah di Jalan
Masjid Lorong SMP Cunda Nomor 100 berkontruksi permanen itu sudah lama
tidak dihuni Tgk Syamaun. "Tgk Syamaun sekarang di Banda Aceh, dan
sudah mengetahui musibah tersebut. Beliau hanya memohon kepada
santrinya bersabar dan memperbanyak doa," ujar Tgk Asnawi salah
seorang unsur pimpinan dayah.

        Saksi mata menambahkan, api mulai marak sekitar pukul 01.00 WIB,
beberapa penduduk sekitar rumah itu memberitahukan lewat telepon ke
dayah Ulumuddin. "Ratusan warga setempat bersama santri memadamkan api
dan dibantu satu unit pemadam kebakaran dari Lhokseumawe, api baru
padam sekitar pukul 02.00 WIB," tambahnya.

        Masyarakat dan santri berusaha menyelamatkan ribuan kitab yang ada di
tiga lemari besar. Sementara peralatan rumah tangga lainnya, mulai
dari lemari buku, ranjang tidur sampai ambal sebanyak 10 lembar ikut
hangus tidak sempat terselamatkan. "Hanya puluhan kitab yang dapat
kami selamatkan, selebihnya dilalap api," tambah seorang santri.

        Kapolres Aceh Utara, Letkol Pol Drs Syafei Aksal menyebutkan, aksi
tersebut dilakukan kelompok tak dikenal. Pihaknya menemukan dua
jirigen ukuran tiga liter di TKP bersama dua kaleng oli merek Misran.
Pelaku aksi meresahkan sedang diusut, tambah Kapolres yang didampingi
Perwira Penghubung Kapten Pol Drs AM Kamal kemarin. ***

- ----------------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 May 2000 jam 10:24:29 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke