---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- KONSPIRASI BAGIAN DARI PERILAKU POLITIK ANGKATAN DARAT JAKARTA, (TNI Watch! 13/6/2000). Tampaknya hujatan terhadap TNI, khususnya Angkatan Darat, belum akan selesai. TNI kini dalam posisi defensif, menghadapi cercaan dan kritikan dari masyarakat. Ketika situasi masih belum reda, kini terdengar lagi isu soal "Dokumen Bulak Rantai", yang menyebut-nyebut adanya konspirasi di tubuh Angkatan Darat. Adapun yang disebut-sebut dalam dokumen tersebut antara lain adalah Bondan Gunawan, KSAD Jenderal Tyasno Sudarto, Pangkostrad Letjen TNI Agus Wirahadikusumah, Aster KASAD Mayjen TNI Saurip Kadi, dan beberapa perwira lain. Namun kita harus hati-hati menanggapi kebenaran dokumen tersebut. Bisa jadi dokumen itu adalah palsu. Para pembaca tentu paham, bahwa politik kita sejak dulu selalu dicemari oleh "surat kaleng" seperti itu. Selain "tradisi surat kaleng", tradisi lain dalam Angkatan Darat, adalah konspirasi itu sendiri. Konspirasi selalu ada dalam Angkatan Darat, dari waktu ke waktu. Konspirasi yang paling "terkenal", adalah konspirasi antara Jenderal Soeharto dan Jenderal AH Nasution, untuk menjatuhkan Presiden Soekarno, di tahun 1966 lalu. Kemudian yang sedang terjadi sekarang ini, kemungkinan adalah perang antar konspirasi di tubuh AD, karena konspirasi yang ada bukan hanya "Kelompok Agus WK-Bondan-Tyasno". Tentu ada kelompok lain, yang sedang melakukan serangan terhadap Kelompok Agus WK dan kawan-kawan, yang sedang dalam posisi kuat. Kelompok lain itulah (kemungkinan "Kelompok Wiranto"), yang ikut berperan untuk mendiskreditkan "Kelompok Agus WK-Tyasno". Jika beberapa hari yang lalu, KASAD Jenderal Tyasno Sudarto sempat mengultimatum, akan membabat anggota TNI yang terlibat konspirasi. Peringatan keras KASAD tersebut, seperti menyindir dirinya sendiri. Jadi yang terjadi adalah, dedengkot konspirasi sedang menekan konspirasi yang lain. Ini seperti yang terjadi pada tahun 1973, terjadi rivalitas antara Kelompok Soemitro dan Kelompok Ali Moertopo, yang berujung pada Peristiwa Malari dan mundurnya Jenderal Soemitro selaku Wapangab/Pangkopkamtib. Seperti halnya pertarungan antara Kelompok Soemitro dengan Kelompok Ali Moertopo saat itu, tentu ada pihak yang menang, dan yang kalah. Demikian juga dengan pertarungan sekarang, kelompok siapa yang bakal menang? Tentu saja yang menang adalah Kelompok Agus WK-Tyasno, sedang Kelompok Wiranto bakal gigit jari. Wiranto dan kelompoknya sudah kartu mati. *** _______________ TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama. - ------------------------------------ SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 Jun 2000 jam 08:08:08 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
