----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 30 Juni 2000 14:20 UTC

** KORBAN KM CAHAYA BAHARI TIDAK BAKAL DITEMUKAN

** KOREA UTARA DAN KOREA SELATAN AKAN ADAKAN REUNIFIKASI KELUARGA

** EURO 2000 BAGI BELANDA SUDAH SELESAI

** MA SRI LANKA BATALKAN KEPRES YANG MEMBEREIDEL BEBERAPA KORAN

** TONY BLAIR KHAWATIR EROPA AKAN TERBELAH DUA

** PEMIMPIN OPOSISI SOLOMON TERPILIH SEBAGAI PERDANA MENTERI

** TOPIK GEMA WARTA: DPR MULAI UNJUK GIGI MELALUI HAK INTERPELASI

** TOPIK GEMA WARTA: APA PERLUNYA FORMAT BARU YANG KINI SIBUK DICARI
OLEH FRN?

* KORBAN KM CAHAYA BAHARI TIDAK BAKAL DITEMUKAN

Harapan ditemukannya korban kapal motor (KM) Cahaya Bahari yang
tenggelam di perairan Sangihe Talaud, Sulawesi Utara, semakin tipis.
KM Cahaya Bahari yang mengangkut sekitar 500 orang pengungsi asal
Tobelo dan Gelela, Maluku Utara Utara, itu tenggelam pada titik arah
timur sekitar 50 mil laut dari Pulau Tabulandang. Kapal motor itu
sebenarnya berbobot dua ratus orang penumpang. Mayorita penumpang
terdiri dari umat kristen yang melarikan diri dari kekerasan agama di
Maluku. Tim SAR sampai berita ini diturunkan belum berhasil menemukan
korban. Kapal motor itu sendiri sampai sekarang belum ditemukan
jejaknya. KM Cahaya Bahari berangkat dari Pelabuhan Tobelo pukul
13.00, Rabu lalu, dengan tujuan Manado, Sulawesi Utara. Dijadwalkan
kapal tersebut tiba di Manado pukul 13.00 Kamis.

* Korea Utara dan Korea Selatan telah mencapai kesepakatan tentang
reunifikasi sanak saudara yang terpisah dari kedua negara dan tentang
pembebasan tawanan Korea Utara. Demikian ditegaskan oleh juru bicara
peserta perundingan di Seoul. Setelah empat hari berunding, para juru
runding dari negara bertetangga ini berhasil mencapai kesepakatan
untuk mengadakan hari reunifikasi di Pyongyang dan Seoul pertengahan
Agustus nanti. Pada hari itu sekitar 150 orang warga diberi
kesempatan untuk mengunjungi sanak saudara mereka yang sudah hampir
50 tahun berpisah dengan mereka. Pada saat itu pula puluhan warga
Korea Utara yang ditahan di Korea Selatan atas tuduhan spionase, akan
direpatriasi. Persetujuan ini berhasil dicapai menyusul KTT
bersejarah antara pemimpin Korea Utara Kim Jong-il dan pemimpin Korea
Selatan Kim Dae-Jung dua minggu lalu di Pyongyang.

* EURO 2000 BAGI BELANDA SUDAH SELESAI

Euro 2000 bagi Belanda sudah selesai. Pada pertandingan
Belanda-Italia di stadion ArenA, Amsterdam, tadi malam kesebalasan
Oranye kalah 3-1 melalui tendangan penalti. Dari pihak Belanda hanya
Patrick Kluivert yang berhasil mencetak gol. Selama pertandingan
Frank de Boer dan Patrick Kluivert dua kali gagal mencetak gol melalu
penalti. Minggu malam mendatang kesebelasan Italia akan berhadapan
dengan Prancis pada partai final di Rotterdam. Setelah timnya kalah,
pelatih oranye Frank Rijkaard, mengundurkan diri. Di pelbagai kota di
Belanda, para suporter oranye membuat kerusuhan karena kecewa atas
kekalahan timnasnya. Di Amsterdam lima belas orang perusuh ditangkap,
karena mereka menyerang supoter Italia. Di Den Haag, Delft, Utrecht
dan Nijmegen juga terjadi kerusuhan. Di pelbagai kawasan kota polisi
anti huru hara terpaksa turun tangan untuk mengamankan. Di Belanda
Selatan suporter oranye juga melakukan pengrusakan.

* MA SRI LANKA BATALKAN KEPRES YANG MEMBEREIDEL BEBERAPA KORAN

Mahkamah Agung Sri Lanka menyatakan tidak sah keputusan Presiden
Chandrika Kumaratunga untuk memberlakukan sensor media Mei lalu.
Akibatnya berbagai koran dilarang terbit oleh presiden. Tujuan
pembereidelan pers itu adalah untuk menghindari pemberitaan negatif
tentang pemerintah, setelah pemberontak Tamil mengawali serangkaian
serangan di utara negeri itu. Dalam serangan pemberontak itu, tentara
pemerintah banyak mengalami kekalahan. Lalu penerbit koran-koran tadi
naik banding memprotes keputusan presiden tersebut dan sekarang
mereka dimenangkan oleh Mahkama Agung. Presiden akan dituntut
membayar ganti rugi. Sementara itu sensor terhadap koresponden asing
sudah dicabut sejak awal bulan ini.

* Perdana menteri Inggris Tony Blair menyatakan keprihatinannya
kepada Kanselir Jerman Gerhard Schroder tentang gejala pecahnya
Eropa. Blair tidak sependapat dengan usul Presiden Prancis, Jacque
Chirac untuk mempercepat proses integrasi sebagian negara Eropa,
seperti Prancis dan Jerman. Kedua negara ini, menurut presiden
Prancis Chirac akan memegang peranan penting dalam proses integrasi
itu. Akibatnya, Blair dituduh oleh rakyat Inggris dikalahkan oleh
gagasan Jerman-Prancis itu. Pembicaraan Blair-Schroder itu diadakan
pada jamuan makan di Glienicke, yang terletak di perbatasan antara
bekas Jerman Timur dan Jerman Barat. Blair menegaskan, Inggris ingin
memberlakukan euro sepenuhnya, apabila kondisinya sudah mengizinkan.
Di sebelas negara anggota Uni Eropa lainnya mata uang euro sudah
diberlakukan untuk transaksi giro. Mata uangnya sendiri baru tersedia
terhitung 1 Januari 2002.  Mulai tahun 2002 itu euro akan menjadi
satu-satunya mata uang tunggal di sebelas negara tersebut. Menurut
hasil penelitian, warga Inggris semakin banyak menentang pemberlakuan
euro. Saat ini 71 persen warga Inggris menentang pemberlakuan euro.
Padahal dua tahun lalu hanya 60 persen.

* Pemimpin oposisi di Kepulauan Solomon, Mannaseh Sogavare, terpilih
sebagai perdana menteri. Ia meraih 23 suara di parlemen, sementara
calon dari pemerintah Reverend Leslie Boseto meraih 21 suara.
Sogavare berjanji akan mengakhiri kemelut politik yang telah melanda
negeri itu selama satu setengah tahun. Pendahulunya Bart Ulufaalu
tiga minggu lalu didesak untuk mengundurkan diri oleh milisi
bersenjata. Perdana menteri baru telah mengumumkan untuk memberi
pengampunan kepada kelompok-kelompok etnis yang bertikai.  Sampai
sekarang kelompok-kelompok ini belum memberi tanggapan terhadap
terpilihnya perdana menteri baru tersebut.

* DPR MULAI UNJUK GIGI MELALUI HAK INTERPELASI

Di DPR, dua fraksi besar, PDI-P dan Golkar berhasil menggolkan
penggunaan hak interpelasi untuk meminta keterangan Presiden KH
Abdurrahman Wahid. Di sinilah menariknya, PDI-P tampil sebagai
oposisi, tapi siapa di balik semangat oposisi PDI-P itu? Adakah
Presiden Wahid sendiri berencana mengambil suatu langakh terhadap
pentolan oposisi ini? Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut
dari Jakarta:

Akhirnya sebagian besar anggota DPR menyetujui hak interpelasi
terhadap Presiden Abdurrahman Wahid. Dari 431 anggota DPR yang hadir
pada sidang paripurna Kamis pagi, 332 anggota setuju untuk
menggunakan hak interpelasi tersebut. Hak interpelasi ini diajukan
karena pemecatan Jusuf Kalla dan Laksamana Sukardi sebagai menteri.
Dari sembilan fraksi yang ada di DPR, hanya 63 anggota yang tidak
setuju dan 36 lainnya abstein. Dari 36 suara abstain itu 34 suara
berasal dari TNI dan Polri.

Penentuan digunakan tidaknya hak interpelasi diputuskan melalui
pemungutan suara. Fraksi pendukung pemerintah, FKB, tidak menyetujui
penggunaan hak tersebut. Fraksi kebangkitan Bangsa ini hanya didukung
beberapa fraksi kecil lainnya. Sedangkan fraksi-fraksi besar seperti
PDI-P dan Golkar tetap mendesak dilakukan pengambilan keputusan
melalui pemungutan suara. 128 anggota PDI-P menyetujui penggunaan hak
interpelasi. Hanya satu orang yaitu Aberson Sihaloho, yang menentang
kebijakan fraksinya. Sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI AM Fatwa
diwarnai interupsi-interupsi anggota dewan, baik yang setuju maupun
tidak.

Setelah kalah dalam pemungutan suara, Fraksi Kebangkitan Bangsa
akhirnya menyatakan setuju bila Gus Dur datang ke DPR untuk memberi
keterangan. Tapi partai itu menegaskan, kalau ada urusan yang lebih
penting, Gus Dur bisa memberi jawaban tertulis, sehingga tidak perlu
datang ke DPR. Hal ini dikemukakan Sekjen PKB, Muhaimin Iskandar
kemarin. Muhaimin yang juga menjabat Wakil Ketua DPR menjelaskan
supaya dapat diterima para anggota DPR, paling tidak jawaban Presiden
itu harus meliputi tiga hal.

Pertama, apabila Gus Dur menjelaskan substansi pertanyaan anggota
Dewan. Kedua, jika Gus Dur melakukan klarifikasi bahwa rapat
konsultasi pemerintah dengan DPR tanggal 27 April lalu dilakukan
tertutup. Dan ketiga Gus Dur harus memberikan kepastian soal hak
prerogatif presiden. Muhaimin yang juga kemenakan Gus Dur mengatakan,
sebaiknya dalam memandang penggunaan hak interpelasi, anggota Dewan
tahu bahwa hak ini hanyalah sesuatu yang rutin belaka, seperti ketika
presiden menyampaikan keterangan kepada Dewan soal pembubaran Deppen
dan Depsos. Dijelaskannya pula, PKB kini sadar apabila Gus Dur sampai
tidak hadir, maka anggota Dewan akan tidak puas. Namun, tidak perlu
ada antisipasi soal kelanjutan hak interpelasi tersebut, karena toh
tidak berhubungan dengan sidang tahunan, kata Muhaimin.

Didi Supriyanto dari Fraksi PDI-P mengatakan, Dewan hanya mau
menggunakan hak-hak yang ada padanya, dan tidak bermaksud menjatuhkan
Gus Dur. Sebaliknya Wakil Ketua DPR, AM Fatwa, menjelaskan,
interpelasi ini bisa berakibat lebih jauh. Tetapi DPR berharap
pemerintah dapat memberikan jawaban yang arif dan berterus terang.
Jika tidak, maka DPR bisa memberikan pernyataan pendapat yang secara
politis bisa serius. DPR bisa memberi peringatan dan meneruskannya ke
MPR. Hasil sidang paripurna ini sesungguhnya merupakan cerminan
masyarakat atas kinerja pemerintahan Gus Dur. Tokoh PAN itu
selanjutnya berharap hak interpelasi hanya berakhir pada penjelasan
presiden saja. Sebab, jika jawaban presiden tidak memuaskan para
anggota Dewan, maka Dewan bisa mengeluarkan pernyataan pendapat.
Pernyataan pendapat terburuk adalah DPR menyampaikan memorandum
kepada MPR. Tetapi belum tentu dewan akan meminta  Sidang Istimewa
MPR. "Ini kan tidak sampai pada pelanggaran UUD 45. Tetapi pada
pokoknya ini merupakan sinyal pada Presiden bahwa setiap ucapannya
diperhatikan dan bisa menyebabkan turunnya kredibilitas Presiden.
Kalau Presiden datang menjelaskan, bisa terjadi interaksi. Yang
penting sekarang ini sudah terjadi perubahan citra DPR." Demikian AM
Fatwa.

Dari keterangan AM Fatwa itu bisa ditarik kesimpulan bahwa kini
parlemen ingin unjuk gigi. Tetapi orang-orang seperti Fatwa yang
berasal dari Poros Tengah, sebenarnya belum mau menjatuhkan Gus Dur.
Yang jelas dari pemunggutan suara kemarin sudah dapat diketahui sikap
PDI-P dan Golkar yang umumnya menghendaki perubahan dalam waktu
singkat. Hak interpelasi sesungguhnya hanya digunakan sebagai semacam
tembakan peringatan terhadap Gus Dur. Tetapi mungkinkah bahwa
"pelurunya" telah bersarang di tubuh Gus Dur? Sebab setelah langkah
ini, akan digunakan hak angket soal Brunei Gate. Di sinilah Gus Dur
bisa tersandung sebab para anggota DPR bisa mengeluarkan mosi tidak
percaya. Dan melihat semangat Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Arifin
Panigoro yang ingin terus mendesak Gus Dur, maka dapat dikatakan
bahwa Gus Dur kini mulai terdesak.

Orang pun ingin mengetahui langkah-langkah apa yang akan ditempuh Gus
Dur selanjutnya. Yang pasti akan disasar Gus Dur untuk ditangkap
adalah para mantan pejabat dan konglomerat Orde Baru yang kini
tiba-tiba menjadi "jago-jago politik" seperti Fuad Bawazier dan
Arifin Panigoro. Gus Dur diam-diam sudah memberi isyarat agar
masyarakatlah yang proaktif memperjuangkan reformasi mengingat
pemerintah sendiri susah menindak kelompok status quo Orde Baru. Sisa
Orde Baru yang korup dengan dana mereka yang kuat kini bergiat di
bidang politik dengan memperkuat posisi mereka di partai-partai, demi
untuk menyelamatkan diri masing-masing.

* APA PERLUNYA FORMAT BARU YANG KINI SIBUK DICARI OLEH FRN?

FRN mau mencari format baru tetapi anehnya secara paradoksal
tokoh-tokoh dan pengusaha  Orde Baru ini, ingin juga mempertahankan
sistem Orde Baru. "Orang-orang yang dahulu mendukung rejim Soeharto
ini, tidak berhak untuk menyusun sistem yang baru", kata Chris Siner
Key Timu. Kalau begitu, mengapa orang-orang ini merasa perlu mencari
format baru? Laporan koresponden Syahrir dari Jakarta:

Forum Rembug Nasional atau FRN dengan dipandu oleh Wimar Witular
dibuka secara resmi di  Hotel Kartika Plaza Beach Hotel, Kuta, Bali,
Jum'at kemarin. Hingga kemarin pagi belum banyak peserta yang hadir.
Forum Rembug Nasional ini diprakarsai oleh 34  cendekiawan, di
antaranya Nurcholish Madjid . Juga hadir puluhan tokoh lain, tapi
umumnya berasal dari rejim lama seperti Ketua Golkar Fahmi Idris,
bekas menteri Orde Baru Emil Salim dan Frans Seda. Pemegang bintang
Mahaputra Orde Baru Jakob Oetama juga ikut mensponsori forum ini yang
menghabiskan biaya sekitar 1 milyar rupiah termasuk biaya ticket dan
penginapan untuk pers.

Pada pokoknya, forum yang menurut rencana akan diikuti ratusan orang
itu, ingin digunakan para pemrakarsa untuk "membantu", sekaligus
mendekatkan diri dengan Gus Dur. Mereka tahu bahwa Gus Dur saat ini
sedang menggodog kabinet baru yang sepenuhnya menggunakan hak
prerogatif Presiden. Orang-orang Orde Baru yang merupakan mayoritas
peserta FRN, berharap bisa dipakai Gus Dur dalam kabinetnya sesudah
Sidang Umum MPR Agustus mendatang. FRN dimaksudkan untuk mengumpulkan
gagasan dan pikiran guna memecahkan masalah nasional, baik dalam hal
politik, ekonomi maupun hukum. Kepada pers, jurubicara FRN Erry
Riyana Hardjapamekas mengatakan, pertemuan dua hari ini diprakarsai
oleh mereka yang relatif memiliki jarak dari dinamika sosial politik
yang ada, namun memiliki perasaan galau, gundah dan gelisah, karena
melihat reformasi berjalan tidak seperti diharapkan.

Fahmi Idris, ex menteri Orde Baru yang dahulu pernah sangat dekat
dengan keluarga Cendana, menyatakan bahwa permasalahan nasional itu
ada. Ia melihat, dalam setiap titik transformasi perubahan kekuasaan
selalu ada. Namun faktor ketidakstabilan sangat mempengaruhi proses
transformasi itu, katanya. Fahmi yang baru-baru ini bertemu dengan
Gus Dur bersama tokoh Golkar Ekkie Syahruddin, juga menjelaskan
mengapa ketidakstabilan sekarang terus membesar. Ketidakstabilan ini
makin besar karena masyarakat terlalu lama ditekan, tidak diberi
kesempatan untuk bersuara. Tiba-tiba, ketika katup terbuka secara
paksa, terjadilah ledakan. Sedangkan format yang tepat, sampai
sekarang belum juga ditemukan, jelasnya. Sehingga muncul dinamika
yang semakin bergejolak terutama, di bidang ekonomi dan politik.

Menurut Fahmi dewasa ini dibutuhkan kesadaran semua pihak. Perlu
dibentuk format yang baru dalam soal sosial ekonomi dan politik.
Seperti membangun sistem atau lembaga. Seburuk apapun sistem yang ada
sekarang, namun harus diperbaiki, katanya. Sebagai seorang yang ikut
bertanggungjawab atas sistem yang lalu, Fahmi jelas tidak setuju
dengan revolusi, tapi cukup reformasi. Fahmi tentu sadar seandainya
revolusi sampai bergulir, maka dia dan konco-konconya di Golkarlah
yang pertama-tama akan terlindas. Karena itu wajarlah jika Fahmi
menganjurkan agar kita jangan "menghilangkan semua yang telah ada
tetapi memperbaiki sistem yang ada serta memperkuat lembaga yang
ada".

Bagi Fahmi, FRN di Bali ini merupakan salah satu forum untuk mencari
format  baru. Fahmi dan rekan-rekannya tampaknya tidak mau melihat
format baru itu disusun oleh golongan reformis yang telah
menumbangkan rejim andalan mereka. Namun demikian kepada wartawan di
Bali ia mengakui bahwa "saat ini, sistem dan lembaga yang ada sudah
tidak dipercaya masyarakat." Contohnya sikap masyarakat terhadap
polisi. Untuk keamanan misalnya, masyakat sudah tidak menghargai
sistem lagi keamanan lembaga Polri. Apalagi, jika berhubungan dengan
sistem keadilan. Maka kesadaran diperlukan oleh semua pihak untuk
memperbaiki sistem dan lembaga yang telah rusak. Tetapi bukan berarti
dari perbaikan yang baru itu kita membuat lembaga atau kekuatan
sendiri, katanya. Kalau hal ini terjadi maka akan membuat konflik
yang berkepanjangan.

Berbeda dengan Fahmi Idris, Sekretaris Kelompok Kerja Petisi 50,
Chris Siner Key Timu mengatakan, reformasi itu merupakan perubahan
mendasar dari sistem dan budaya politik maupun ekonomi Orde Baru.
Jadi mestinya tidak ada yang perlu diwariskan dari Orde Baru. Karena
Orde Baru adalah racun yang telah merusak bangsa ini. Saat ini harus
ada diskontinuitas dari budaya dan sistem politik Orde Baru, kata
Chris. Dan konsekuensinya adalah orang-orang yang telah ikut serta
dalam kedudukan strategis dalam penyelenggaraan negara semasa Orde
Baru, apakah dalam eksekutif maupun legislatif, tidak punya hak moral
lagi dalam membenahi bangsa ini. Soalnya mereka sudah terbiasa dengan
budaya menyalahgunakan kekuasaan. Dan itu sudah masuk dalam tulang
sumsum mereka. Buktinya, karena hingga saat ini tidak ada perubahan
drastis maka budaya KKN berjalan terus. Karena orang-orang lama masih
tetap bercokol.

Mengenai Forum Rembug Nasional yang didominasi orang-orang Orde Baru,
Chris mengatakan: "Mereka kira rakyat akan percaya kepada mereka".
Seorang Gus Dur saja semakin hari semakin merosot integritasnya,
apalagi orang-orang ini. Forum Rembug Nasional sesungguhnya hanya mau
merenovasi Orde Baru, kata Chris Siner Key Timu.

---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Jul 2000 jam 17:55:31 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke