----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Antara, 20 Juni 2000

APARAT KEAMANAN SITA 500 SENJATA RAKITAN DI PULAU OBI

Ternate, 20/6 (ANTARA) - Batalyon 511 Kodam Brawijaya yang
ditugaskan ikut memulihkan konflik di Propinsi Malukui Utara
berhasil menyita 500 buah senjata rakitan, 500 anak panah, 20
buah parang serta 14 buah bom molotov, dalam operasi pembersihan
senjata tajam di Desa Bobo Kecamatan Obi, Kabupaten Maluku
Utara.

"Ribuan senjata rakitan dan bom molotov milik kedua kelompok
yang bertikai itu disita aparat keamanan dari batalyon 511
Brawijaya," kata Komandan Batalyon Infantri 511, Mayor (Inf)
Rusman di Labuha Pulau Bacan, Selasa.

Berbagai jenis senjata rakitan itu, disita pada saat terjadi
konflik 7 Juni lalu di Desa Bobo Kecamatan Obi. Konflik antar
warga itu mengakibatkan 17 tewas, 17 luka berat dan ringan,
sementara 19 orang lainnya disandera oleh kelompok di desa
tersebut.

Untuk menyelesaikan konflik di daerah itu, aparat keamanan akan
bertindak tegas dalam melaksanakan tugas-tugas di
lapangan, termasuk penyitaan senjata tajam dan senjata rakitan.

Jumlah itu belum termasuk yang disita aparat keamanan di
Kotamadya Ternate dan sekitarnya.

Senjata rakitan dan senjata tajam itu, katanya, dibuat oleh
warga setempat, guna mengantisipasi adanya isu-isu penyerangan
balik dari kelompok tertentu.

Operasi pembersihan senjata tajam dan rakitan di daerah-daerah
bekas konflik itu akan dilakukan secara terus menerus oleh
aparat keamanan, katanya.

Rusman meminta kepada kedua pihak yang bertikai agar segera
meletakkaan senjatanya, karena kondisi dan situasi di Maluku
Utara beberapa minggu terakhir ini telah mulai pulih kembali.

Ratusan senjata rakitan dan bom molotov yang disita batalyon 511
Brawijaya itu akan dimusnahkan. Pemusnahan senjata sitaan itu
akan melibatkan muspida dan masyarakat setempat, termasuk di
Kotamadya Ternate dan sekitarnya.

Disebutkan, kedua kelompok yang bertikai itu mulai menyadari
pertikaian di wilayah mereka dan sepakat untuk segera
mengakhirinya.

Katanya, tindakan tembak di tempat bagi para pengacau baik dari
masyarakat maupun aparat, berdasarkan perintah dari Pangdam
XVI/Pattimura dan instruksi dari Komandan Sektor Pemulihan
Keamanan Maluku Utara, belum dijalankan.

Sementara itu, TNI dan Pemda Maluku Utara, saat ini berupaya
untuk mengembalikan 3.534 jiwa pengungsi ke daerah asalnya
masing-masing di sekitar pulau Obi.

Ribuan pengungsi korban kerusuhan tersebut, hingga kini masih
menempati tenda-tenda di kompleks pelabuhan PT Usaha Mina
Panambung-Bacan.

Pemda Kabupaten Maluku Utara mulai membangun sejumlah barak
pengungsi di sekitar Desa Babang, bagian barat pulau Bacan.

(F.ABN-PK03/ABN001/SU04/B/ND05/20/06/:0 18:43)
2006001853 NNNN

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Jun 2000 jam 05:29:13 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke