----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Media Indonesia, 9 Mei 2000

Indonesia-Cina Ikat Perjanjian

BEIJING (AFP): Indonesia dan Cina menandatangani perjanjian
kerja sama yang akan meningkatkan hubungan persahabatan kedua
pihak. Penandatanganan dilakukan oleh Menlu Indonesia Alwi
Shihab dan Menlu Cina Tang Jiaxuan di Beijing kemarin.

Kantor berita Xinhua melaporkan perjanjian tersebut dilakukan
setelah kedua menteri mengadakan pertemuan. Kedua negara, kata
kantor berita resmi itu, setuju untuk membangun dan
mengembangkan hubungan bertetangga baik yang stabil dan
berjangka panjang. Selain itu, kedua negara juga sepakat untuk
saling percaya dan mengikat kerja sama dalam segala bidang.

Menlu Alwi Shihab berada di Cina dalam rencana kunjungan lima
hari ke negeri itu, mulai Minggu lalu. Selama di sana, Menteri
Alwi juga akan menjadi pembicara pada pertemuan masyarakat Asia
di Amerika Serikat yang akan dilangsungkan di Shanghai.

Angka perdagangan kedua negara pada 1998 mencapai US$3,6 miliar,
di mana Cina mengimpor barang-barang Indonesia senilai US$2,4
miliar.

Hubungan Cina-Indonesia semakin hangat sejak KH Abdurrahman
Wahid terpilih sebagai presiden Oktober lalu. Gus Dur bahkan
mengadakan kunjungan resmi pertamanya ke Negeri Tirai Bambu itu
pada Desember silam.

Pada awal-awal menjabat, Presiden juga menekankan perlunya
dibangun suatu hubungan khusus yang menjadi sentral antara
Jakarta, Beijing, dan New Delhi, India. Gus Dur melihat tiga
negara Asia ini mempunyai kekuatan yang besar jika persepsi
masing-masing negara dipadukan.

Di dalam negeri, Gus Dur juga banyak melakukan langkah-langkah
kebijakan baru berkaitan dengan etnis Cina. Mengenai kepercayaan
Konghucu, misalnya, secara de facto Gus Dur mengakui
eksistensinya dan membebaskannya untuk dianut di Indonesia.
Demikian juga, budaya-budaya Cina, seperti tari Barongsai, yang
selama ini dilarang kini diberi ruang kebebasan dan berkembang
pesat di berbagai daerah.

Kepala Negara menyadari, keberadaan etnis Cina, yang menguasai
jalur perekonomian nasional, sangat penting dalam upaya
pemulihan ekonomi. Karena itu pula, Presiden berkali-kali
menyerukan agar para pengusaha Cina, yang dilaporkan melarikan
miliaran modal ke luar negeri, segera kembali ke Tanah Air.
(Awi/I-1)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 10 May 2000 jam 11:06:09 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke