----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 21/III/19-25 Juni 2000
================================================

KESEHATAN: SENJATA PAMUNGKAS AMIEN

(PERISTIWA): Isu kesehatan Gus Dur dijadikan senjata oleh Amien Rais.
Bisakah menjatuhkan presiden?

Perang Amien dan Gus Dur masih berlanjut. Belum lama ini (14/6), Amien
menyerang dengan jurusnya yang terakhir. Berkaitan dengan berbagai
pernyataan kontroversial Gus Dur, Amien mengusulkan pada DPR agar
membentuk tim dokter independen untuk memeriksa kesehatan presiden.
"Jangan-jangan pernyataan kontroversial Gus Dur disebabkan stroke yang
sudah dialaminya dua kali," ujar Amien. Mengenai mekanismenya, Amien
mengusulkan agar DPR terlebih dahulu berbicara dengan presiden.
Setelah itu, membentuk tim dokter yang bebas dari "warna ideologi,
warna politik dan tidak sarat dengan kepentingan," sebelum melakukan
pemeriksaan.

Tentu saja ide ini ditentang para pendukung Gus Dur. Mereka menganggap
usulan itu adalah akal-akalan Amien Rais untuk menjatuhkan Gus Dur.
Salah seorang ketua DPP PKB yang dihubungi Xpos misalnya, yakin bahwa
usulan Amien merupakan bagian dari strategi mencari-cari kesalahan Gus
Dur menjelang sidang tahunan MPR-RI, Agustus mendatang. "Ini bagian
dari perang opini untuk memperkuat ide menggeser Gus Dur." Hal serupa
juga dikemukakan Ali Masjkur Musa dari F-KB. "Kalau positif 'kan tidak
seperti itu." Kendati demikian, kebanyakan sumber dari "partainya Gus
Dur" ini belum mampu memberikan bantahan secara rasional terhadap
usulan tadi. Kebanyakan hanya balik menuduh Amien Rais dan Poros
Tengah berniat "buruk" --itupun dengan nada emosional.

Sebetulnya, ide memeriksa kesehatan Gus Dur ini, sudah cukup lama
dibicarakan dalam beberapa pertemuan Poros Tengah, Golkar dan sebagian
PDI-P. Usulan ini disiapkan sebagai alternatif sekaligus tambahan
serangan, seandainya penggunaan hak interpelasi oleh DPR tak cukup
kuat mengubah sidang tahunan MPR menjadi "sidang istimewa". Hanya
saja, belakangan, sejumlah elit PDI-P tampaknya enggan "membeli" ide
menggeser Gus Dur. Pasalnya, mereka tak yakin pada komitmen Poros
Tengah yang berjanji loyal, seandainya Megawati Soekarnoputri terpilih
menggantikan Gus Dur. Kepada seorang sumber, Akbar Tanjung pun mengaku
"gerah" dengan ambisi Amien Rais --meskipun, kabarnya, ide memeriksa
kesehatan presiden justru diusulkan Agung Laksono dari Golkar. Itu
sebabnya, ia tak mengiyakan usulan itu. Menurut Akbar, Gus Dur toh
sudah punya tim dokter kepresidenan. Selain itu, terakhir kali ia
makan pagi dengan presiden, "Gus Dur terlihat sehat sekali."

Amien, akhirnya, tak sabar untuk segera menggulirkan taktik ini.
Walaupun demikian, ia berusaha menunjukkan sikap netral terhadap Gus
Dur. Misalnya, ia bilang, "kalau dari pemeriksaan itu hasilnya bagus,
ya katakan bagus. Tapi, kalau ada sesuatu yang lemah, katakan lemah.
Supaya MPR dan DPR bisa berunding (untuk memutuskan) diteruskan atau
tidak, kepresidenan Gus Dur." Ia pun menolak bila idenya ini dianggap
sebagai intrik untuk menjatuhkan kepemimpinan Gus Dur. "Kalau memang
Gus Dur benar-benar sehat, ngapain diintrik?" Namun, dalam sebuah
pernyataan pada pers, Amien "terjebak" menunjukkan ketaknetralannya.
Belum lagi dibentuk tim dokter independen, Amien sudah menyimpulkan
Gus Dur "tidak sehat". Hal itu dikatakannya ketika wartawan bertanya
mengapa Poros Tengah dulu memilih Gus Dur tanpa mempertimbangkan
kesehatannya. Jawab Amien, "...itu perkembangan lain. Dulu Gus yakin
60 persen kesehatannya akan pulih, tapi ternyata 'tidak."

Sejauh mana usulan ini berdampak terhadap kepemimpinan Gus Dur,
tergantung situasi pada bulan Agustus nanti. Tapi, banyak sumber
percaya, taktik ini bisa saja efektif. Bukan di dalam ruang sidang,
tapi di luar --paling tidak, untuk mempengaruhi opini masyarakat
terhadap kepemimpinan Gus Dur. Pasalnya, masyarakat banyak yang
terlanjur kecewa pada berbagai pernyataan dan tindakan kontroversial
Gus Dur. "Sekarang ini, isu apapun di sekitar istana presiden, dengan
mudah dipercaya masyarakat," ujar seorang wartawan. Kasus Bulog,
menurutnya, memberikan kontribusi terbesar terhadap perubahan persepsi
masyarakat pada kepemimpinan Gus Dur. Di samping itu, pendapat bahwa
kesehatan presiden buruk, memang cukup masuk akal. Logikanya seperti
ini: Presiden yang memiliki persoalan dengan kesehatannya, tak bisa
menyaring informasi dari luar, sehingga menyebabkan ia membuat
pernyataan dan keputusan kontroversial. Sesuai konstitusi, bila
presiden "berhalangan tetap", maka kedudukannya digantikan wakil
presiden. Karena itulah, nama wapres Megawati diusulkan untuk
mengganti Gus Dur.

Kendati begitu, menurut seorang sumber, taktik ini juga punya
kelemahan. Sebab, bila dikatakan bahwa "presiden membuat pernyataan
dan keputusan 'kontroversial' karena kesehatannya terganggu," yang
lebih dulu harus dipertanyakan adalah apakah yang dimaksud
"kontroversial" itu melanggar UUD atau tidak? "Toh, bersikap
"kontroversial" tidak dengan sendirinya berarti melanggar konstitusi.
'Kontroversial' juga tak berarti tak mampu memimpin." Bila terbukti
melanggar UUD, barulah bisa disimpulkan bahwa kesehatan presiden
secara nyata telah membuatnya tak bisa menjalankan tugas. Tanpa perlu
memanggil tim dokter pun, presiden bisa diganti bila melanggar
konstitusi. "Jelas tak cukup kuat alasan memeriksa kesehatan presiden,
hanya karena alasan 'kontroversial," ujar sumber tadi.

Gus Dur bukan tak mengantisipasi serangan Amien. Dalam lawatannya ke
AS, para dokter yang memeriksanya Dur menyimpulkan bahwa penglihatan
presiden membaik. Gus Dur tampaknya ingin menunjukkan bahwa "dokter
independen" telah memeriksanya --sekaligus membuktikan staminanya yang
kuat karena mampu berkali-kali berkunjung ke luar negeri tanpa henti.
Yang belum bisa ia tunjukkan, hanyalah apakah ia bisa menyaring
informasi atau tidak. Wong orang-orang sekitarnya punya banyak
kepentingan. (*)

=========================================================
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

- ------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Jun 2000 jam 05:15:32 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke