---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 17/III/22-28 Mei 2000 ================================================ ESMERALDA TAK JADI KAWIN (POLITIK): SCTV menghentikan tayangan telenovela Esmeralda. FPI kembali unjuk gigi sebagai hakim keislaman di Indonesia Pagi itu, Ny Djuariah, ibu rumah tangga yang tinggal di sebuah perumahan di Bekasi itu gelisah. Kebetulan waktu itu adalah jam tayangnya telenovela Esmeralda. Berulang-ulang ia mengubah channel tv-nya dari SCTV ke channel yang lain dan terus berulang-ulang: untuk mencari acara yang ia tunggu-tunggu. Ia ingin sekali mendengar dan melihat kelanjutan kisah cinta Esmeralda dengan pacarnya, Jose Armando. Jadikah mereka kawin? Bagimana cerita si Fatima sang antagonis? Hampir satu jam ditunggu, telenovela itu tidak juga nongol. Sementara SCTV, yang punya hak tayang telenovela kegemaran ibu-ibu rumah tangga itu menayangkan acara lain. Ada apa? Sampai sekarang pun Ny Djuariah tidak mendapat jawaban. Usut punya usut, ternyata beberapa waktu sebelumnya stasiun tv "Ngetop" itu didatangi Front Pembela Islam (FPI). Jumat sore (5/5) lalu, sekitar 50 orang yang menyebut dari FPI mendatangi kantor SCTV di bilangan Kedoya, Kebon Jeruk Jakarta. Polisi jalanan berjubah putih ini menuntut agar telenovela 'Esmeralda' yang disiarkan saban Senin sampai Jumat, pukul 09.00-10.00 WIB itu dihentikan penayangannya. Gara-garanya, para petinggi FPI gerah menyaksikan murid-murid Taman Pendidikan Alquran (TPA) menyebut nama Fatimah untuk si judes. Reza Pahlevi, aktvis FPI yang memimpin demo ke kantor SCTV pada detikcom menceritakan bagaimana anak-anak kecil yang belajar agama di TPA memanggil teman perempuan mereka sebagai Fatimah apabila si teman itu punya sifat jahat, iri, dengki dan sifat jelek lainnya. "Padahal kan, Fatimah nama Islam, putri Nabi Muhammad SAW. Sakral," kata Reza Pahlevi. Menurut Reza, FPI merasa kecolongan atas peristiwa penayangan 'Esmeralda' dan peran Fatimah. Justru pihaknya mengetahui perihal ini dari TPA dan laporan dari daerah-daerah seperti Jawa Timur, Madura dan bahkan dari Sumatera Barat. Jika, protesnya karena nama Fatimah yang berperan antagonis, mengapa FPI tidak menggantung Soeharto atau Bob Hasan yang memakai nama Muhammad sebagai tambahan nama depannya? SCTV sebenarnya cukup berat melepaskan telenovela itu. Karena dari tayangan itu mengalir puluhan iklan yang sangat menguntungkan bisnis SCTV. Itu terbukti dengan diputarnya kembali telenovela yang sempat ditayangkan oleh stasiun yang sama beberapa tahun lalu itu. Oleh karenanya, sebelum dihentikan, pihak SCTV menawarkan kompromi: meng-cut nama Fatimah setiap dubbing ke versi Indonesia. Atau menggantinya dengan kata ganti orang kedua atau ketiga. Tapi usaha itu tetap ditolak oleh FPI. Mereka tetap demo ke SCTV, menuntut penghentian tayang telenovela 'Esmeralda.' Telenovela Esmeralda bisa jadi hanya berakhir pada episode ke-114 dari total 134 episode dan akan berakhir awal Juni nanti. Tragisnya, Esmeralda tak jadi kawin dengan pacaranya karena FPI menolak kehadiran telenovela itu. Ini negeri fasis? (*) ========================================================= Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] - ---------------------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 May 2000 jam 11:34:22 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
