---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 21/III/19-25 Juni 2000 ================================================ SIAPA INGIN PELINDO II? (EKONOMI): Privatisasi KKN Pelindo II oleh mantan Menneg-BUMN Tanri Abeng berujung perseteruan LARI-Direksi Pelindo II. Skandal-skandal korupsi-kolusi kian membias. Fakta bongkaran kasus Bank Bali tertutup konflik dua kubu, Presiden Abdurrahman Wahid dengan Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin. Walhasil, seorang "manajer 1 miliar" Tanri Abeng seperti sengaja diluputkan. Padahal, peran Tanri dalam kasus Bank Bali tidaklah kecil. Ia turut andil merugikan negara sampai mencapai Rp904 miliar pada kasus Baligate. Kala ia menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan BUMN (Menneg-BUMN). Tanri Abeng, memang tidak lama memegang kendali atas kementerian yang membawahi 160 BUMN. Terhitung hanya 20 bulan. Toh, dalam waktu singkat ia memetik untung dari BUMN-BUMN yang total nilai asetnya mencapai Rp500 triliun. Program privatisasi dan reformasi BUMN --semula dirancang pemerintah guna memenuhi permintaan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF)-- dilabanya secara cepat. Korban labaan Tanri salah satunya adalah PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II). Tanpa menunda waktu, Tanri menelorkan keputusan nomor S-50/M-PBUMN/1998 tertanggal 5 Mei 1998. Disebut Pelindo II akan diprivatisasi secara parsial. Maksudnya hanya melingkup unit terminal peti kemas (UTPK) I dan II Tanjung Priok. Capaian privatisasi parsial ini adalah menyedot kembali perhatian investor asing kepada Indonesia. Paling utama memperoleh dana segar (fresh money) berjumlah besar. Menilik kontribusi UTPK sebesar 75% dari seluruh pendapatan pelabuhan, kelihatannya Tanri nyaris menjual keseluruhan Pelindo II. Simak saja, periode 1998 itu UTPK membukukan laba bersih sebesar Rp380 miliar. Padahal akibat krisis kegiatan impor tengah melorot sampai 60% dan tingkat inefisiensi sangat tinggi. Tak pelak, maksud hati mendapat dana besar, Lembaga Advokasi Reformasi Indonesia (LARI) justru menyimpul negara dirugikan US$135 juta. Pasalnya, harga jual Pelindo II dihitung kelewat murah. Tanri Abeng melepas UTPK I dan II kepada Grosbeak Pte Ltd seharga US$215 juta. Atau setara dengan Rp1,5 triliun (kisaran kurs Rp7 ribu) untuk 51% saham dengan lama konsesi 20 tahun. Harga itu teramat obral mengingat instrumen pendukung UTPK yang memadai. Tambahan penghasilan per bulan mencapai US$7 juta. "Mestinya kedua UTPK berharga tidak kurang dari US$350 juta," sambut Ketua LARI Eddy Sumarsono. Ia membandingkan penawaran UTPK III oleh Hutchison Port Holding senilai US$145 juta. Padahal perolehan UTPK III per bulan cuma beroleh US$2 juta tiap bulannya. Bersama Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SPJICT), LARI menerbitkan laporan setebal 50 halaman berikut lampiran. Dalam laporan mereka mengkritik praktik korupsi-kolusi oleh Menneg BUMN bersama Dirut Pelindo II Herman Prayitno. Eddy Sumarsono didampingi Ketua SPJICT H Abdul Rajak kemudian menyerahkan laporan tersebut ke Kejaksaan Agung, 15 Mei silam. "Sebelum dilaksanakan privatisasi, PT Pelindo II juga tidak diaudit terlebih dahulu," demikian laporan LARI. "Sehingga tidak terjadi proses due deligence yang memadai dalam rangka menghasilkan keuntungan optimal bagi negara". Seraya menambahkan privatisasi sebaiknya dilakukan melalui lantai bursa. Penjualan saham secara terbuka kepada publik dianggap lebih transparan dan fair. Menyinggung cara privatisasi, sebenarnya pemerintah memberikan pilihan enam skema. Yakni kerja sama operasi (KSO) dengan segala variasinya, built-operate-transfer (BOT) segala variasinya, penjualan saham lewat initial public offering (IPO), direct placement/strategic partnertship, management outsourching dan penjualan lisensi atau franchise. Pada kasus Pelindo II, Tanri menentukan skema keempat, direct placement/strategic partnertship. Belakangan kasus Pelindo II malah jadi ajang perseteruan dua kubu. LARI-SPJICT di satu kubu melawan Herman Prayitno. Mirip Baligate antara Presiden Wahid dengan Syahril Sabirin. Tanri Abeng yang punya andil besar pada kedua skandal, tidak disentuh. Sekalipun status Tanri kini tersangka untuk kasus Bank Bali. Setelah Eddy Sumarsono menuduh Herman berkolusi dengan Tanri, giliran Dirut Pelindo II ini menuding ada gerakan politik menggoyang dirinya. Apalagi aksi mogok karyawan JICT tetap menjadi ancaman. Meski tuntutan kenaikan UMR telah diluluskan per 1 Juni lalu. Terakhir para karyawan meminta tujuh rekan mereka yang dipindah dari JICT ke Pelindo II dipulangkan. Berdasar data yang dihimpun Xpos, pergesekan di Pelindo II memang kian runyam. Tercatat dua pengusaha ikut meramaikan intrik. Keduanya konon mendukung pencalonan Tantawi dan Agustomo masuk ke jajaran direksi tinggi Pelindo II. Agustomo sendiri merupakan salah seorang direksi PT JICT. Selain kedua pengusaha yang masuk melalui jalur Abdul Razak, ada lagi mantan pejabat lama Pelindo II yang turut memberi dukungan langsung. Menurut sumber di pelabuhan, pejabat lama ini tergeser karena beberapa skandal. Kalau motif-motif itu benar, maka lagi-lagi yang kasihan karyawan JICT. Sejatinya gerakan mereka bermotif perbaikan taraf hidup, layaknya perjuangan buruh di tempat lain. Selama ini nasib karyawan pelabuhan beserta keluarganya bak laut tanpa asin. Bekerja di tempat bertaraf internasional, tapi penghasilan pas-pasan. Belum lagi jaminan keselamatan dan kesehatan di tempat kerja yang minim. Malah untuk membasuh badan dari kerja penat, mereka mesti membeli yang air seembernya seribu rupiah. (*) ========================================================= Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] - ------------------------------ SiaR WEBSITE: http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 22 Jun 2000 jam 07:19:17 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
