----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Banyak Penembak Gelap di Maluku

Selasa, 4 Juli 2000
JAKARTA (Media):

Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono mengungkapkan sampai saat ini
masih banyak penembak gelap yang berkeliaran di Maluku. Ini yang menyebabkan
pemberlakuan darurat sipil belum mencapai hasil yang optimal.

"Kendati sudah satu minggu diterapkan darurat sipil, tetapi situasi masih
belum bisa dikendalikan sepenuhnya, karena masih ada kasus-kasus penembakan
yang dilakukan orang-orang tak dikenal," ucap Juwono kepada wartawan sebelum
menghadiri rakor polkam di Jakarta, kemarin.

Rakor paripurna polkam yang dipimpim Menko Polkam ad interim Surjadi
Soedirdja itu dihadiri juga oleh Jaksa Agung Marzuki Darusman, Kabakin
Letjen TNI Arie Kumaat dan sejumlah menteri yang terkait.

Menurut Juwono, pihaknya sampai saat ini terus melakukan evaluasi terhadap
penerapan darurat sipil di Maluku. "Sejauh ini kita masih mengevaluasi.
Namun, memang belum sepenuhnya keadaan dapat diatasi. Hingga saat ini masih
ada penembak gelap yang berkeliaran di Maluku," ucapnya.

Mengenai adanya penyitaan senjata terhadap masyarakat, Juwono mengaku belum
mendapat laporannya. Ini disebabkan dengan diberlakukannya darurat sipil,
maka semua hubungan telekomunikasi terputus.

Juwono berharap pemberlakuan darurat sipil di Maluku tidak berlangsung dalam
waktu yang begitu lama dan diharapkan dalam waktu tiga bulan keadaan sudah
kembali normal.

Panglima TNI Laksamana Widodo AS menyatakan, sejak diberlakukannya keadaan
darurat sipil di Maluku dan Maluku Utara pekan lalu, tingkat kerusuhan
menurun secara signifikan.

"Sekarang keadaan relatif lebih baik," kata Widodo menjawab wartawan usai
mengikuti rapat koordinasi tingkat menteri bidang polkam di Jakarta, Senin.

Meski demikian, katanya, masih ada sejumlah hal yang harus dicermati secara
intensif yakni peluang munculnya benturan-benturan baru.

Oleh karena itu, kata Widodo, kini sedang dilakukan pengumpulan senjata yang
ada di masyarakat, baik senjata api maupun tajam, dengan sukarela seperti
yang dinyatakan dalam maklumat gubernur selaku penguasa darurat sipil maupun
melalui razia.

Sementara itu dari Ambon Kantor Berita Antara melaporkan aparat keamanan
dari berbagai kesatuan yang bertugas di Kodya Ambon dan sekitarnya melakukan
razia dan menemukan berbagai jenis persenjataan berat milik TNI/Polri yang
beredar di tangan warga sipil dan digunakan selama ini dalam berbagai
kerusuhan.

"Yang Anda lihat ini adalah persenjataan yang berhasil dirazia sebagaimana
yang saya minta kepada Kapolda dan Panglima Kodam XVI/Pattimura sesuai
maklumat yang dikeluarkan kepada masyarakat untuk menyerahkan senjata api
rakitan maupun organik," kata penguasa darurat sipil Maluku, Dr. Saleh
Latuconsina, di Ambon, Senin.

Maklumat Gubernur Maluku selaku penguasa darurat sipil tentang penyerahan
secara sukarela berbagai senjata api rakitan maupun organik itu tertanggal
27 Juni dan batas waktunya sampai 30 Juni.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 Jul 2000 jam 05:42:20 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke