---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Adi Sasono, Ginandjar Kartasasmita diduga rancang 'comeback' politik Laporan Asih Nurhayati Bekas Menteri Koperasi Adi Sasono dan bekas Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita diduga saat ini sedang merancang sejumlah langkah untuk melakukan suatu 'political comeback'. Setidaknya demikian laporan majalah Asiaweek edisi terbaru dalam rubrik Intelligence-nya. Kedua sosok yang belakangan tak banyak disebut-sebut lagi namanya oleh media massa itu adalah menteri-menteri yang sangat 'berpengaruh' di era kepemimpinan Presiden BJ Habibie yang berumur pendek itu. Adi bahkan sempat dijuluki 'sosok berbahaya' sehubungan dengan konsep-konsep ekonomi kerakyatannya meski ia juga dikenal dekat dengan sejumlah tokoh Islam. Ginandjar, setidaknya hingga era Habibie dikenal sebagai tokoh yang taat dalam menggunakan Golkar sebagai kendaraan politiknya. Masih menurut menurut Asiaweek, Adi sekarang berperan sebagai semacam pialang atau broker antara kelompok Islam [politik] dan kelompok-kelompok lain guna menggalang kekuatan menjelang sidang umum MPR Agustus mendatang. Majalah berita regional kenamaan ini tidak menyebut sumber beritanya secara spesifik. Adi diduga bakal menawarkan setidaknya 50 suara kepada kubu yang sepaham dengannya. Ke-50 suara itu sebelumnya dikenal sebagai sosok-sosok di parlemen yang pro-Habibie. Bagaimana dengan Ginandjar? Majalah tersebut tidak secara tegas menyebut apa upaya marsekal madya purnawirawan itu kecuali menyatakan, "ia mulai kembali muncul di ruang-ruang belakang pentas perpolitikan nasional saat ini." Yang pasti, dengan nada sangat yakin, majalah itu menyebutkan bahwa apapun yang tengah dilakukan keduanya saat ini, tujuannya ya cuma satu: kekuasaan politik. Juga jika itu berarti kedudukan sebagai eksekutif nomor satu di Indonesia alias presiden. [rir] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 May 2000 jam 16:09:15 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
