----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

This is a multi-part message in MIME format.

------=_NextPart_000_0002_01BFE2A2.24815BE0
Content-Type: text/plain;
        charset="iso-8859-1"
Content-Transfer-Encoding: 8bit

Kolom IBRAHIM ISA
---------------------------
30 Juni 2000

MEMULIHKAN HAK-AZASI   WARGANEGARA SENDIRI
MENGAPA HARUS  MENUNGGU �SITUASI KONDUSIF�?
Apa kegunaan TAP-MPRS No. XXV/1966?

Kegunaan utama dari TAP-MPRS No.XXV, 1966, memang ternyata adalah sebagai
pentung �legal� bahkan �konstitusional�, sebagai pentung  politik, untuk
memukul lawan politik, atau siapa saja yang dianggap komunis atau bersimpati
dengan komunis, atau dari sisi manapun yang mungkin sang korban bisa
dikaitkankan dan dilibatkan dengan G30S, yang terjadi 35 tahun yang lalu.

Bagaimana saling hubungan antara penolakan terhadap pencabutan TAP MPRS, No.
XXV, 1966 dengan pemberlakuan Hak-hak Azasi Manusia, dengan pemulihan
hak-hak demokrasi bagi setiap warga Indonesia? Untuk jelasnya pembicaraan
kali ini, baik dimulai dengan mengutip di bawah ini bagian-bagian penting
dari pernyataan Menkumdang Yusril Izha Mahendra , pada rapat kerja dengan
Komisi II DPR, yang diketuai oleh Amin Aryoso, pada tanggal 21 Juni, 2000:

Menurut Yusril: Rencana pemerintah untuk memulihkan hak orang yang terhalang
pulang ke tanah-air, karena kebijaksanaan politik pemerintah Orde Baru,
terpaksa ditunda. Situasi saat ini belum memungkinkan pemerintah mempermudah
pemulihan hak-hak mereka yang terhalang pulang dan kini tinggal di
luarnegeri. Ditambahkan Yusril, larangan sejumlah orang Indonesia kembali ke
Tanah Air merupakan bentuk pelanggaran hak azasi manusia ( HAM). Demikian
Yusril menurut Kompas 23 Juni 2000. Yusril mengakui bahwa hal itu melanggar
HAM.

Apa yang dimaksudkan oleh  Yusril, dengan pernyataanya bahwa �situasi saat
ini belum memungkinkan� pelaksanaan pengurusan  orang-orang yang terhalang
pulang itu? Menurut Yusril, soalnya ialah, ia disangka menjemput orang-orang
PKI (dari luarnegeri). Pemerintah berkompromi dengan PKI. Tuduhan pemerintah
berkompromi dengan PKI berkembang. Ini membuat situasi politik tidak
kondusif untuk membikin kebijaksanaan yang memudahkan orang-orang yang
terhalang pulang itu.Kemudian Yusril menambahkan lagi, <tambahan ini
signifikan dan menandung petunjuk apa inti masalahnya> sbb: �Apalagi
belakangan muncul polemik tentang rencana pencabutan TAP MPRS No XXV, 1966
mengenai larangan pengajaran Komunisme, Marxisme, dan Leninisme�. Tambah
Yusril, �Perkembangan situasi politik membuat rencana memberi kemudahan
kepada mereka yang terhalang pulang itu menjadi rumit�.

Tidaklah sulit untuk melihat bahwa masalah inti dari �kerumitan� untuk
melaksanakan kebijaksaaan Presiden Wahid mengenai pemulangan orang-orang
Indonesia yang terhalang kembali ke tanahair karena politik Orba, adalah
sbb: Di kalangan elite polite politik, baik yang duduk dalam pemerintahan
maupun di dalam badan-badan legeslatif, di kalangan sementara parpol, dsb.,
masih terdapat satu pandangan pokok yang hingga detik ini masih tetap
dipertahankan, yaitu: Pelaksanaan prinsip Demokrasi dan HAM terhadap bangsa
Indonesia, hanya bisa direalisasi, bila kebijakan itu tidak bertentangan
dengan TAP-MPRS
No.XXV, 1966. Orang-orang yang dianggap berkaitan dengan TAP tsb, berada
�diluar garis�. Mereka didiskriminasi dan diisisihkan dari warganegara
Indonesia lainnya, yang dikatakan punya hak Demokrasi dan HAM. Orang-orang
tsb, <siapa lagi>, adalah mereka-mereka yang dituduh dan dicap sebagai
terlibat dengan G30S, bersangkutan dengan PKI dan ormas-ormasnya.
Mereka-mereka itu adalah yang sudah sejak berdirinya Orde Baru 34 tahun yang
lalu,  dipariakan.  Jumlah mereka meliputi jutaan. Dan mereka-mereka itu
adalah orang Indonesia, banyak diantaranya adalah pejuang-pejuang
kemerdekaan Indonesia.  Namun, sebagian terbesar dari mereka itu, adalah
rakyat biasa yang samasekali tidak bersalah.

                                                                   *

Alasan yang diberikan Yusril untuk menunda pemulangan itu, telah disanggah
oleh anggota Komisi II DPR, Handjojo Putro. Ia menegaskan bahwa �semestinya
pemerintah tidak perlu menunggu situasi politk �mereda� dan tidak perlu
mempedulikan sikap sebagian masyarakat, kalau memang maksud pemerintah baik,
untuk membantu mereka yang terhalang pulang.� Tapi menurut Yusril,
pemerintah tokh akan �menunggu� diulu sampai situasi mereda. Kapan situasi
mereda itu akan terjadi, tidak seorangpun tahu. Apakah itu berarti, harus
menunggu sampai segolongan masyarakat yang menentang pencabutan TAP MPRS No
XXV, 1966, mengubah pendiriannya. Apa harus menanti sampai mereka itu
menyadari bahwa hak-hak Demokrasi dan HAM adalah hak dari setiap warganegara
Indonesia, tidak peduli apa keyakinan politik dan agama yang dipeluknya.

                                                                       *
Masalah terhalangnya orang-orang Indonesia pulang ke tanah air, masalah
dicabutnya hak-hak sipil dan politik mereka itu, sesungguhnya bukanlah
akibat utama dari politik Orba yang melanggar prinsip-prinsip Demokrasi dan
HAM. Akibat utama dari politik Orba tsb adalah jatuhnya korban lebih sejuta
orang Indonesia yang tidak bersalah pada tahun-tahun 65-66-67, dan
selanjutnya berlangsung terus sampai peristiwa kekerasan bulan Mei 1998,
menjelang lengsernya mantan presiden Suharto. Para elite politik, dimanapun
mereka berada, apakah dalam pemerintahan, D P R /MPR,parpol-parpol, ormas,
LSM, birokrasi, tentara, polisi, dan berbagai  lembaga dan organisasi atau
panitia ini atau pembela anu, termasuk persnya, pura-pura lupa mengenai
segi lain dari pristiwa G30S, yang merupakan bencana dan musibah terbesar
bagi rakyat kita selama ini. Pembantaian yang dilakukan oleh tentara dan
penyokong-penyokongnya , terhadap paling tidak ratusan ribu manusia
Indonesia yang tidak bersalah, atas tuduhan terlibat ataupun simpati dengan
G30S, yang dianggap sebagai suatu usaha perebutan kekuasaan negara oleh PKI
dan penyokongnya, dengan sengaja hendak dihapuskan dari sejarah bangsa ini.

Yang selalu dikatakan sebagai trauma bangsa, sebagai lembaran hitam dalam
sejarah, adalah apa yang terjadi sebelum pertistiwa G30S, yaitu
otoriterismenya pemerintahan mantan presiden Sukarno, serta yang dikatakan
merajalelanya pengaruh PKI. Padahal sejak diberlakukannya SOB pada akhir
periode limapuluhan, serta tahun-tahun berikutnya, sampai lengsernya mantan
presiden Suharto, kekuasaan negara yang sesungguhnya adalah pada tentara.
Lalu, terbunuhnya enam jendral dan seorang perwira menengah pada peristiwa
G30S, yang dituduh sebagai pengkhiatan dari PKI. Suatu tuduhan yang
sekarang ini dipertanyakan lagi oleh banyak pakar dan masyarakat, apa betul
G30S itu digerakkan oleh PKI, apa bukan mantan presiden Suharto sendiri yang
berdiri di belakangnya?

Segi-segi gelap dari sejarah kita yang termanifestasi pada pembantaian
65-66, yang seharusnya dijernihkan, diluruskan, dengan memisahkan serta
menjelaskan mana yang benar, yang harus dipertahankan, dan mana yang keliru
yang harus dikoreksi, untuk menuju kepada suatu proses rekonsiliasi
nasional, telah diputar balikkan dan dirumitkan sedemikian rupa,
ditundatunda menunggu pada �situasi yang kondusif� untuk itu.

                                                                          *

Orang-orang Indonesia, yang oleh kekuasaan Orba �ditangkal� pulang, sebagian
besar terdiri dari beberapa ratus warganegara Indonesia, yang sedang belajar
di luarnegeri( yang sering disebut MAHID, yaitu mahasiswa ikatan dinas), di
negeri-negeri bekas Uni Sovyet dan negeri-negeri Eropah Timur dan di
Tiongkok. Mereka tidak boleh pulang,  karena dituduh terlibat dengan G30S.
Paspor mereka dicabut karena mnolak untuk mengutuk G30S dan mantan presiden
Sukarno. Diantara mereka itu, juga terdapat orang-orang Indonesia yang
kebetulan sedang bekerja di luarnegeri atau sedang berkunjung keluar negeri,
yang paspornya dicabut atau dinyatakan tidak berlaku, dengan tuduhan seperti
tsb diatas.

Merek-mereka itu oleh presiden Wahid telah dipersilahkan kembali ke
Indonesia, karena tuduhan yang dikenakan pada mereka itu, tidak adil adanya.
Untuk itu, presiden Wahid telah mengeluarkan Instruksi No. 1, Th 2000.
Menkumdang Yusril yang ditugaskan untuk merealisasi beleid politik Gus Dur
itu, tampak bersemangat hendak merelisasinya. Ketika tatap muka dengan
mereka-mereka yang dijanjikan akan dibantu untuk pulang ke Indonesia, Yusril
malah merasa senang dan bangga bahwa beliau yang ditugaskan untuk
melaksanakan Instruksi Presiden itu.

Yusril menjatakan bahwa Instruksi Presiden itu, akan segera ditangani.
Begitulah dijanjikan, bahwa pada bulan Februari, <Yusril menyatakan janjinya
itu, pada bulan Januari  2000>
masalahnya akan terlaksana. Lalu, dari satu kali pengunduran menyusul  ke
pengunduran waktu lainnya. Dari Februari menjadi Maret, mundur lagi ke Juni,
dan akhirnya ditunda tanpa batas waktu. Tokh, ada juga  batas pengunduran
waktu itu, yaitu pada saat �waktunya sudah kondusisf� untuk itu. Kapan itu,
sangat amat sulit untuk meramalkannya. Praktisnya, sih, masalah pemulangan
yang begitu ramai dibicarakan, tidak jadi. Pokoknya, lupakan sajalah dulu
keinginan untuk bisa kembali pulang sebagai warga yang telah dipulihkan
hak-hak sipil dan politiknya, sebagaimana tertera di dalam Universal
Declaration of Human Rights.

                                                                        *

Seperti dikemukakan dimuka, nasib buruk orang-orang Indonesia yang kena
persekusi Orba sehingga tidak bisa pulang selama puluhan tahun itu, adalah
sebagian saja dari masalah nasib sejuta lebih warganegara Indonesia yang
telah dibunuh tanpa diketahui dimana kuburnya, dan para bekas tahanan
politik beserta keluarga mereka, yang sampai kini, mengalami nasib menjadi
warganegara kelas dua. Mereka-merekan itu  didiskrimasi, hak-hak sipil dan
politiknya masih dirampas oleh Orba, dengan masih tetap berlakunya Instruksi
Mendagri No. 32/1981 mengenai apa yang dinamakan �bersih lingkungan�, serta
serentetan peraturan lainnya.  Pemerintah Gus Dur, yang adalah hasil
pemilihan umum yang demokratis, ternyata, belum mampu mengakhiri masa gelap
dan menyedihkan dari jutaan warganegara Indonesia itu. Sampai sekarang
mereka-mereka itu masih dipariakan, meskipun maksud baik presiden Wahid
sudah berkali-kali dinyatakan untuk mengakhiri penderitaan tsb.
Dimana letak penghalang dan kendala terhadap  diberlakukannya Hak-hak Azasi
Manusia terhadap orang-orang Indonesia yang jadi korban Orba itu? Apakah
para korban Orba itu bukan manusia Indonesia, yang seyogianya punya hak
sipil dan politik yang sama , misalnya, paling tidak  dengan para bekas
pemberontak PRRI dan Permesta yang melakukan makarnya dengan bantuan CIA?
Mengapa terhadap tokoh-tokoh pencetus, pelaksana dan pendukung  PRRI,
Permesta, Darul Islam, dan lain-lain orang dan golongan yang jelas-jelas
memberontak terhadap Republik Indonesia, bisa saja diampuni dan bahkan ada
yang kemudian bisa jadi menteri, seperti Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo.

                                                                           *

Seorang sahabat saya, yang kebetulan  sarjana hukum, mantan dosen pada
Universitas Erlangga, menyatakan bahwa, selama imbangan kekuatan politik
masih seperti sekarang ini, maka sulitlah untuk mengharapkan adanya
perubahan yang betul-betul demokratis, yaitu dipulihakannya hak sipil dan
politik dari jutaan warganegara Indonesia yang selama ini didiskriminasi,
yang dicabut hak-haknya sebagai warganegara Indonesia,  atas tuduhan
terlibat dengan G30S, yang tidak pernah dibuktikan. Menurut sahabat saya
itu, masalah legalitas dan perundang-undangan itu, tidak banyak artinya jika
imbangan kekuatan politik masih tetap menjadi kendala dari usaha reformasi
dan perubahan demokratis.

Saya katakan kepada sahabat saya itu: Apa yang Anda nyatakan itu masuk akal
dan rasional. Namun,  tidak kalah penting, perlunya menciptakan suatu opini
umum, untuk adanya konsensus,  mana politik yang benar, yang sesuai dengan
pemberlakukan Hak-Hak Azasi Manusia, dengan prinsip-prinsip Demokrasi.
Serta, politik dan kebijaksanaan mana pula yang salah. Selanjutnya amatlah
perlu terciptanya  suatu keyakinan dan �political will� di kalangan
masyarakat untuk membela yang benar dan mengkoreksi dan menyisihkan yang
salah. Hanya atas dasar kekuatan politik dan moral masyarakat yang cukup
besar, barulah imbangan kekuatan politik itu, bisa terlaksana.

                                                                          *

Dari pengalaman penundaan pelaksanaan Instruksi Presiden No.1/2000 mengenai
pemulangan orang-orang Indonesia yang terhalang kembali ke tanahair, bisa
dianalisis betapa tak terpisahkannya masalah pencabutan TAP-MPRS
No.XXV/1966, dengan masalah pemulihan hak-hak Demokrasi dan pemberlakuan
Hak-hak Azasi Manusia  pada rakyat.

Selama TAP-XXV tsb belum dicabut, selama itu pula segolongan orang di dalam
kekuasaan politik dan masyarakat, bisa dengan mudah menjadikan �legallitas�
TAP-MPRS No. XXV, 1966, sebagai pentung untuk memukul lawan politiknya atau
siapa saja yang berbeda kejakinan politik/pendapat dengan mereka itu.
Situasi seperti itulah yang dimaksud Gus Dur ketika beliau menyatakan tidak
benarnya  menggunakan kekuasaan dan wewenang negara,  untuk memukul
lawan-lawan politik dan yang berbeda pendapat.

* * * *

------=_NextPart_000_0002_01BFE2A2.24815BE0
Content-Type: application/ms-tnef;
        name="winmail.dat"
Content-Transfer-Encoding: base64
Content-Disposition: attachment;
        filename="winmail.dat"

eJ8+IikMAQaQCAAEAAAAAAABAAEAAQeQBgAIAAAA5AQAAAAAAADoAAEIgAcAGAAAAElQTS5NaWNy
b3NvZnQgTWFpbC5Ob3RlADEIAQ2ABAACAAAAAgACAAEGgAMADgAAANAHBgAeAA4AHgAAAAUALAEB
A5AGAAAfAAAoAAAACwACAAEAAAALACMAAQAAAAMAJgAAAAAACwApAAAAAAACATEAAQAAABQBAABQ
Q0RGRUIwOQABAAIATQAAAAAAAAA4obsQBeUQGqG7CAArKlbCAABtc3BzdC5kbGwAAAAAAE5JVEH5
v7gBAKoAN9luAAAAQzpcRXhjaGFuZ2VcbWFpbGJveC5wc3QAGAAAAAAAAACdPr4yy7bREZ3DBNYE
wQAAooAAAAAAAAAYAAAAAAAAAJ0+vjLLttERncME1gTBAADCgAAAEAAAAICVNDl94r8RmROqA8Se
nbliAAAAS29sb20gSUJSQUhJTSBJU0E6IE1lbXVsaWhrYW4gSGFrLUhhayBBemFzaSB3YXJnYSBJ
bmRvbmVzaWEsIHRpZGFrIHBlcmx1IHR1bmdndSBzaXR1YXNpIGtvbmRpc3VmIQADADYAAAAAAB4A
cAABAAAAYgAAAEtvbG9tIElCUkFISU0gSVNBOiBNZW11bGloa2FuIEhhay1IYWsgQXphc2kgd2Fy
Z2EgSW5kb25lc2lhLCB0aWRhayBwZXJsdSB0dW5nZ3Ugc2l0dWFzaSBrb25kaXN1ZiEAAAACAXEA
AQAAABYAAAABv+KO9GI6X+2hToER1J3Fx1SpTPRQAAACAR0MAQAAABoAAABTTVRQOkhFUlJJQFdP
UkxET05MSU5FLk5MAAAACwABDgAAAABAAAYOABRJ6I7ivwECAQoOAQAAABgAAAAAAAAAnT6+Msu2
0RGdwwTWBMEAAMKAAAADABQOAQAAAAsAHw4BAAAAAwAGELKcsvMDAAcQVyoAAB4ACBABAAAAZQAA
AEtPTE9NSUJSQUhJTUlTQS0tLS0tLS0tLS0tLS0tLS0tLS0tLS0tLS0tLTMwSlVOSTIwMDBNRU1V
TElIS0FOSEFLLUFaQVNJV0FSR0FORUdBUkFTRU5ESVJJTUVOR0FQQUhBUlUAAAAAAgEJEAEAAABK
GQAARhkAAM82AABMWkZ1RCMLGAMACgByY3BnMTI1FjIA+Atgbg4QMDQzfQH3IAKkA2QHbQYAAZBu
fGRhCxECgwBQA9QCAGOCaArAc2V0MCAHE2UCgH0KgXVjAFALA3U0bG4CIGUMIwEwIEsBCPFtIElC
UkFIZElNFmBTQQqiCoAtlxePGCcXJDMT0Ep1AwAeIAHQGiAXJBckTUVNAFVMSUhLQU4gAEhBSy1B
WkFThEkgHFBXQVJHG5AORRywFpAGAEVOREnUUkkatk4csFAdIBvAXFJVBfAF0B1QVR4wRwJVAzBs
cXVvdGWRBgBJVFUcIktPHWBZHsBJRgAQH7Q/FyRB4QqwIGtlZxnQEjAQwSEeUC1NUFIF8E5vAC4g
WFhWLzE59DY2IZBiGkUcUSTvJf/XJw8n2hckSyJWdQGQAMD+IBIgBRAKICjBJEAiyyOhPCwgI+Ir
4AeAA4FnIJMf4ASgeWEBkCBhEiCJC2BoIBOgYmFnC3B0IHAJ8HQZ0CywH5ZslyJQB0AhFiAt8Ghr
A5LFH6VrAiBzdGkugACQfwIgL4gr4C3eLkAG8DFwae5rK+AZ0C6AayxSNHAVMLkvQGF3A5Ezty0h
dTKQ4wcwIhFzYWoiIC0QLKHuZAcwDyAuEHAxETTAAwDbBCA2E2IEkACQbQqwMWD/KiAJ8C4QA6A3
9TX1KjI2UX8AkCxQAHA2gBnQNwQ4EWfeawuANrEsoTEgci3wA6DeYgQAKhE0AAtwdDBhMGJ3EiA+
cQMQaS3wPhI5Zkd9GZBTK+A3EyzRNuA3YCD8MzUswC2gO7YLYApAI4DfKNUn30PfKB8KgEIuAjti
7zaxM9AsoUFwYi6RA5EAcN0BkHIiIC5RBvBhMGIs0e8TcBIgN9AuUWMBoCnRIrP/BdAjISvgI2Ur
5DlmLlAG0KsEkEhxdQORSEiALRNw0TSAQXphOzFNAHAxke5hK+BLmBUwaRNwA6BNEfdNAwEABGBr
SAA7MS3xOvHrE7A2cSA1QHIuEBZgEhAjFWE2YT8gVTRTamX9C2BzLQFL8w3gR/E5skbR+iALgGkr
4C3wNAA3UU7R/y4hOXUHgA8gKdAFIDdRMCHfNUAtsFRBUGMAcC1XNC5D30byOsMuUCz0A5FNCfA0
4HZtPpEssFkxkAUQAyBJ1noTcE2haAnwZEgBK+D7CrASICBIADkhIjFAwTlm1RYQbTsiSRxARCMg
QDVfPcETsEyQGfAG8GUtsEGHXVADoAcQeW9zb1uV5xHxN6EDIDIxGbMr4BoS/joo1Rq1CfAIcCnQ
WjVhwP5SSXJGkUwBBnFH0S2wNEj/TvEwYk0SBbAskkBWE3APAr8uQFURPNIf8BHxLaAtC3D+civg
MGAJcEaRIkA9cDbg3ms8sSKSM7VkGk8LIB/w/0YgYuAr4CzRCrBpkTdRLoH7EiAjgFMxcU1yNsBc
MVbz/1KwWdA0kzxTMGJkKSxhWOH/NMASIC2wTr8sUQlwMGBmf/9nhD6SPHEZ8FhCYLJA8QpA2wrA
FXBnBnEjgEQxcCnwfzA1WkQr4AtgZjIDkROgav9Z0C2SZiRRlyIxdfFUEWfh3lRoIhPgaIBx0nVs
IT1Cvy5ianIPAi4QZjFl02FNY5MDgU3iICgbsU0pdZH/LHA0AFfSWkVV0WLTXTEKsPkEIDIzGbgj
gH5oLhA04P1QUmg1QE9BAyAxcSxRe5X9fWIuGloiAjcVAMBpkHBw/zBiXwN2Z0uXWQZTAYGkH5D+
ZAJgH7QAkG0/bk4AEIgXf3tjaZdV4mLgPLEcUGYjLb9mL2c5MXFSIGKsMoFvB0D/UvIHMS2gK+B4
4TdgPLJyIZ9V0VKgORBi8Y0aUEscQO4oOsN0+H2hUGQ4OME38V5wA2E5V5ORI4BUcHB1/08SZCmV
v5bDmFN5Ig8gI4D/UZA7QUwRTJAFQIimahYxYN8SIDSAMSGXUACQZjQ4PXD/PHJpPDvkNLFwgYUz
jS+OP/0ugC4pQHBhfix15wtgUJC9K+A8ddQDkVbyAJBnAwD+Zj3RPnSjcpzRZ0JeoZJQfzRxNoJk
cTtCRsEtoC0BPvkykGJiYcGICCIBpDKJovdIglWTGdBjNPEzsX3iLMH/R9EsoWjhY9VJjyNRSulV
0v9o8XTRdwaMUjbRe/JdMTgiZweAK+BNsHJ4sTQ+kkz/CfBUQbFBitmXEXXjdmeH+f+VAJn2d1Kb
bZrWrIaa0gZx93kCcHI5smVbs3Hvjn2SI/dA4mLgXVB0swth2wdgnHH/LZNO4QVANEZO8gVAgaSo
Jf+nxDrDMKd6cbyBirIvxb9H72mEMGJpNyKSUAlwAJA5cf8ccC2gnGCvCHDDdySgGnh4/7pNeRlo
E2hxaLZqFmtALfD/NfEtdajydbBT4nckv7Ef4f8zs84VNAJUkzcUl0FPsS2B/xZQZChVojYwO6JA
8dA0LfB/PpFXkT6SL1EHkAtgMWBm/04hzSkToFXRR+QKwDOxTiH9qOAuLEFNcS2wLNFJIZsi/y0g
NkAKsBIRS7RQAFAANwT/xfA3kjlhalJW8tYmAZBWQv9Y4dEDMGFAMjFxYcCVAIu5/2RhAJA30H3R
UAU+kn1xSMj/mjI9kVGXK+BPEYdiPYQJcP9G0TbAAJBUcQMQaRelAoJR/5xUOMGsBT9YItcXJCuK
I4D/a0CgPTdnmGI98eOrLMCo4L9UcQSQW8KH+T7RdQEge9H/BACzC1mQufM3YJGhUBAHcP8LgN2G
N2A7IdZBPlQ64VEz/3UxR/J4eAtiLQFeCC0hbxO/GdBTAU0S3S/l/OkDPDZk7aQyPsw3udQtudps
gpdR/z6FSZA30C3WLNE+8z98OML/kdJJw5kpPpIFsKghoGGoIf8tAevm9iaCQi1lNxOFAS2jf2lx
OLLgoQuAUwFrR0EQNP9BTivg2nIqQUiCQkEZwHfD/7nVv6KSkRnwd6BZQnWRVaP//N8tdHgdVHIt
AVTCR8RS8v8tZS5Qd6CgMgk1eQLWkboB9zBxUZdCQU4p8BnQMoVX0v8s0TjANsDqwDrDBWjMN0gA
/mstET1hqDH+NSnxMqBT8//ip6hDg1VEvxLvE/8VD0JfrxcvGD8ZTxnFKmHbQVLB/57mN2C4cnY4
NDdN0NeBxrr/DgMv8C2SkaRRYAZhXxI3gp/qMH0wXT1M0NeAam8iYP+TgCnQmNCacZITL2HssD1C
/4evZDExUVL1asacVFjhbkD/HdQ3oDZCm3k0gMGmudLpkP8vpz6SJnxwIZdQM9AwYn0Q/zBg9/VX
0qgh/9AOwVkwaKL/8BArAzvzhOOXq1ShNCk9Mb+CU7n/Z0eDUIrps9BwmrL/j6wlytgwIJEjwii4
J1QpmP5pq1AnoQ/wAhA68ojEKTT9gIBLXBG2KCk0/YRIlUDS/2vRnGP4EHgT0ZJBUoCAhCH/I8BW
0f2h6VLjIFRhv+CMof8nKTgV7xBIYHigVZMs958G/+8ArCStD64d1gFV4rQCSDH//4JHwPxjhCI+
l0fBiQI4I/8FaVXR/9DuY4GmTPTyP/VG/0+T7nJQyu8OO8YrVKeDeRD/B8HtAWn4c7L4QYTQHBZ7
cf9lAPxjYeoZz1M/VE9VXxqi/2JFwJXJJ//Cx394w2d99UD/aILAhveyQpHxtUlD3OGjQf9zsrbI
Dbj4EC6gJ3KogiPw/2UACCC+ok7R+OJCoVAx7mN/y3qfBoKm3KUJoNy/8tdB/2AfYSvpAfVGvBD9
oF8jnLD/zAHTAuBQ/tNCoXgPMVQQqxfXUemRANMtANQ2NS375dBs8DeyFPgQzWEEMYdT//ih3uKm
wjtRRkE4BSrB6xD/wSCHwXkQwiEb07dwzWGPcfMhgK7AOThEQ5JgMfPTIL/e8YbTfML6gpYQxWVT
l2H74yAi8VDVAs3ZzvKEsowAf9GSMOXpVMwxPWTQPwvxRKGTgCBSIC9DMSzVRI8JoNVV+7PlkExT
TeFS/5jQSdMfQggzNKEoUeEy0uL/4wH4NNMRo7HY8p/j+VHhA//1QC9Q10PO0aeyf/a4UuGR/wgg
HzP7wh2xKsH8UjShjJD/9hCDYpQh9LGvFz/ir4KeAf9l5HAm+ZSfFbxgPWJ94qyk/6YjnPG0Agy3
DEIOtmUgIQH/bbJQMbKhlOMwgvAgG/jcAf9fgiBUfLVdFEgh2BEJg45F///CgiPedKnx2MGcRelw
/aD/cQLrALdwc4Kc8e9aao/+wP/MMS9QRlD3Ezsk+MSAEtGS/+/QOCHBIvk65tz4Fi6g1yL/kUG/
4Cqy+CBCo3ChOgHcYv/vBSBj+zaOytPB+tT4ELBT/1wwRQEH07/guzAjs0tlsILvL3Le84sTvYtZ
/lNtwSrx//D4+BfpcLxwd1He4wwFr3L/ydKwosXwZZF4VZ9lzDf0ov8xVrwT+BFQ4dByPkGGHLui
/yDwWMDN8esBSBPQjnO+ywH8bm8MAtrB8J7QsbBx0yD/zWElk/lBvGCbg3UCuQIdYI/+9BxzjJX/
wlNPQmu070lgxfBiwS8RbwAhKGB2gP+7MZTSrVZsGhyTW+MMAUcE/3Lvc/8tgZpeD5ReugjGa9P7
1NRRUEwBkwyyw0BfFMsxf9JAcnDXgOlwXQQ8RSqyd/9a0CM0+UFrpXAIlyv3FPgW/6+iswHxIYV1
sDN0kNcilKb/HCP4AcsB8+LZgtqFB7Jogv+JoiBjB5U9Yg0iLMz0ouMA//2gHWD5kgXDCADTQA7B
jNf/+zHJtYzDt690pJ1i/4IcFN//VdHCgaIjwVgSPxX5UdT6U4UBLYTzhIDhkNphnyrnilMxVnaB
aWYlQSgDwIT/i4hs0/CF+BA+k//CCABycP+3UO4DdkKEAEYx2CT61Csh/3+x7hOtdHJFI7N2gs7m
iBD/WuEcIz6UxoWrodgk20sKMP8oYABx3ItoQTEQfYIdiGkw7woha8OY5GNgb16hkYAxEP/voO/Q
KGBJ8u0S76CmwB9I/wPhiWMrkZ7U95KHQOzwKID/bYMKgOzwZSCRYoQRdkL9oP8eIefjJyhrwzYW
J8betO+g+/cw79BmKZcv9PcBUVxR3//uT+9f8G9V76D2ZrBYj01S/xwjIGO5OGazNhbCEfoypsD/
KZdZxAwJiTQ7Uc90SHOoMf93kIQhkRNMH/Qa5rHPBMdgv5+Bz7KEAK0R+0AvESi6Ng9jcZeyotE0
EU1BSEneRKmWdoBJUFmAc0jhokO75eLjsSl2QprSLxEt/gQXygEjwEZQVYDxU2927nlLwIgzAlxF
IuB6wFqgflSWQDPw5bUFwUBBjnBr/1FQcaBHgxCVIGP3ti2RR4DfiBLCJZUnlrmwYnN68LMw9zDl
W5UI9m2tMNARHXgnkL8dospz3iWsH60hUVBELKH/jZNd6mkwfvH5IqcRNCBYb/+SuOGgyhPmhM8E
cMGdwf2b+4AE/KdytgBt8d7U/dECRf+XZXrAC3LXZAxUgBMBoYoR/zsEauaMkpznlKai0KijZvPv
l9GUYaCNB0MtR2kIJLgm/leI0Grg5EhrQYyB2gPhoP+LgU4xWjFM6QkFxNuiMYSR/4eCa8Nd6k2U
p+FdALKxRYP/A5Dr9TShIS+I0YRT/cKHgr9ZIKjwh0DggUNxUVAxeYDyVFqgMjAs4Aci3cCjgP8V
QzREwbjAMJ7DDZZHgOVBX3/DgaFxsCHgXWZHRkFE/wYBJ0S2kmsUi3CX8WVRnfX3R2IwBEWDS0vB
B4KiYWPA/wXwDALZRkeCIAat1afQbfD/rjFP4Z7TZTENoQ2FWchM6f8t5XaAKoRw4s5ireOHkpfz
/0ilgaGAsN9VLq9iQuCAiAH9K1xQuCbsMqC7OsVyUaJl/0i0QB9BI6aBopTLIvaFf5H9oIFC0iEU
wltyN6Z74T0je2vDcURGpFCHQEtxeYA8v0JIG0Y3o7IiKSRImEqB8ftl8izDPu1EWxW7IxuDsZP/
P5K8lp8UxJL28cL05/GDcX924rIgMXDKQVoiUOoBAGv3ytGFQjRzRGXySTZCpM/Bf1cQIDDJoQXw
UTLHVFoxSv9soH2VsvPXZOg0xtHJ4pRT+1Mz7GBUjmCmdBHkWOVSf/9eRAA04cT1gBqg9hZTM7Ii
t4KQsKHqtnPrP+xCS8nR/0TVcQEzImWhGqBR8YpgL0j9ZaFssfSwYYnhqNG2NGjg/3IhTeSrAgiD
i/aJMEbiidH/doDGYnwAh/DJYrRxJ5Sn0vuwYY5ha4MThAKik67yeDL/tCFSIpBxAbEvNnwAoCEj
Rv85ZaLW+uOnRuR2dfDaA/Ew77DAH/BvgZYhcDrxjeN15P+2NKRU23OVIZUhFfN4ZAOR5naTw3mQ
ZWPHYJER4+Gxx6BmIEijgYegUssQ/mgeIEF78T93X3hveX/yD//RwB3EJeI1kjhENZIsgOOy/x5A
SNAr0RLPE9uIESKCmlH/LAH1w9bxkHESEpNka/Jst/+Kw7QVtPRE5aa0+DdqAk/k/2UGfWSxAZnx
pLFr4Kbw+u//krkiFb1DWIUl4rUCxmLbc/+2AH3BnLQmU/txAzSrg3B4//iy2mMYZBIRIBTWhraU
05D/VwIN8qXC45QeQFUGh7rfAf+UccJQU/EHRCAFQSN5wM/A/f9Ba6qAZQHgoW+PcJnJAv+HgeYB
tpLiwMez9cLZGJfjf/dwNVKxhbIiK5gtMbCgZwPOwSwyMzIvMTk4/jEqtAlAFtGnJgGiMvDlgv/2
FjKih4FwwMMx6ME4sPcm/7SGtzG8MYrRjaGu0crQpRL/U5fL8KsnMVbBpbtlALK+gP/VceNBq6J0
0KhxrdSjkAcA/XQic7zzGzNIARhxprAy8P+2oABx2UKzAoXk0ldRhBUwf28Ew9OHAlMDh98UAewz
U/+2lMW3NlwAVJf0H2EUANgj/9mg2yDkwdtSTyDCQOUhMTHvKX1epBey5UEtUJMbGQ2Y/6mFwxHm
0MDgrBMeIUF1EKD/23PLwBthwwMdYGzTV0ImAf+lIgniHWAScZUCmqVjdHSw+ZYVQXrjclWA6LAT
8ron/34vE+iSI+BB1aH1tMIh0KD+QchyZWGS87/MzIi80/uv+GV5b/hyTlGxoU5Rlk/fMROP1ohQ
VdHZ0WxxExmg/5/ygZUKdoyZ1XKAMOPwuHLwUFJSSQQzo4DUUNSy/yWEP0PClRAyGhLZRDij+JH4
Q0lB0KAtMW1g+lG6J7J0aPFoLc/jUNJjFLH/p7EigE8FltQzcTkwGCLK458sgMuGLIBUIVIBSXOC
4btXJFOSLVOSvaQEM2cNQPcGwWYG2uMt2uPZkspnuif+UuGwi8DlUcNaa+OFZBQA/6kBA6E8ZG8T
SJLetQXwHmH/+KFr8pIjqUEJ8eChHaZAsHt0kBCBcq3x5jLigFQQav5v4DC6UQEwUeGnQHWP4h/v
4y/kP+VPeq9lvhRsAB1g/wpCbABxIhQ9YXEV0QlBg9D/LWFk4g8zE7A78Uh0czW24f8xgAVgCJJt
YJDTSoZDY3FC/4LjfPA8oiMT9UEPQzD1l9T/Haauh5CkG3FiNImCDZgdYP/6Mdv1xNOAMIvAjVJm
