----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

12.000 Senjata Dikirim ke Irja

Media Indonesia - Berita Utama (7/3/00)
MALANG (Media):

Ketua MPR Amien Rais mengatakan menurut sumber kompeten yang diterimanya
sebanyak 12.000 pucuk senjata telah dikirim ke Irian Jaya (Irja). Senjata
tersebut rencananya akan didistribusikan kepada para Satuan Tugas (Satgas)
Papua.

``Informasi ini saya terima dari sumber yang pantas saya percaya. Akan
tetapi kita belum tahu siapa yang memasok dan apa kepentingannya. Jika
informasi ini benar, maka keadaan di Irian sangat mengkhawatirkan,`` kata
Amien kepada wartawan, Minggu (2/7) di Universitas Muhammadiyah Malang
(UMM).

Menurut Amien, pemerintah perlu bergerak cepat tanpa menghilangkan kesan
kearifan dalam menuntaskan persoalan di bumi Cenderawasih itu. Setidaknya
ada tiga elemen yang perlu dilakukan pemerintah saat ini. Pertama,
pergerakan atmosfer di Irian yang sangat cepat harus ditanggapi dengan cepat
pula.

Kedua, pemerintah harus arif, mengapa sampai terjadi gejolak sedemikian
dahsyat di Papua, hingga memunculkan tekad untuk merdeka atau melepaskan
diri dari pangkuan Negara Kesatuan RI. ``Kita perlu mencermati dan
mengarifi, jangan sampai kondisi ini berlarut-larut karena dalam sejumlah
tindakan kita telah memberi angin kepada gerakan ini. Gelombang yang terjadi
di Irian dan Aceh bukanlah sesuatu yang tanpa sebab,`` cetusnya.

Ketiga, kata Amien, aparat pemerintah perlu bertindak tegas terhadap siapa
pun yang berniat merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Ketua MPR, tindakan ini bukan berarti harus melenyapkan para aktor,
namun diberi pengertian yang jelas mengenai reward and punishment yang
berdasarkan hukum.

``Ini perlu saya sampaikan kepada publik agar para penegak keamanan, polisi,
dan TNI, perlu segera melakukan pengecekan di lapangan. Bagaimanapun ini
merupakan proses destruktif terhadap integritas kita sebagai negara
kesatuan,`` tegasnya.

Dia mengatakan untuk itu pihaknya memberi legalisasi bagi siapa saja yang
melakukan pelanggaran hukum ini untuk ditangkap, diadili, dan dihukum tanpa
pandang bulu termasuk jika ada indikasi ada anggota MPR/DPR yang terlibat.

Lebih lanjut Amien mengatakan pemerintah terlalu memberikan angin kepada
gerakan separatis di Papua. Menunjuk contoh dia mengatakan dilegalisasinya
pengibaran bendera Papua kendati berukuran kecil dan letaknya di bawah
bendera Merah Putih. Begitu pula dilegalisasinya nama Papua untuk
menggantikan nama resmi yaitu Irian Jaya.

Sementara itu pengamat militer dan Rektor UMM Muhadjir Effendy menegaskan,
pemerintah perlu menegaskan pentingnya sosialisasi status darurat sipil di
Maluku untuk meminimalisasi kontroversi dan resistensi atas penerapan status
tersebut kepada masyarakat.

``Ini sangat penting. Sebab banyak orang khawatir, status itu melegalisasi
kekerasan di Maluku. Begitu pula untuk meminimalkan analisis bahwa Presiden
Gus Dur ingin melakukan kekerasan serupa kepada lawan politiknya. Jadi perlu
ada penjelasan yang rasional kepada publik. Saya kira ini signifikan,``
tuturnya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Jul 2000 jam 06:48:06 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke