---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- PEMBAKARAN RUMAH DI ACEH BERLANJUT JANTHO, (MeunaSAH, 11/5/2000). Aksi pembakaran rumah penduduk oleh kelompok tak dikenal, terus berlanjut di Jantho, Aceh Besar, Senin (8/5) malam. Sejumlah penduduk menginformasikan, pembakaran di Desa Suka Tani (eks UPT III Trans Jalin) itu dilakukan oleh sekitar 50-an pria bersenjata api. Dilaporkan, 27 unit rumah dimangsa api, 19 diantaranya terbakar habis berikut semua isinya. Akibatnya 27 KK atau 94 jiwa kehilangan tempat berteduh. Korban untuk sementara menumpang di rumah tetangga dan di tempat penampungan Balai Desa yang digunakan sebagai mushalla. Pada malam yang sama Perkampungan eks UPT III Trans Panca Kecamatan Seulimeum juga dibakar oleh kelompok bersenjata yang menghanguskan delapan unit rumah. Namun belum diperoleh keterangan rinci menganai jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal. Bupati Aceh Besar Drs H Sayuthi Is MM, Wakil Ketua DPRD Aceh Besar Amiruddin Usman Daroy, kemarin, mengunjungi Desa Suka Tani untuk memberikan bantuan sejumlah uang dan beras satu ton yang disalurkan melalui Dinas Sosial. Bupati berharap warga tetap bersabar dan tawakhal dengan musibah itu. Tak lama setelah rombongan bupati pulang dari Jalin, mulai Selasa sore sampai usai maghrib, terdengar suara tembakan berulang kali di Desa Jantho Baru eks UPT I Trans Jantho. Sejak pukul 17.00 WIB kemarin, aparat keamanan telah berada ke kawasan perkampungan yang telah dibakar oleh ratusan pria bersenjata api Minggu malam. Warga Desa Jantho Baru yang dilanda ketakutan kini berlindungan di masjid setempat. Suara tembakan hingga magrih masih terdengar sampai di Kota Jantho, sehingga membuat warga ibukota Aceh Besar itu ketakutan. Rumah penduduk dan pertokoan kota Jantho, tadi malam, tutup total. Data yang dihimpun Serambi menyebutkan deretan rumah yang dibakar Desa Suka Tani adalah dua unit di jalan Kartini dan selebihnya rumah warga jalan Cendana Mulai No. 16 sampai No. 42. Sebelum dibakar warga Desa Suka tani yang berpendudk 200 KK dikejutkan dengan tiga kali letusan tembakan ke udara, kemudian sekitar 50-an pria bersenjata api yang terbagi dalam dua kelompok memaksa pemilik rumah keluar dengan todongan senjata api tanpa diperbolehkan menyelamatkan harta benda. Pemilik rumah diperintah duduk jongkok sambil mengangkat tangan ke atas menyaksikan rumahnya dilalap api. Barang yang ada di luar juga dilempar dalam kobaran api. Bagi yang nekat menyelamatkan hartanya dipukuli. Warga sempat melihat para pelaku sehabis maghrib telah berada di desa itu berkumpul di sebuah rumah yang tidak berpenghuni. Mereka kebanyakan masih muda berpostur sedang ada yang menggunakan telpon genggam. Ke-19 rumah yang terbakar habis adalah milik Guntaryo, Sunardi, Mursinah, M Pakeh, Mashar, Ir Julmin, Bachtiar, Karya Juni Putra, Agus, Mulyadi, Ibnu Kawi, Dwi Sulistianto, Kusnandi, Karto Miran, Hadi Sastro, Suwardi, Pairan, Muraman, dan Sulianto. Sedangkan yang terbakar isinya adalah milik Soimin, Suwandi, Muklis, Syamsul, Kasriadi, Sugiman, Masri, dan Ir Jumizar. "Kami menetap di desa ini sejak tahun 1982 dan dengan masyarakat Jantho telah menjadi saudara," kata Pairan ketua RT IV yang rumahnya terbakar habis. Dalam musibah itu tidak ada korban jiwa. *** - ---------------------------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 May 2000 jam 09:58:27 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
