----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Marzuki Tunggu Izin Presiden. Pemeriksaan Anggota MPR/DPR karena Kasus
Korupsi

Media Indonesia - Berita Utama (7/3/00)
JAKARTA (Media):

Jaksa Agung Marzuki Darusman membenarkan pihaknya akan memeriksa sejumlah
anggota MPR/DPR karena diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi.

``Kejaksaan Agung sedang menunggu izin persetujuan presiden untuk
pemeriksaan anggota MPR/DPR itu. Dan setelah izin itu ada kami langsung
memanggil dan melakukan pemeriksaan,`` kata Jaksa Agung Marzuki Darusman
menjawab MediaKepada Jaksa Agung ditanya soal pernyataan Presiden
Abdurrahman Wahid di Bali Sabtu lalu bahwa dirinya telah menandatangani izin
pemeriksaan sejumlah anggota MPR/DPR.

Sebelumnya beredar isu bahwa sejumlah 40 elite politik dan tokoh kritis akan
ditangkap. Isu yang beredar menyebutkan di antara nama-nama itu terdapat
Ginandjar Kartasasmita dan Fuad Bawazier.

Ketika ditanya apakah nama-nama tersebut dipanggil dan diperiksa karena
berbeda pendapat dengan penguasa, Marzuki menegaskan, tidak ada kaitan
dengan beda pendapat. ``Kalau menangkap orang karena berbeda pendapat itu
bukan zamannya lagi. Itu zaman Orba. Dulu, kalau berbeda pendapat dipandang
subversi. Itu tidak ada lagi,`` kata Jaksa Agung.

Ketika ditanya apakah benar nama-nama seperti Ginandjar Kartasasmita, Fuad
Bawazier, dan Adi Sasono akan dipanggil dan diperiksa, Marzuki mengatakan,
``Saya tidak membenarkan, tapi juga tidak membantah nama-nama yang Anda
sebutkan itu.``

Sesalkan

Pada kesempatan terpisah Ketua DPR Akbar Tandjung serta sejumlah pimpinan
fraksi DPR menyesalkan pernyataan Gus Dur bahwa biang kerok ketidakstabilan
adalah MPR/DPR.

Akbar mengaku belum tahu alasan penangkapan sejumlah anggota MPR dan DPR.
Tetapi, jika itu dilakukan berkaitan dengan interpelasi DPR, maka kehidupan
politik di Indonesia akan menjadi tidak menentu.

"Kalau penangkapan itu berkaitan dengan interpelasi, saya kira itu merupakan
langkah keliru. Saya akan menghubungi Gus Dur," kata Akbar kepada Media di
Palu, Sulawesi Tengah, kemarin.

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) Rusjdi Hamka, selain
menyesalkan, menduga pernyataan Gus Dur itu hanya sebatas psywar (perang
urat saraf) yang tindak lanjutnya masih diragukan.

Seharusnya, lanjut Rusjdi, Gus Dur tidak terlalu mengumbar pernyataan jika
akhirnya hanya sebatas kata-kata yang diucapkan, dan jika memang ada
indikasi kuat adanya anggota MPR/DPR yang bertindak seperti dikatakan Gus
Dur, langsung saja diperiksa dan diproses sesuai hukum. Senada dengan Rusjdi
Hamka, Ketua Fraksi Reformasi Hatta Radjasa mengatakan pernyataan Gus Dur
itu lebih bernuansa politis daripada penegakan hukum. Alasannya, pernyataan
itu dikeluarkan berdekatan waktunya dengan SU Tahunan MPR Agustus nanti.
Jika memang Gus Dur memiliki bukti kuat, langsung saja tunjuk hidung dan
diperiksa, tidak perlu dengan mengeluarkan pernyataan.

Sementara, Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) Abdul Kholiq
Achmad berkeyakinan apa yang disampaikan Gus Dur itu dapat
dipertanggungjawabkan. "Sejak dilantik sudah ada goyangan terhadap
kedudukannya. Jadi, kalau Gus Dur bicara seperti itu, saya rasa Gus Dur bisa
mempertanggungjawabkannya," ujar Abdul Kholiq.

Sedangkan nama-nama yang disebut-sebut seperti Ginandjar Kartasasmita, Adi
Sasono, dan Fuad Bawazier menyatakan siap saja dipanggil dan diperiksa
Kejaksaan Agung karena yakin memang tidak ada salah.

``Mudah-mudahan itu hanya isu. Tapi kalu benar saya siap menghadapinya,``
kata Adi Sasono.

Sedangkan Fuad Bawazier mengatakan dirinya tenang-tenang saja menghadapi isu
tersebut karena memang tidak ada yang harus dikhawatirkan. ``Isu itu memang
sudah beredar luas. Tapi saya tenang-tenang saja,`` katanya.

Sedangkan Wakil Ketua MPR Ginandjar Kartasasmita mengatakan dirinya tidak
takut apa-apa. "Saya tidak ikut apa-apa. Apa yang saya lakukan sesuai dengan
kehendak Gus Dur, tidak ada sama sekali dari pihak saya --apalagi secara
sadar-- melakukan sesuatu yang dapat merugikan negara," tegasnya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Jul 2000 jam 06:48:18 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke