----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Pemasok Senjata Elite-Elite Jakarta
Mabes Polri: 12 Ribu Senjata Otomatis di Papua

Selasa, 4 Juli 2000
JAKARTA- Jawa Pos

Mabes Polri ternyata mengakui tentang adanya pemasokan senjata ke Papua dan
Ambon. Kapolda Irian Jaya Senior Superindent S.Y. Wenas juga telah
memberikan laporan tentang adanya pemasokan senjata ilegal ke
daerahnya.''Mabes Polri segera melacak asal usul pemasokan senjata itu,"
ujar Kadispen Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Dadang Garnida kepada
Jawa Pos di Jakarta, kemarin.

Ia mengaku, menurut informasi yang dipunyai Mabes Polri, pemasokan senjata
itu dilakukan elite-elite politik di Jakarta. Dadang berjanji akan terus
mengecek kebenaran informasi tersebut. Sebab, pihaknya tidak bisa main
tangkap sebelum ada bukti kuat.

Mantan Kapolres Bekasi ini mengatakan, memang sudah ada penjelasan dari
Menhan Juwono Sudarsono dan Ketua MPR Amien Rais soal pemasokan senjata ke
dua daerah tersebut. Tapi, Mabes Polri masih menganggap itu sebagai masukan
yang perlu dipertimbangkan kebenarannya.

''Tapi, jangan buru-buru menuduh polisi bersikap lambat. Polisi akan tetap
bergerak cepat menangani kasus pemasokan senjata itu," tuturnya.

Dikatakan, Mabes Polri memang merasa kesulitan melacak pemasoknya. Sebab,
pemasokan itu ternyata tidak hanya datang dari satu tempat. Sehingga ketika
dilacak pun sudah banyak senjata yang tersebar.

''Di Papua diperkirakan sudah ada 12 ribu senjata otomatis yang tersebar ke
tangan masyarakat. Tapi, ini baru informasi yang diperoleh pertama,"
jelasnya.

Apakah elite-elite politik yang diduga terlibat pemasokan senjata itu
terkait dengan pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid? Dadang enggan
menjawabnya. ''Sudahlah, itu masih baru dikoordinasikan," katanya menutupi.

Tetapi, lanjutnya, dalam waktu dekat pemeriksaan terhadap anggota DPR/MPR
segera dilakukan. Mabes Polri dengan Kejaksaan Agung sudah koordinasi.
Namun, dia belum berani mengatakan apakah mereka termasuk biang kerok
kerusuhan yang sempat disebutkan presiden.

Sementara itu, Senior Superintendent Saleh Saaf mengatakan, secara teknis
polisi sudah melacak kebenaran informasi lewat jaringan polisi ke daerah.
''Jadi, jaringan komuniti intelijen dan beberapa polda sudah bergerak,"
ujarnya kepada Jawa Pos di Jakarta, kemarin.

Tapi, apakah polisi secara internal sudah mengetahui nama-nama pelakunya?
Dengan tegas, Saleh Saaf menolak menjawabnya. Soal nama-nama, sangat tidak
etis untuk disebutkan. Sebab, sampai sekarang polisi masih belum menemukan
bukti-bukti yang pasti. Dan itu melanggar kode etik penyidikan. ''Meskipun
itu diketahui polisi."

Apakah ini berkaitan dengan yang disampaikan Presiden Wahid? ''Emmmm...,
saya masih belum berani menjawab soal nama-nama dan tindakan teknis polisi,"
ujarnya. Dikhawatirkan, jika polisi mengungkapkan rencananya, justru akan
membuat orang-orang yang sudah masuk daftar polisi jadi kabur dan
menyembunyikan diri.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 Jul 2000 jam 06:40:33 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke