---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- KADER PDI-P TUNTUT FRAKSI TOLAK PERTANGGUNGJAWABAN SUTIYOSO JAKARTA, (SiaR, 14/6/2000). Puluhan pengurus anak cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Jakarta, Rabu (14/6) siang ini menemui Fraksi PDI Perjuangan (F-PDIP) di DPRD Jakarta dengan tuntutan agar F-PDIP dalam pandangan umumnya yang akan dibacakan pada 16 Juni nanti secara tegas menolak pidato pertanggungjawaban Gubernur DKI Sutiyoso. Dihadapan anggota F-PDIP yang menerimanya, para pengurus anak cabang tersebut menyatakan, bahwa Sutiyoso adalah gubernur peninggalan produk Orde Baru yang cacat hukum, cacat moral, dan cacat politik. Mereka antara lain menyebut indikasi keterlibatan Sutiyoso dalam peristiwa 27 Juli 1996. Juga kegagalan Sutiyoso dalam menciptakan keamanan di ibukota sehingga terjadi kerusuhan Mei 1998, Ketapang, dan lain-lain. Para pengurus anak cabang itu juga mempersoalkan kasus-kasus korupsi-kolusi-nepotisme (KKN) di lingkungan Pemda DKI yang hingga sekarang belum ada penyelesaiannya secara hukum. Sutiyoso juga dinilai gagal dalam memberi jalan keluar yang tepat untuk mengatasi persoalan-persoalan sosial di Jakarta. "Mengapa untuk mengatasi masalah becak, dan pedagang sektor informal misalnya, harus dengan mengedepankan pendekatan represif, sehingga beberapa kali Jakarta kembali nyaris dilanda kerusuhan?" ujar Hamdani, seorang PAC dari Jakarta Utara. Sementara itu, di antara kalangan anggota dewan kembali tersiar khabar tentang telah diterimanya uang sebesar Rp 1 milyar oleh para anggota dewan yang mau menerima pidato pertanggungjawaban Sutiyoso. Bersamaan dengan khabar tersebut, mendekati dibacakannya pandangan umum fraksi-fraksi pada 16 Juni nanti, para istri anggota DPRD telah dibiayai Pemda DKI untuk mengadakan tour ke Jawa Timur selama seminggu. Tour itu diikuti sebanyak empat puluh isteri anggota dewan dengan menghabiskan biaya sekitar Rp 250 juta. Fasilitas yang diberikan cukup mewah, yakni dengan mempergunakan KA Argo Bromo Anggrek, serta menginap di hotel bintang lima, Hotel Radison, Surabaya. "Itu bagian dari cara Sutiyoso agar anggota dewan mau menerima pidato pertanggungjawabannya," ucap salah seorang anggota dewan yang isterinya menolak untuk ikut tour yang dibiayai Pemda DKI tersebut. *** - ------------------------------------ SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 Jun 2000 jam 09:07:55 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
