---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 13 Juni 2000 13:40 UTC ** CLINTON DAN WAHID ADAKAN PERTEMUAN SINGKAT ** DELAPAN ORANG TEWAS DI AMBON AKIBAT KERUSUHAN BARU ** KEPALA NEGARA KEDUA KOREA AKHIRNYA BERJABATAN TANGAN ** TOPIK GEMA WARTA: KOREA SELATAN BERUJUK DENGAN KOREA UTARA ** TOPIK GEMA WARTA: KENAPA RUPIAH MALAH TERUS ANJLOK? * CLINTON DAN WAHID ADAKAN PERTEMUAN SINGKAT Presiden Amerika Bill Clinton Senin ini di Washington mengadakan pertemuan singkat dengan Presiden Abdurrahman Wahid untuk membicarakan masalah-masalah yang dihadapi Indonesia. Jurubicara Gedung Putih Mike Hammer mengatakan Clinton mengangkat masalah reformasi ekonomi dan tentara yang dijalankan Gus Dur serta keadaan politik Indonesia saat ini. Presiden, demikian Hammer, mendesak Wahid memperkuat demokrasi Indonesia. Tak pelak lagi mereka, tambah Hammer, juga mengangkat masalah Timor Timur. Penasihat Clinton masalah Keamanan Nasional, Sandy Berger, hadir juga pada pertemuan setengah jam. Presiden Abdurrahman Wahid tengah berobat di Amerika Serikat. * DELAPAN ORANG TEWAS DI AMBON AKIBAT KERUSUHAN BARU Sedikitnya delapan orang, di antaranya dua agen polisi, dibunuh pada kerusuhan yang pecah di salah satu daerah pemukiman di luar kota Ambon. Senin kemarin warga Kristen dan Muslim bentrok dan membakar puluhan rumah. Hal ini diumumkan oleh aparat keamanan. Menurut seorang perwira tentara kota Ambon kembali tenang. Penduduk diam di rumah karena hujan lebat. 'Ini, demikian perwira itu, 'adalah perang yang paling aneh di dunia. Hujan lebih mudah membuat penduduk diam di rumah ketimbang peluru'. Gelombang kerusuhan berdarah antara warga Muslim dan Kristen mengakibatkan jatuhnya korban tewas di Maluku hampir setiap harinya. Polisi dan tentara tidak mampu mengatasi kekerasan. Selanjutnya dikabarkan aparat keamanan menggunakan peluru karet terhadap para mahasiswa yang berdemonstrasi di Pontianak menuntut mundurnya gubernur propinsi Kalimantan Barat Aspar Aswin. 14 0rang dikabarkan luka-luka. Sekitar 800 orang mahasiswa dari berbagai universitas di Pontianak berdemonstrasi di depan gedung parlemen. Bentrokan pecah setelah mahasiswa dan polisi saling melempari batu. Polisi sebelumnya melepaskan tembakan peringatan, tetapi kemudian menggunakan peluru karet. Dua orang mahasiswa luka-luka akibat tembakan sedangkan 10 orang mengalami luka-luka lain. Dua agen polisi luka-luka karena kena batu. Aswin dituntut mundur karena ia diangkat di masa rejim Soeharto. Tetapi pihak-pihak lain berpendapat Aswin harus mundur karena gagal menciptakan perdamaian di Kalimantan Barat, menyusul konflik etnik tahun 1998. * KEPALA NEGARA KEDUA KOREA AKHIRNYA BERJABATAN TANGAN Presiden Korea Selatan Kim Dae-jung tiba di Pyongyang, ibukota Korea Utara, untuk mengadakan pembicaraan bersejarah dengan sejawatnya Kim Jong-il. Kepala negara Korea Selatan disambut di bandar udara oleh Kim Jong-il. Untuk pertama kalinya sejak pecahnya Korea seusai Perang Dunia Kedua, pemimpin Korea Utara dan Selatan berjabatan tangan. Kedua kepala negara akan melakukan putaran pertama pembicaraan hari ini. Butir-butir pembicaraan tidak diumumkan. Pertemuan puncak ini dimaksudkan membuahkan perjanjian perdamaian antara kedua negara yang resminya masih dalam keadaan perang, walaupun perang Korea berakhir tahun 1953. Menjelang keberangkatannya ke Korea Utara, Presiden Korea Selatan Kim Dae-jung mengatakan tidak memperkirakan pertemuan puncak ini akan segera mencapai terobosan. Ia berharap pertemuan ini terutama akan meningkatkan pengertian antara kedua negara. Pertemuan puncak di Pyongyang berlangsung selama tiga hari. * PRESIDEN SURIAH HAFEZ AL-ASSAD DIKEBUMIKAN HARI INI Upacara pemakaman Presiden Suriah Hafez al-Assad berlangsung hari ini. Presiden Suriah itu meninggal dunia pada usia 69 tahun, Sabtu lalu. Jenazah Assad dipindahkan ke alun-alun di