JkcB/i0Uo6cbADRutRtyxT8w1/+rr6y//oXudNtSlTYBshkm/ww2lgVeY206+t4I0VkDJRb/Cf8L
ARk1J5QigQlAiaRkIf+rYS0TfdHoQugIMdRlBiDQ/5Eh7EPR5FSgM4G94QikYQb/gaUoYifRHeFO
QjfS7r/vzn+aRFUGuab5wzFwjVFm4GX+Zr4QlaIIJ/TkpyhBe64Qv05Rq2AbZBWwXPUGHDrAsv0l
hEFYUhs3r/U5MRtxcETvO6F0UWowLFBOriCD4AEx/yeUtHFlU2KwgUHRIgJQmwO9qUFjInC1FFHw
UFJvlqD/21GmgiyAYqT0NV8BO/FR8P+nscLSgAHGao5A6hCklm0g/xtRZzHJJcpDzIa7wrvBvDzv
mVeyoIFA+KEtI4VzwadD/39ArfGhQilR+Ve5gmvgkiD/TyPCtII0xsaJgSUSZcGHAf9OQ2IBZUQa
IQIiGsNOQhtF/4rACoFrM1dCXZYw5GeQUhD6d6YQbF+Xv4K5A5m0TlD/Z7JiiMpRJ7YfI6qWoCC+
EP+ukBAVSlLHoG8EJ+q7wE5D/wf06cEMH6qUvhE7Ai8nnhP+Y9JhmoLpwUgC0/GzwQuf/423CaNr
407aXYDhPz0/Pk//P19Ab+abVCNQ4pEy0fRYQn+iE08F3SGbWN8AssWcgTH+L00inThlib2/iMq6
QWzT/2w2VrHq4Y1RmEDaNd0CyEH/X1H1gs8T2FSWoOfhu1VlCAfQwP5i3SFUQVAtTUXK8FOcclhY
VpzhNv42mVplOKYzlgYkh9HVIOb/IXW8D0BwXPNnsbTxnKDmrP+C408yT/G3Mqh1/jXuOFzC/yei
bSDWJ9WFcrY5o2wANX7/LxdLRpmFs6MN9Z7KB5MH0/stt086IE/xhEBQNG0mGXL/0oIvt9Jhc7CJ
gO4Qlwu1Af/3UH9BzyGFY/VFwgCrIGwS9yahazONxS+2gs8RAqeviP+t8VnhEALehlnhiYKeFbHl
/6Q1Z+EFAqhyf1CpI7T2CfX3MPIqw6lCZ4PgExVcNtuC/HdlcdCNgUhgksQBMWQ/f84Q1SFlOYxD
ZytpFuEbKgfmgHeC5qhkXGkwXLRmMXjAc0YwPIR9PMACAHngAAADABAQAAAAAAMAERAAAAAACwAB
gAggBgAAAAAAwAAAAAAAAEYAAAAAA4UAAAAAAAADAAOACCAGAAAAAADAAAAAAAAARgAAAAAQhQAA
AAAAAAMABoAIIAYAAAAAAMAAAAAAAABGAAAAAFKFAADwEwAAHgAmgAggBgAAAAAAwAAAAAAAAEYA
AAAAVIUAAAEAAAAEAAAAOC41AAMAJ4AIIAYAAAAAAMAAAAAAAABGAAAAAAGFAAAAAAAACwAwgAgg
BgAAAAAAwAAAAAAAAEYAAAAADoUAAAAAAAADADGACCAGAAAAAADAAAAAAAAARgAAAAARhQAAAAAA
AAMAM4AIIAYAAAAAAMAAAAAAAABGAAAAABiFAAAAAAAAHgBCgAggBgAAAAAAwAAAAAAAAEYAAAAA
NoUAAAEAAAABAAAAAAAAAB4AQ4AIIAYAAAAAAMAAAAAAAABGAAAAADeFAAABAAAAAQAAAAAAAAAe
AESACCAGAAAAAADAAAAAAAAARgAAAAA4hQAAAQAAAAEAAAAAAAAACwDGgAsgBgAAAAAAwAAAAAAA
AEYAAAAAAIgAAAAAAAALAMiACyAGAAAAAADAAAAAAAAARgAAAAAFiAAAAAAAAAsA2oAIIAYAAAAA
AMAAAAAAAABGAAAAAAaFAAAAAAAAAgH4DwEAAAAQAAAAnT6+Msu20RGdwwTWBMEAAAIB+g8BAAAA
EAAAAJ0+vjLLttERncME1gTBAAACAfsPAQAAAE0AAAAAAAAAOKG7EAXlEBqhuwgAKypWwgAAbXNw
c3QuZGxsAAAAAABOSVRB+b+4AQCqADfZbgAAAEM6XEV4Y2hhbmdlXG1haWxib3gucHN0AAAAAAMA
/g8FAAAAAwANNP03AAACAX8AAQAAADEAAAAwMDAwMDAwMDlEM0VCRTMyQ0JCNkQxMTE5REMzMDRE
NjA0QzEwMDAwMjQ0NDM4MDAAAAAA+bU=

------=_NextPart_000_0002_01BFE2A2.24815BE0--

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 30 Jun 2000 jam 14:44:22 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke