----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 16/III/15-21 Mei 2000
- ----------------------------------------

KONGKALIKONG TERBARU SINIVASAN

(POLITIK): Texmaco memperoleh "pengampunan" dari BPPN, bahkan diberi
fasilitas letter of credit senilai Rp720 miliar. Sinivasan pun lolos
dari jerat hukum.

Sudah seminggu ini, selepas acara Dunia Dalam Berita TVRI, sejumlah
televisi swasta menayangkan iklan korporasi Texmaco Grup. Mesin-mesin
besar pencetak alat-alat produksi dan otomotif milik Texmaco Grup
diperlihatkan dalam iklan itu. Narasi iklan itu menjelaskan
mesin-mesin itu dioperasikan oleh orang-orang Indonesia sendiri.
Sebelumnya, Texmaco juga menayangkan iklan salah satu produk otomotif
mereka: truk Perkasa. Dua iklan itu muncul, setelah kasus
penyelewengan fasilitas dana ekspor preshipment dari pemerintah oleh
Texmaco dibongkar Laksamana Sukardi, Menteri Penamaman Modal dan
Pendayagunaan BUMN ketika itu.

Maksud iklan itu amat jelas: membersihkan nama Texmaco, atau kalau mau
lebih tajam lagi, upaya menutupi kejahatan Texmaco. Sejak menjelang
Soeharto jatuh (1998) hingga Habibie menggantikan Soeharto, Texmaco
sudah menerima bantuan dana ekspor preshipment sebesar Rp9,8 triliun.
Sebagian besar fasilitas dana yang seharusnya untuk membiayai ekspor
Texmaco itu digunakan Marimutu Sinivasan, bos Texmaco untuk modal
usaha dan sebagian lagi masuk ke rekeningnya sendiri dan
diinvestasikan lagi ke perusahaan di luar negeri. Penyalahgunaan
fasilitas ini merupakan kejahatan.

Sinivasan dulu sempat kelimpungan ketika Laksamana berusaha
menyeretnya ke penjara. Sinivasan, pemasok dana Golkar itu, ironisnya
ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Jaksa Agung, Marzuki
Darusman, salah satu Ketua DPP Partai Golkar. Ia juga dicekal ke luar
negeri. Namun, kasus korupsi ini menguap begitu saja. Bahkan,
diam-diam, Texmaco mendapatkan fasiltas ekspor baru untuk letter of
credit sebesar Rp720 miliar lewat BNI 46.

Perjalanan Texmaco dan lolosnya Sinivasan dari jerat hukum, tampaknya
akan menjadi yang terunik di dunia. Texmaco diduga keras
menyelewengkan dana pinjaman fasilitas ekspor senilai Rp9,8 triliun,
pemiliknya jadi tersangka, kasusnya belum ditutup, eee... malah diberi
lagi fasilitas yang sama dengan jumlah yang cukup fantastis. Bahkan,
sang menteri yang pertama kali membongkar kasus megakorupsi, Laksmana,
dipecat karena tuduhan korupsi, kolusi dan nepotisme. Dahsyat kan?

Mau tahu kehebatan Texmaco lagi? Begini: umumnya, perusahaan pengutang
macet tidak akan lagi diberi kredit oleh pemerintah. Para pengutang
macet itu diminta untuk menyelesaikan utang-utang macetnya itu.
Setelah itu baru bisa mengajukan pinjaman lagi. Dari sisi apappun hal
ini wajar. Namun, apa yang terjadi pada Texmaco? Kendati kini
perusahaan itu menempati posisi nomor satu pengutang macet terbesar
(utang macetnya sebesar Rp16,52 triliun), Texmaco bisa mendapatkan
lagi pinjaman sebesar Rp720 miliar.

Beruntung lagi, Rizal Ramli, seorang ekonom yang dihormati, berhasil
dibujuk Sinivasan untuk menjadi semacam "pengacara" untuk bidang
ekonomi untuk melawan Laksamana. Rizal pun mengajukan pembelaan di
mana-mana, hingga kemudian ia diangkat Gus Dur jadi Kabulog.

Untuk menyelamatkan diri, Sinivasan juga melobi banyak petinggi. Ia
mendekati Taufik Keimas, suami Wapres Megawati Soekarnoputri dan
orang-orang di sekitar Gus Dur. Juga, ia melakukan pendekatan ke
kubunya sendiri: Partai Golkar. Hasilnya: pemeriksaan Kejaksaan Agung
atas dirinya tidak dilanjutkan.

Namun begitu, untuk soal pinjaman baru tadi, BPPN punya argumentasi.
Texmaco diberi pinjaman lagi, kendati utang macetnya belum
terselesaikan, untuk menekan biaya restrukturisasi grup itu. Selain
itu juga untuk mempertahankan nilai jual perusahaan itu.

Dulu, selain Texmaco Group, ada 19 grup usaha lainnya yang menerima
fasilitas wesel rediskonto preshipment dari Bank Indonesia. Bakrie
Group misalnya memperoleh Rp4,3 triliun dari fasilitas preshipment
ini. Dua grup usaha ini, pemiliknya memang dekat dengan Soeharto dan
partai penguasa saat itu, Golongan Karya (Golkar). Kalau tidak, dua
grup usaha ini pasti sudah bangkrut dulu-dulu. Karena kedekatan itu,
"menservis" Golkar dan anak-anak Cendana, dua grup usaha ini banyak
menerima kredit yang amat besar, yang pengucurannya harus melanggar
banyak peraturan perbankan. Seperti fasilitas kredit preshipment dari
Bank Indonesia, yang diciptakan untuk menolong para pengusaha Orde
Baru, harus melanggar banyak aturan pengucuran kredit dan perbankan.
Selain Texmaco yang sedang heboh, Bakrie juga menerima fasilitas
serupa.

Namun, Texmaco Group dan Bakrie Group bukanlah dua grup usaha yang
besar di zaman Orde Baru yang menerima fasilitas kredit preshipment
dari Bank Indonesia. Ada seratus tigapuluh eksportir yang ditawari
fasilitas kredit ini, namun akhirnya hanya 20 grup usaha dan
perusahaan yang berhasil memperolehnya. Dua grup usaha yang menerima
kredit preshipment terbesar adalah Texmaco (Rp9,8 triliun) dan Bakrie
(Rp800 miliar). Dibanding Texmaco, fasilitas kredit preshipment yang
diterima Bakrie memang lebih kecil, tapi Bakrie tak mampu membayar
kembali fasilitas kredit preshipment itu.

Kredit preshipment Bakrie Group ini, sebagaimana kredit preshipment
Texmaco Group, juga belum tercatat di BPPN. Nah, sumber Xpos di BI
mengatakan kredit preshipment ini tidak digunakan Bakrie untuk
membiayai ekspor, seperti Texmaco, malah digunakan untuk membayar
utang atau investasi baru. Masalah mendasarnya Bakrie Group sama
sekali tidak memiliki produk ekspor, patut dipertanyakan mengapa
Bakrie Group menerima fasilitas ini. (*)

- -------------------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

- --------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 May 2000 jam 10:25:17 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke