----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Antara, 12 Mei 2000

GUS DUR: PERJANJIAN JENEWA TIDAK AKIBATKAN SALING MENGAKUI

Jakarta, 12/05 (ANTARA) - Presiden Abdurrahman Wahid menegaskan
perjanjian antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh
Merdeka (GAM) yang ditandatangani di Jenewa, Swiss pada Jumat
waktu setempat tidak mengakibatkan adanya saling pengakuan di
antara dua pihak.

"Tidak ada saling mengakui antara pemerintah dengan GAM," kata
presiden dalam jumpa pers mendadak di Istana Merdeka, Jumat
pagi.

Gus Dur mengatakan perjanjian itu oleh pihak Indonesia akan
ditandatangani oleh Dubes Hasan Wirayudha, sedangkan GAM
diwakili oleh Dr Khusaini.

"Tidak ada masalah tentang pengakuan kepada siapapun juga oleh
siapapun juga," kata presiden yang didampingi Sekretaris
Presiden Djoko Muljono.

Gus Dur mengatakan ia telah memerintahkan Menlu Alwi Shihab yang
sekarang berada di Beijing untuk membatalkan kehadirannya pada
acara penandatanganan itu karena adanya desakan berbagai pihak.

Alwi Shihab dari China akan ke Amsterdam kemudian menuju
Washington DC untuk menemui Menlu AS Madeleine Albright.

Di Washington, Menlu Alwi Shihab baru akan memberikan keterangan
kepada wartawan tentang perjanjian tersebut.

Ketika dimintai komentarnya tentang pernyataan Sekjen Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, kenapa
penandatanganan itu dilakukan di luar negeri, dan bukannya di
Indonesia, Gus Dur mengatakan, "penandatanganan itu merupakan
hak prerogatif eksekutif".

Gus Dur mengatakan pula, penandatanganan itu berlangsung di
Jenewa, karena LSM Henry Dunand Centre-lah yang memprakarsasi
pertemuan itu.

Gus Dur mengatakan pula, penyelesaian masalah Aceh akan
dilaksanakan di dalam negeri dan diharapkan puncaknya akan
berlangsung pada Kongres Rakyat Aceh.

Presiden mengatakan penandatanganan di Jenewa itu merupakan
terobosasn dari berbagagi upaya untuk mewujudkan perdamaian
seperti yang dijelaskan Panglima TNI Laksamana Widodo AS di
Jakarta pada Kamis (11/05).

(L.RU03/ND05/12/05/:0 10:02)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 May 2000 jam 10:54:42 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke