---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- JADI "DEBT COLLECTOR" BPPN, GUS IM DIBELIKAN MOBIL DAN RUMAH JAKARTA, (SiaR, 11/5/2000). Boleh-boleh saja Zannuba Arifah Chafsoh Rahman, putri Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menulis surat ke harian "Republika" menolak tudingan KKN yang dialamatkan ke keluarga besar presiden, tapi nyatanya sang paman, Hasyim Wahid (Gus Im) ditunjuk sebagai staf ahli Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Hal ini diakui Kepala BPPN Cacuk Sudarijanto, Selasa (9/5) kemarin. Tapi yang merisaukan banyak kalangan --praktisi ekonomi, dan Komisi IX DPR-RI, Gus Im dianggap tak kapabel menangani bagian tersulit di BPPN, yakni forensik. Hal lainnya yang merisaukan adalah beredarnya khabar santer diperolehnya berbagai fasilitas seperti rumah, dan mobil mewah untuk Gus Im setelah menjabat sebagai staf ahli BPPN. Sumber di BPPN menyebutkan, Gus Im disewakan dua rumah di lingkungan perumahan mewah di Jalan Kemang, dan Jalan Gandaria, Jakarta Selatan. Juga dibelikan mobil mewah sedan Toyota dari merk terbaru, yaitu Toyota Soluna. Hal ini tak dibantah Cacuk. Menurut Cacuk sebagai staf ahli khusus, Gus Im berhak memperoleh itu semua. Sedangkan kalangan DPR di Komisi IX, mempertanyakan khabar tentang sogokan Cacuk ke kas kantor kepresidenan sebesar Rp 1 triliun agar dipilih sebagai Kepala BPPN menggantikan yang terdahulu, Glenn M Yusuf. "Itu kan artinya Gus Im bertindak sebagai broker," ucap sumber tersebut. Kehadiran Gus Im di BPPN diharapkan dapat memaksa para pengusaha, untuk mempercepat proses penagihan utang para debitor. Para wartawan yang mencegat Cacuk mempergunakan istilah "debt collector" untuk pekerjaan yang diemban Gus Im. "Debt Collector itu istilah sampeyan ya," ucapnya ketus ke arah wartawan. Sedangkan sumber di Dewan Pengembangan Usahan Nasional (DPUN) menuduh Gus Im --bersama-sama Presiden Gus Dur-- telah berkolusi dengan Newbridge, milik keluarga William Soeryadjaya. Sumber ini juga mempertanyakan, apakah Gus Im mampu menyelesaikan utang macet Ketua GP Anshor, Syaifullah Yusuf sebesar Rp 19,3 triliun, yang juga masih memiliki hubungan kekerabatan dengan dirinya. Juga kasus Suwondo, tukang pijit Gus Dur, yang berhasil membobol duit Yayasan Bulog sebesar Rp 35 miliar. "Mereka kan masih masuk kroni presiden. Kita tunggu saja langkah Gus Im," ucap sumber tadi.*** - ---------------------------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 May 2000 jam 11:41:57 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
