----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

PBHI: Gus Dur tak perlu jawab hak Interpelasi DPR
satunet.com -

Presiden KH Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid tidak perlu menjawab hak interpelasi
yang diajukan oleh DPR.

Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) Hendardi
menyarankan agar Gus Dur tidak menjawab hak interpelasi DPR, Gus Dur
memiliki kewajiban untuk mengoreksi penggunaan hak itu untuk mengembalikan
tata kontrol legislatitif kepada rel konstitusi yang benar.

Faktanya, tambah Hendardi, hak interpelasi tidak dikenal dalam sistem
pemerintahan presidensil yang dianut Indonesia. Hak tersebut hanya dikenal
dalam sistem parlementer dan di Indonesia legalitas atas hak ini hanya ada
pada 'susunan dan kedudukan DPR' dan sama sekali tidak diatur dalam
konstitusi.

"DPR tidak bermaksud membangun tata kontrol yang konstitusional terhadap
pemerintah. Oleh karena itu menjawab Interpelasi DRP sama saja melestarikan
kekeliruan yang semestinya dihentikan," kata Hendardi.

Lebih lanjut menurutnya, keputusan anggota DPR menggunakan hak interpelasi
untuk mempersoalkan penghentian Yusuf Kalla dan Laksamana Sukardi merupakan
upaya mengeroyok Gus Dur karena dianggap telah mengganggu kawan mereka. Ini
terlihat ketika mengajukan hak itu tingkah para anggota DPR ibarat
segerombolan crossboys.

"Semangat mengeroyok seperti itu bukan untuk mencari kebenaran tetapi
'memukuli dan mengalahkan'," ujar Hendardi dalam keterangan persnya yang
diterima satunet.com Senin malam di Jakarta.

Dalam konteks ini, apapun kelak jawaban Gus Dur tidak akan memusakan mereka.
Hal ini lanjut Hendardi, karena ukuran kebenaran telah ditetapkan sendiri
secara sepihak oleh anggota DPR tersebut berdasarkan tujuan untuk
mempermalukan Presiden.

"Fenomena keroyokan politik dan gerombolan crossboys di DPR ini menunjukan
betapa kita membutuhkan bukan hanya pemerintah yang baik, tapi juga oposisi
yang baik," ujarnya.

Menurut Hendardi, kalau Kalla dan Sukardi mau bersikap ksatria keduanya
seharusnya menantang Gus Dur 'berkelahi satu lawan satu' dengan cara
menuntutnya ke pengadilan. Demikian juga dengan Golkar dan PDI-P sebaiknya
berani menarik semua orang-orangnya dari kabinet untuk menjadi opisisi
secara penuh.

"Bukannya berkomplot untuk melakukan keroyokan politik demi kepentingan yang
sama sekali tidak berkorelasi dengan perasaan dan kepentingan aktual politik
saat ini," tegasnya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 Jul 2000 jam 06:00:32 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke