---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- EPISODE PEMERIKSAAN PARA JENDERAL JAKARTA, (TNI Watch! 11/5/2000). Rangkaian pemeriksaan terhadap para jenderal sekarang ini, yang datangnya seperti gelombang, sebelumnya sungguh tak terbayangkan. Terlebih di era Orde Baru, paling-paling hanya bintara atau letnan yang bisa diperiksa, sedang yang berpangkat pati, sama sekali tak tersentuh hukum. Memang ada kasus "Santa Cruz", yang menjerat Mayjen TNI Sintong Panjaitan dan Brigjen TNI Rudolf S Warouw, namun pemeriksaan mereka dilakukan tertutup, jadi masyarakat tidak tahu persis proses pemeriksaan mereka. Pemeriksaan kali ini sedikit lebih terbuka, setidaknya ada keterangan pers dari pihak-pihak yang terkait. Rangkaian pemeriksaan dimaksud adalah berkenaan dengan tiga peristiwa: Peristiwa Tanjung Priok (1984), Pelanggaran HAM Paska Jajak Pendapat di Timtim, dan Peristiwa Penyerbuan Kantor Pusat PDI 27 Juli 1996. Dari tiga peristiwa tersebut, kasus pelanggaran HAM di Timtim dan Kasus 27 Juli, merupakan peristiwa yang banyak "melibatkan" para jenderal. Para jenderal yang sudah diperiksa oleh Tim Kejaksaan Agung adalah: Mayjen TNI Adam Damiri, Brigjen TNI Tono Suratman, dan Brigjen Pol Timbul Silaen. Kemudian akan disusul Letjen TNI Johny Lumintang, Mayjen TNI Purn HR Garnadi dan Mayjen TNI Zacky Makarim. Kelak mantan Panglima TNI Jenderal Wiranto juga akan dipanggil ke Kejaksaan Agung. Dari sekian jenderal yang diperiksa, tampaknya yang paling naas adalah Mayjen TNI Zacky Anwar, karena ia diperiksa dalam dua perkara sekaligus, Kasus 27 Juli dan Pelanggaran HAM di Timtim. Dalam kasus 27 Juli, dalam kapasitasnya (saat itu) sebagai Direktur A BIA, sedang kasus Pelanggaran HAM di Timtim, selaku Penasehat Keamanan Satgas P3TT (Panitia Pelaksana Penentuan Jajak Pendapat di Timtim). Berkaitan dengan "Peristiwa 27 Juli", selain Mayjen Zacky, jenderal yang sudah diperiksa oleh Tim Reserse Mabes Polri antara lain adalah: Mayjen TNI Purn Syamsir Siregar (mantan Kepala BIA), Letjen TNI Purn Sutiyoso (Gubernur DKI), Letjen TNI Purn Sujono (mantan Kasum TNI), Mayjen TNI Yahya Secawiria (mantan Staf BIA, kini Askom Kasum TNI), Mayjen Pol Sutiyono (mantan Dan Korps Brimob, kini Asops Kapolri). Juga akan dipanggil mantan Kasdam Jaya Letjen TNI Purn Susilo Bambang Yudhoyono, dan mantan Kassospol Letjen TNI Syarwan Hamid. Kamudian KPP HAM "Peristiwa Tanjung Priok", sudah memeriksa mantan Panglima TNI Jenderal Benny Murdani, mantan Pangdam Jaya Jenderal TNI Purn Try Sutrisno, dan mantan Dandim Jakarta Utara Mayjen Butar-Butar. Meski hanya melibatkan beberapa jenderal, namun dari sedikit jenderal tersebut, terdapat nama Benny Murdani, figur yang merupakan "Godfather" TNI dalam kurun waktu dua dasawarsa (1980-2000). Benar, sampai sekarang pengaruh Benny masih ada, karena ia merupakan sahabat dekat Gus Dur. Kalau kita amati dari proses pemeriksaan selama ini, atas tiga kasus tersebut, ada satu hal yang mirip, menyangkut "gaya" para jenderal, mereka umumnnya berlagak pilon. Mereka pura-pura tidak tahu-menahu atas peristiwa yang dulu ikut dirancangnya. Para jenderal ini menganggap dirinya "ksatria", namun tidak "ksatria" saat berhadapan dengan tim pemeriksa. Di antara para jenderal, acapkali terjadi saling lempar tanggung jawab. Tidak jujur di hadapan tim pemeriksa, sama artinya mereka juga tidak jujur terhadap rakyat. Tidak ada yang perlu disesali atas sikap jenderal-jenderal itu. Memang begitulah adanya, mereka juga manusia biasa, seperti kita juga. Karena mereka manusia biasa, maka berlaku pula pepatah yang biasa kita dengar di kalangan orang biasa: mana ada maling yang ngaku. Para jenderal itu pada dasarnya "bandit", yang diberi pakaian TNI. Mungkin hanya Letjen TNI Purn Susilo Bambang Yudhoyono, yang kadar "kebanditannya" agak kurang dibanding yang lain. Selain perwira intelektual, dari segi generasi ia termasuk yang termuda, maka kurang terkontaminasi. Kini kita tunggu saja, keputusan apa yang bakal mereka terima, atas tindakan para jenderal tersebut di masa lalu. Kalau terhadap para jenderal itu, tidak terdapat "hukuman" yang berarti, berarti pengaruh jenderal "generasi Orde Baru" masih kuat di tubuh TNI. Itu yang perlu diwaspadai oleh pimpinan TNI sekarang. *** _______________ TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama. - ---------------------------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 May 2000 jam 12:34:12 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