ibukota Damaskus pagi tadi, agar rakyat Suriah mendapat kesempatan memberikan penghormatan terakhir kepada pria yang memerintah Suriah dengan tangan besi selama 30 tahun. Jenazah Assad kemudian dibawa ke Istana Rakyat, di mana tamu-tamu asing mendapat kesempatan memberikan penghormatan terakhir. Kebanyakan negara Barat mengirim utusan pada tingkat menteri. Menteri Luar Negeri Jozias van Aartsen mewakili Belanda. Petang nanti Assad akan dikebumikan di makam keluarga di kota kelahirannya di Suriah Utara. Diperkirakan upacara pemakaman akan dipimpin oleh putra Assad Bashar yang kemungkinan akan menggantikan ayahnya. * AKSI MOGOK UMUM DI NIGERIA TELAH BERAKHIR Aksi mogok umum yang berlangsung di Nigeria selama hampir satu minggu telah berakhir. Pemerintah dan serikat-serikat buruh mencapai kompromi tentang kenaikan harga bahan bakar yang dipersengketakan. Presiden Olusegun Obasanjo, Senin kemarin, meminta maaf karena tidak berkonsultasi dengan serikat buruh ketika menaikkan harga bahan bakar dari 20 sampai 30 naira per liter awal bulan ini. Jum'at lalu pemerintah menurunkan harga bahan bakar sampai 25 naira. Tetapi hal itu ditolak oleh serikat buruh. Kini disepakati harga bahan bakar ditetapkan pada 22 naira per liter, sekitar 1400 rupiah. Serikat-serikat buruh kemudian berseru agar aksi mogok dihentikan. Konflik ini merupakan konfrontasi pertama yang terbesar bagi pemerintah sipil Nigeria yang mengambilalih kekuasaan dari pemimpin militer tahun lalu. * PEMBENTUKAN YAYASAN GANTI RUGI BEKAS PEKERJA PAKSA TIDAK LAGI ALAMI HAMBATAN Setelah melakukan perundingan alot di Washington, para juru runding Jerman dan Amerika mencapai kesepekatan bahwa perusahaan-perusahaan Jerman tidak akan digugat lagi seputar ganti rugi bagi para korban Perang Dunia Kedua. Dengan demikian maka pembentukan sebuah yayasan Jerman yang membayar ganti rugi kepada para bekas pekerja paksa di masa rejim nazi tidak lagi mengalami hambatan. Perusahaan dan pemerintah Jerman masing-masing menyediakan dana sebesar lima milyar Mark bagi yayasan tersebut, tetapi keduanya menghendaki agar di Amerika mereka tidak lagi dikejar-kejar kehakiman. Parlemen Jerman dalam tahap berikutnya masih harus menyetujui undang-undang khusus untuk membentuk dana ganti rugi bagi para bekas pekerja paksa. * SUASANA DI KOTA EINDHOVEN CUKUP TENANG Kerusuhan besar tidak terjadi seputar pertandingan Euro 2000 antara Inggris melawan Portugal di kota Eindhoven, Belanda, Senin kemarin. Sebelum dan sesudah pertandingan polisi menahan 30 orang karena jual beli karcis gelap, baku hantam dan aksi-aksi kecil lainnya. Salah satu di antaranya adalah orang Inggris. Ribuan suporter Inggris dan Portugal bersama-sama berkumpul di pusat kota Eindhoven. Menurut polisi suasananya 'rileks dan nyaman'. Polisi anti huruhara turun tangan di salah satu pintu masuk stadion ketika sejumlah suporter nekad masuk tanpa memiliki karcis. Pertandingan antara Portugal melawan Inggris berakhir dengan 3-2. Sebelumnya dalam pertandingan di poul A, yang berlangsung di Liege, Belgia, kesebelasan Jerman bermain seri 1-1 melawan Rumania. * KOREA SELATAN BERUJUK DENGAN KOREA UTARA Secara resmi Korea Selatan dan Korea Utara masih dalam status berperang. Sejak perang Korea tahun 50an, kedua negara belum pernah menandatangani perjanjian perdamaian. Tetapi hari ini, harapan bagi perdamaian benar-benar mencapai puncaknya. Presiden Korea Selatan Kim Dae-jung hari ini berada di ibukota Pyongyang. Kim adalah pemimpin Korea Selatan pertama yang berkunjung ke Korea Utara. Bersama Kim Jong-il, pemimpin tertutup Korea Utara, Kim Dae-jung sudah mengadakan perundingan babak pertama. KTT selama tiga hari ini disambut dengan entusiasme besar di Seoul, ibukota Korea Selatan, seperti berikut dituturkan oleh pengamat Korea Mike Breen: Warga Seoul sangat tersentuh menyaksikan tayangan televisi pertemuan kedua pemimpin dua Korea itu. Jelas terlihat bagaimana mereka terharu menyaksikan peristiwa bersejarah ini. Yang sangat mengejutkan adalah tampilnya Kim Jong-il pemimpin Korea Utara di Bandara menyambut tamunya dari Selatan. Sebelumnya, karena alasan keamanan, kehadiran Kim Jong-il ini tidak diungkapkan. Satu-satunya hal yang mengherankan publik Seoul adalah mars pengawal Korea Utara di bandara Pyongyang. Terutama karena para pengawal itu berpakaian dan bergerak-gerik dengan cara Soviet Komunis yang sekarang sudah tidak dikenal lagi. Khalayak Seoul menganggap aneh gerak-gerik para pengawal presidenan. Yang diharapkan oleh publik Korea Selatan adalah dari pertemuan ini akan muncul pertemuan-pertemuan baru, untuk kemudian tercapai kesepakatan sehingga perusahaan-perusahaan Korea Selatan bisa ikut serta dalam pembangunan saudaranya di Utara. Adalah salah untuk beranggapan bahwa dari pertemuan ini akan muncul unifikasi. Jerman sudah bersatu, demikian pula Yaman, apakah bukan saatnya bagi Korea untuk juga bersatu? Banyak yang terjadi sebelum kedua Jerman akhirnya bersatu, misalnya diawali dengan kunjungan Kanselir Jerman Barat Willi Brandt ke Berlin Timur tahun 70an. Orang Korea masih harus menempuh jalan panjang menuju penyatuan. Yang sekarang berlangsung adalah kontak pertama. Sudah hampir 50 tahun kedua negara terpisah. Perpisahan kedua negara tidak pernah dialami oleh negeri manapun. Kedua negara menyatakan tidak ingin bersatu. Korea Utara tidak ingin ditelan oleh Korea Selatan, demikian pula Korea Selatan tidak ingin dibebani kalau harus bersatu dengan Korea Utara. Pertemuan hari ini pantas disebut sebagai rekonsiliasi atau rujuk. Rekonsiliasi pertama-tama dalam bidang pembangunan proyek-proyek di Korea Utara, membantu negeri itu memulihkan kembali perekonomiannya. Kedua, sebagai imbalannya, Korea Utara harus menciptakan peluang bagi mereka yang selama ini terpisah agar bisa saling bertemu lagi. Di Korea Selatan saja terdapat lebih dari satu juta orang dari jumlah penduduk 46 juta orang, yang tidak pernah bertemu langsung dengan sanak-saudara mereka selama 50 tahun. Hal ini sangatlah penting bagi rakyat kedua Korea. * KENAPA RUPIAH MALAH TERUS ANJLOK? Harian Kompas kemarin memuat keterangan Menko Ekuin Kwik Kian Gie yang menyatakan, melemahnya rupiah hingga sembilan sampai 10.000 per dolar bisa kembali menyeret Indonesia memasuki spiral krisis. Keadaan ini menurut seorang pengamat ekonomi bukan hanya kesalahan pemerintahan Gus Dur tetapi juga IMF. Berikut laporan koresponden Syahrir dari Jakarta: Ketua DPR RI Akbar Tandjung tidak setuju jika Presiden Abdurrahman Wahid meminta bantuan Amerika Serikat untuk mengusut korupsi di Indonesia. Akbar berpendapat lembaga-lembaga Indonesia sudah cukup memadai untuk menyelidiki kekayaan mantan pejabat RI. Kalangan Fraksi PKB menyatakan mengerti mengapa Akbar keberatan, mengingat Akbar pernah merupakan bagian rejim Soeharto. Dari Amerika Serikat kemarin diperoleh keterangan bahwa Gus Dur akhirnya berhasil memperjuangkan agar ia diterima Presiden Bill Clinton. Tetapi desakan Gus Dur itu sempat merepotkan Duta Besar Indonesia Dorodjatun Kuntjoro Jakti. Soalnya Gus Dur ke Amerika untuk berobat. Semula Clinton tidak bersedia menerima Gus Dur karena secara protokoler Clinton harus terlebih dahulu pergi ke Indonesia, mengingat Gus Dur sudah pernah menemuinya beberapa bulan yang lalu. Pada kunjungannya yang pertama Gus Dur pun pernah merepotkan pihak Gedung Putih karena memaksa agar istrinya ikut dalam pertemuannya dengan Clinton. Kini lagi-lagi pihak Gedung Putih harus mengalah dan Clinton bertemu dengan Gus Dur. Bahwa Gus Dur mengatakan akan meminta Clinton menyelidiki kekayaan mantan pejabat RI yang korup sesungguhnya hanya alasan yang dibuat-buat saja, ujar suatu sumber. Pengamat ekonomi Christianto Wibisono yang kini menetap di Amerika Serikat kemarin mengingatkan pemerintahan Gus Dur agar bisa memanfaatkan hibah dari Amerika Serikat. Hibah itu sebesar 145 juta dolar untuk menumbuhkan demokrasi, hak asasi manusia dan pengembangan institusi demokrasi secara benar. Dibandingkan dengan dana IMF atau Dana Moneter Internasional sebesar 400 juta dolar jelas dana sebesar 145 juta dolar itu tidaklah besar. Bahkan dapat dikatakan bahwa 400 juta dolar yang baru-baru ini dicairkan oleh IMF, jumlahnya tidaklah besar. Namun sebagaimana dikatakan pengamat ekonomi dan bisnis Bernard Hutagalung, dampak psikonomis bantuan IMF itu cukup besar. Dalam tulisannya di Business News yang terbit di Jakarta, Bernard Hutagalung menyalahkan IMF atas penundaan pencairan dana pinjaman tersebut. Mudah-mudahan ini merupakan kesalahan fatal IMF yang terakhir, katanya. Meski tidak banyak namun penundaannya sempat mempengaruhi persepsi dan reaksi pelaku pasar. Kurs dolar sempat terus melambung sejak terjadinya pergantian dua menteri. Tetapi sebelumnya pelaku pasar sudah khawatir melihat ancaman IMF yang akan menghukum pemerintah akibat kelambatan kinerja perbaikan ekonomi. Pelaku pasar saat itu cenderung mengamankan dananya dengan lebih banyak memegang dolar ketimbang rupiah. Mengapa IMF saat itu menunda bantuannya? Pertama, prestasi kabinet Gus Dur tidak begitu menggembirakan. Kondisi perekonomian nasional menjadi lebih buruk dibanding awal pembentukan kabinet. Sementara masa belajar para menteri yang berasal dari beragam latar belakang belum selesai muncul masalah baru. Terkesan para menteri harus berusaha untuk saling menyesuaikan diri. John Richard Dodsworth, kepala perwakilan IMF di Indonesia melihat bahwa hal itu sulit dilakukan dengan cepat. Ia menyebut fenomena tarik menarik antar menteri itu sebagai "perlawanan yang cukup kuat untuk keputusan sehari-hari". Akibatnya kinerja kabinet menjadi lamban sehingga tidak mampu memenuhi target letter of intent. IMF juga kecewa dengan hasil penanganan kasus Bank Bali. Djoko Tjandra bebas dan hanya Pande Lubis yang ditahan. Dan kekecewaan ketiga ialah Gus Dur dianggap terlalu berbaik hati terhadap para debitor dan obligator. Bahkan menurut IMF, pengadilan malah bersimpati pada pengutang. Sejauh ini belum ada obligator yang tidak kooperatif yang diadili. Sebenarnya, demikian Bernard Hutagalung, masih ada berbagai hal lain yang menyebabkan IMF dan masyarakat kecewa atas kinerja pemerintahan Gus Dur. Yang utama adalah kurangnya sense of crisis jika dibandingkan dengan pemerintahan Habibie. Ini nampak pada ngototnya pemerintahan Gus Dur menaikkan tunjangan struktural para pejabat negara sampai 2000%. Namun selain pemerintah, IMF pun harus ikut bertanggung jawab. Lembaga ini telah memaksa Indonesia menjalankan kebijakan anggaran pemerintah yang berhati-hati dengan menaikkan penerimaan pajak dan menurunkan anggaran belanja. Padahal masalah yang dihadapi negara-negara Asia berbeda dengan Brasil. Akibatnya permintaan aggregat justru menurun sehingga perekonomian yang sedang dilanda depresi tidak juga tergairahkan. Selain itu implementasi saran IMF agar pemerintah menutup bank-bank bobrok ternyata kurang tepat. Karena dilakukan secara mendadak tanpa mendeteksi dampaknya dengan cermat serta tanpa menyiapkan kondisi yang kondusif terlebih dahulu agar masyarakat tidak panik. Akibatnya terjadi rush besar-besaran. IMF juga memaksa pemerintah membuka impor sebesar-besarnya. Akibat pengurangan subsidi, beban masyarakat menjadi lebih berat. Sehubungan dengan itu menarik untuk disimak pernyataan Profesior Sarbini Sumawinata yang menganjurkan perlunya semacam Marshall Plan untuk membantu Indonesia dan negara-negara Asia Timur. Karena bantuan dana IMF itu ternyata terlampau kecil. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 Jun 2000 jam 04:34:25 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
